Connect with us

Olahraga

E-Sport Di Kota Malang Naik Daun, Pemkot Dan KONI Dukung Penuh

Published

on

E-Sport Di Kota Malang Naik Daun, Pemkot Dan KONI Dukung Penuh
Wali Kota Malang, Sutiaji (Foto: dokumen Kabarmalang.com)

 

KABARMALANG.COM – Pertumbuhan industri game atau e-sport sebagai cabang olahraga di Indonesia sedang kencang-kencangnya.

Kota Malang pun tidak mau ketinggalan dalam mendukung pertumbuhan game sebagai cabor untuk menjaring atlet-atlet peraih prestasi.

Pemkot Malang sangat mendukung pertumbuhan cabor baru ini karena berpotensi mengharumkan Bhumi Ngalam di kancah internasional.

“Saya mengapresiasi e-Sport, karena peminatnya ada di semua belahan dunia, plus ada kejuaraannya. Indonesia sudah memiliki organisasi untuk olahraga ini sampai tingkat pusat,” ujar Wali Kota Malang Sutiaji, Rabu (29/9).

Sebagai gambaran, cabor e-sport sejatinya sudah tumbuh di Indonesia sejak era Point Blank, Dota dan Counter Strike.

Tetapi, kehadiran influencer game, sekaligus tim pro, membuat cabor ini semakin naik daun.

Berbagai tim profesional Indonesia bermunculan di kancah internasional dan mengharumkan nama bangsa.

BTR, Evos, RRQ, dan sejumlah nama besar tim e-sport profesional lainnya, merajai turnamen game di penjuru dunia.

Dan layaknya semua olahragawan profesional, para atlet e-sport ini juga meraup pundi-pundi penghasilan yang besar.

Karena itu, demi menyuburkan iklim e-sport Indonesia, PON XX Papua 2021 menjadikannya sebagai cabor eksibisi.

Kabar Lainnya : Anak Veteran dan Guru Honorer Dapat Keringanan.

Ada lima divisi game yang eksibisi, yaitu Mobile Legend, Free Fire, PUBG Mobile, Loka Pala dan Pro Evolution Soccer (PES) 2021.

Melihat peluang itu, tidak heran jika cabor yang masih bau kencur itu mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dan KONI Kota Malang.

Menurut Sutiaji, peminat olahraga e-Sport cukup tinggi di Kota Malang. Ini menjadi modal penting untuk menciptakan iklim kompetitif pencetak atlet.

Namun, tantangan untuk menjadikan Kota Malang kandang para atlet kelas nasional dan internasional cukup besar.

“Untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi, tidak mudah. Tidak segampang membalikkan telapak tangan. Kita harus menata semua dengan baik,” ujar Sutiaji.

Pertama, induk organisasi e-sport yang sah harus ada. Kemudian, ada pelatihan khusus untuk para atlet.

Selain itu, hal terpenting adalah menggelar kejuaraan untuk para atlet Kota Malang. Sehingga, bakat mereka terasah sepenuhnya di ajang resmi.

Sementara itu, Ketua E-Sport Indonesia (ESI) Kota Malang Nurcholis Sunuyeko, mengamini.

“Karena salah satu cara atlet berlatih dan meraih prestasi, ya dengan pertandingan,” ujarnya.

logo pemkot kominfo

ESI Kota Malang siap mendukung iklim e-sport Kota Malang. Dia juga menegaskan bahwa Agustus 2021 lalu, ESI Jatim telah menelurkan SK untuk Kota Malang.

Dengan resminya induk cabor, rektor IBU ini juga ingin e-sport Kota Malang menjadi ajang olahraga kompetitif, bukan sekadar game untuk hiburan.

“Cangkupannya luas. E-Sport bisa menjadi cabor prestisius dan sanggup berkompetisi di tingkat lokal, regional, nasional, maupun internasional,” papar Nurcholis.

Kabar Lainnya : KONI Kota Malang Laksanakan Rapat Evaluasi Program Cabor Selama 2019.

Dia juga menegaskan, untuk menjadi atlet e-sport, intelejensi, kemampuan syaraf motorik, keterampilan dan skill juga harus di atas rata-rata.

Nurcholis menegaskan, masyarakat perlu tahu bahwa cabor e-sport yang kompetitif, selalu mengarah kepada prestasi.

Cabor ini berbeda dari anak-anak kecanduan game yang sekadar mencari hiburan dan lupa waktu.

Karena, dalam cabor, Nurcholis menegaskan, orientasi utama dari e-sport adalah prestasi.

Kota Malang, memiliki modal untuk mengklaim bibit-bibit atlet yang mumpuni. Setidaknya, di Jawa Timur, Nurcholis menyebut Kota Malang tertinggi kedua setelah Surabaya.

“Kota Malang bagus untuk e-Sport, karena perkembangan IT lebih bagus dari pada kota lain,” sambungnya.

Sekarang, langkah pertama ESI Kota Malang adalah konsolidasi klub e-sport di Kota Malang untuk menjaring bibit atlet.

Kabar Lainnya : AVGI Kota Batu Dorong Pendirian Cabor E Sport.

Selain pendataan atlet, ESI juga memetakan potensi prestasi dan divisi. Tujuannya, untuk mengoptimalkan potensi prestasi bagi Kota Malang.

“Setelah pertemuan dengan klub-klub atau komunitas e-Sport, pasti kami akan sering adakan event,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Nurcholis juga siap memberi fasilitas penunjang demi keberlangsungan dan dukungan e-Sport di Kota Malang.

“Pasti nanti akan kami rencanakan pusat latihan, meskipun mereka latihannya di klub masing-masing. Tapi sementara ini, Sekretariat ESI Kota Malang ada di IBU,” terangnya.

Ketua KONI Kota Malang, Edy Wahyono, mengaku sangat mengapresiasi potensi dan siap mendukung e-Sport.

“Saya sering ngobrol dengan berbagai klub di Kota Malang. Mereka bercerita bahwa yang menekuni olahraga ini banyak dan berpotensi,” ujarnya.

Kemudian, ada satu atlet asal Kota Malang yang mewakili Provinsi Jatim pada divisi Football PES2021. Dia bernama Adam Adhe H. Asmorokondi.

Dia berhasil terpilih melalui pertandingan terbuka oleh e-Sport Indonesia (ESI) Jawa Timur.

Adam bercerita, mulanya dia dapat informasi dari teman kalau ESI Jatim menggelar pertandingan terbuka untuk siapa saja yang ingin mewakili Jatim di PON XX Papua 2021.

“Akhirnya saya ikut. Dari hampir 300 peserta, hanya terseleksi dua orang. Alhamdulillah, tidak menyangka bisa menang dan mewakili Jatim bersama partner saya yang asal Mojokerto,” ungkap Adam via telepon.(carep-04/yds)

Advertisement

Terpopuler