Connect with us

Olahraga

IODI Kota Malang Asuh Atlet Dansa Prestasi Internasional

Published

on

IODI Kota Malang Asuh Atlet Dansa Prestasi Internasional
Kiri ke kanan : Patricia Trisno, Ariella Estee dan Evelyn Alexia atlet berprestasi IODI Kota Malang. (foto : kolase)

 

KABARMALANG.COM – Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) Kota Malang mengasuh sejumlah atlet dansa berprestasi nasional dan internasional.

Ketua Umum IODI Kota Malang, Inchie Indrawati mengabarkan, tahun 2021 ini, atlet dansa Bhumi Ngalam sudah melanglangbuana di kompetisi internasional.

“Yang paling terlihat yaitu Patricia Trisno, Beatrix Larasati, Evelyn Alexia dan Ariella Este,” ujar Inchie kepada Kabarmalang.com.

Patricia Trisno misalnya, meraup 5 medali emas dan 1 perak di sejumlah kompetisi.

Atlet putri 19 tahun yang juga warga Blimbing Kota Malang itu tampil di 20th Seoul Cup Korea Open Online Dancesport Championship 27 Juni 2021 (perak).

Kabar Lainnya : Siswa MAN 2 Malang Raih Perak Lomba Astronomi Internasional.

Juga, tampil di 7th Gensan Summer Youth Fest 1st Online Dancesport Competition 23 Mei 2021 (dua emas).

Kemudian, 109th Academic Year Sport Dance Championship of The University of The Republic of China, 9 Mei 2021 (emas).

Selain Patricia, ada pula Evelyn Alexia, atlet 11 tahun yang meraih 9 gold, 7 silver dan 4 bronze dari sejumlah kompetisi.

Evelyn yang warga Purwantoro, tampil di Metro Classic Online Dancesport Championship 21-22 Agustus 2021 (juara).

Dia juga berpresitasi di The Jamili’s Scholarship Cup 1 St online Dancesport Competition 12-13 Juni 2021 (perak).

Juga, 7th GenSan Summer Youth Fest 1 St online Dancesport Competition 22-23 Mei 2021 (perunggu) serta sejumlah kompetisi internasional lainnya.

Ada pula Ariella Estee, atlet asal Arjosari Kota Malang yang mengoleksi 2 emas, 4 perak dan 10 perunggu di usianya yang masih belia.

Ariella yang kelahiran 2012 ini sudah tampil di sejumlah kompetisi internasional. Misalnya, Manila Open Online Dancesport Competition, 8 Mei 2021 (perunggu).

Kemudian, Central Ball Open Dancesport Competition, 24 Januari 2021 (juara 1) dan sederet kompetisi lainnya.

Kemudian, ada pula sosok Beatrix Larasati yang mengoleksi 16 medali emas, 14 medali perak dan 3 medali perunggu dari puluhan kompetisi.

98d598d8 cdc7 465e ae50 b26e0e7d2887

Beatrix Larasati, atlet dansa IODI Kota Malang. (foto : ist)

Atlet kelahiran 2010 asal Sukun Kota Malang ini sudah tampil di sejumlah kompetisi seperti Korea Open Online Dancesport Championship 26 Juni 2021 (juara 1) dan puluhan kompetisi lainnya.

“Intinya mereka banyak tampil di kompetisi internasional, Korea, Taiwan, Filipina dan lain sebagainya. Ada juga yang kompetisi sifatnya nasional,” tambah Inchie.

Capaian prestasi dari para atlet ini tak lepas dari upaya IODI Kota Malang mengasuh serta menjadi wadah pengembangan bakat.

Kabar Lainnya : Lina Ruzhan: Kompetisi di Usia Dini Penting untuk Bentuk Karakter Manusia Unggul.

Tetapi, IODI harus mengatur sistem latihan untuk tetap menghindari penyebaran covid-19.

“Untuk masa pandemi ini kita lebih banyak berlatih via online. Mengingat pelatih-pelatih kita semua dari Surabaya.
Kita berlatih seminggu 2 kali, online,” terangnya.

Kemudian, satu bulan sekali, para atlet ini berkunjung ke Surabaya dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

“Sebulan satu kali, kita latihan offline ke Surabaya dengan metode prokes. Offline kita berlatih pun tetap memakai masker,” tambahnya.

WhatsApp Image 2021 09 11 at 20.12.21

Latihan offline para atlet IODI Kota Malang dengan protokol kesehatan. (foto : ist)

Meski demikian, IODI Kota Malang tidak ingin para atlet berprestasi ini berhenti dan puas sampai di sini.

Mereka masih muda dan memiliki banyak kesempatan untuk meraih prestasi. Menurut Inchie, IODI Kota Malang sekarang semakin mendekati Porprov 2022.

“Untuk kompetisi-kompetisi ke depan, kita sekarang fokus ke Porprov V11/2022,” tutupnya.(carep-04/yds)

Advertisement

Terpopuler