Connect with us

Edukasi

FIA UB Helat AICoBPA, Kaji Pemulihan Sosio-Ekonomi Paska Pandemi

Published

on

FIA UB Helat AICoBPA 2021, Kaji Pemulihan Sosio-Ekonomi Pandemi
FIA UB saat preskon soal pelaksanaan AICoBPA dengan tema utama sinergi sektor privat dan publik untuk pemulihan sosio-ekonomi. (foto : ist)

 

KABARMALANG.COM – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) kembali menggelar Annual International Conference on Business and Public Administration (AICoBPA).

Ini adalah perhelatan kali keempat pada tahun ini, sejak perhelatan pertama tahun 2018 yang lalu.

Acara ini bakal berlangsung selama dua hari. Yakni pada tanggal 9-10 November 2021, dan sepenuhnya berlangsung secara virtual.

Penyelenggaraan konferensi internasional ini menjadi wadah untuk saling berbagi ilmu, pengetahuan, dan pengalaman berdasar penelitian dosen baik di dalam maupun luar negeri.

Dekan FIA UB, Assoc Prof Andy Fefta Wijaya MDA PhD, menerangkan, tema utama tahun ini adalah sinergi sektor publik dan privat untuk mempercepat pemulihan sosio-ekonomi paska pandemi.

Menurut Andy, sampai hari ini, para akademisi di FIA UB melihat bahwa sinergi sektor publik dan privat sudah berjalan, walaupun belum komplet.

“Sinergi yang berjalan, bisa kita lihat dari hal terkecil seperti warung atau depot yang menerapkan prokes. Serta, bagaimana masyarakat memberi hukuman kepada perilaku yang tidak patuh prokes,” kata Andy di gedung E FIA UB, Senin (8/11).

Meski demikian, ada hal yang masih belum tersinergi dalam percepatan pemulihan sosio-ekonomi di masa pandemi.

“Ada hal yang belum tersinergi. Masih ada pelanggaran tersebut, bukan cuma oleh masyarakat, tetapi oleh tokoh publik juga,” katanya.

Kabar Lainnya : PAK, Pemulihan Ekonomi Kota Batu Jadi Prioritas.

Menurutnya, situasi pandemi yang terjadi saat ini, berawal dari kegamangan pemerintah dalam memilih jalan penanggulangan.

Pada satu sisi, ada tekanan ekonomi, pada satu sisi lainnya terdapat faktor kesehatan.

Kemudian, pada akhirnya, ketika kasus covid-19 terutama varian delta menyeruak, pemerintah mulai menangani kesehatan sebagai prioritas.

“Adanya intervensi, seperti vaksinasi dan PPKM, berpengaruh sekali, termasuk di Malang Raya. Konferensi kita saat ini, adalah untuk melihat, negara-negara lain dan kondisi sosio-ekonominya,” ujarnya.

Dalam AICoBPA 2021, setidaknya terdapat sembilan negara, dengan 550 presenter yang menyampaikan kajiannya terkait tema besar soal sinergi sektor privat dan publik dalam pemulihan sosio-ekonomi.

Harapannya, wisdom dari masing-masing perspeksi akademisi dari berbagai negara di penjuru dunia, akan memberi insight untuk Indonesia dan dunia dalam memulihkan sosio-ekonomi.

Fadel Muhammad, serta Sandiaga Uno mendapat jadwal untuk menjadi keynote speaker dalam konferens internasional ini.

Hadir pula sejumlah tokoh akademisi dari negara seperti Amerika, Oman, Asia Pasifik, Australia, Malaysia, dan tentunya Indonesia.

Daftar Pembicara Dalam AICoBPA 2021.

1. Assoc. Prof. Kalu Osiri, Ph.D., profesor bidang bisnis dan kewirausahaan dari University of Nebraska-Lincoln, Amerika Serikat.

2. Dr. Zahran Al Salti, pakar ilmu perpustakaan dan ilmu informasi dari Sultan Qaboos University, Oman.

3. Dr. Ethel Agnes Pascua-Valenzuela, Director South East Asian Ministers of Education (SEAMEO) Secretariat, sebuah asosiasi para menteri pendidikan di kawasan Asia Tenggara dan berkedudukan di Bangkok, Thailand.

4. Dr. John McLaren, pakar perpajakan dan keuangan dari University of Tasmania, Australia.

5. Prof. Dr. Ahmad Martadha Mohammad, pakar kebijakan publik dari Universiti Utara Malaysia, Malaysia.

6. Mohammad Iqbal, M.IB., DBA, akademisi bidang administrasi bisnis dari FIA UB.

7. Dr. Fadillah Amin, Ph.D., akademisi bidang administrasi publik dari FIA UB

Sementara itu, Chairperson of AICoBPA 2021, Mohammad Iqbal, MIB DBA menyebut, dari paper yang masuk ke AICoBPA, banyak insight baru soal efek pandemi.

“Banyak penelitian soal efek pandemi, misalnya di sektor pariwisata, wirausaha dan UMKM. Tetapi, ada juga yang memunculkan penelitian soal isu krusial seperti perpajakan,” kata Iqbal.

Menurutnya, riset-riset dari para akademisi tersebut akan membawa implikasi bagi arah penanganan sosio-ekonomi era pandemi.

“Implikasinya, tentu asistensi apa yang telah terwujud dari pemerintah, masyarakat maupun dunia bisnis dalam memitigasi dampak covid-19,” ringkasnya.

Dia menyebut, konferensi ini 100 persen terselenggara secara daring. Sedangkan, pelaksanaan rekaman live konferensi, memakai luring dengan standar prokes.

“Kami juga siapkan dua studio kedap suara untuk mengakomodasi kelancaran konferensi,” tutupnya.

Pada sesi parallel discussion, ada 60+ paper yang akan presentasi secara berkelompok dan masing-masing masuk panduan seorang moderator.

Setiap paper yang sudah masuk review AICoBPA akan mendapat kesempatan tayang di sejumlah jurnal akademik pilihan dari panitia.(carep-04/yds)

Advertisement

Terpopuler