Connect with us

Edukasi

Anak Veteran dan Guru Honorer Dapat Keringanan

Diterbitkan

||

Rektor IBU Nurcholis Sunuyeko saat menyambut maba di kampus C Jalan Citandui. (Foto : Carep-04)

 

KABARMALANG.COM – IKIP Budi Utomo menghadirkan paket maba di bulan November. Yaitu, paket hari pahlawan dan hari guru.

Putra dan cucu veteran bakal mendapat keringanan biaya. Begitu juga, anak guru honorer.

“November ada hari pahlawan dan hari guru. Anak veteran dan anak guru honorer akan dapat keringanan. Berupa, bebas biaya pendaftaran dan sumbangan pembangunan,” ujar Rektor IBU, H Dr Nurcholis Sunuyeko MSi, kepada wartawan, di Jalan Citandui, saat Sambut Mahasiswa Baru (Samba), Rabu pagi (4/11).

Menurut Nurcholis, paket maba ini adalah penghormatan bagi pahlawan. Veteran adalah pahlawan yang menjaga kemerdekaan.

Sementara, guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Guru honorer utamanya, masih berjuang bagi pendidikan Indonesia.

“Kami sangat menghormati para pahlawan ini. Sehingga, kami siap memberi sumbangsih lewat paket ini. Sebagai penghargaan atas jasa-jasa mereka,” kata Nurcholis.

Mulai awal November, IBU membuka pendaftaran paket pahlawan dan guru. Pendaftaran paket ini berakhir 30 November.

Namun ada batasan kuota 40 maba. Karena, jumlah mahasiswa IBU sendiri sudah meningkat.

“Tahun lalu kami sekitar 1000. Sekarang 1500. Ini karena cara penerimaan pendaftaran yang nyaman. Dipicu juga oleh paket-paket itu,” jelas Nurcholis.

Selain itu, minat masyarakat ke perguruan tinggi, masih besar. Nurcholis mengatakan, kemudahan pendaftaran itu membangkitkan semangat berkuliah.

“Apalagi, bagi mereka yang kena pandemi, IBU ada keringanan. Yang kena PHK, deal dulu, bayar belakangan,” jelas Nurcholis.

Dalam pandemi juga, IBU mempersiapkan formula belajar yang pas. Kuliah tatap muka sudah berjalan.

Walaupun, ada batasan kuota. Saat ini, IBU sedang survei para mahasiswanya.

Baik maba atau senior, ditawari kesediaan kuliah tatap muka.

“Ada yang mau tatap muka. Makanya survei dulu. Karena ada syaratnya. Harus ada keterangan sehat dan bebas covid,” tambah Nurcholis.(carep-04/yds)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edukasi

Tanam Pohon, Wawali : Kuatkan Pendidikan Karakter

Diterbitkan

||

Foto: Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko menanam bibit pohon pule, ditemani Kadindikbud Kota Malang, Zubaidah (Istimewa).

KABARMALANG.COM –  Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko menyebut, gerakan menanam pohon bagian dari pendidikan karakter.

Karena ada unsur jiwa merawat dan menanam. Hal ini disampaikan Sofyan Edi disela gerakan menanam pohon di SMP Negeri 11 Kota Malang, Jumat (27/11), pagi.

Kegiatan bertajuk bulan bakti lingkungan sekaligus menyongsong penilaian Adiwiyata Nasional.

Gerakan ini ditandai dengan penanaman 20 bibit pohon pule oleh Wawali bersama Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Zubaidah, beserta perangkat SMP Negeri 11 Kota Malang.

“Jadi salah satu karakter yang ditanamkan saat ini, tidak saja mempunyai budi pekerti luhur, cinta tanah air, jiwa rela berkorban, tapi juga cinta lingkungan,” terang Edi, kepada wartawan, di SMP Negeri 11 Malang, Jumat pagi.

Menurut Edi, semua bagian itu diambil dari nilai-nilai dalam pendidikan karakter.

“Memang sengaja diadakan di lembaga pendidikan, karena ada unsur edukasi kepada anak-anak didik,” kata pria akrab disapa Bung Edi ini.

Kegiatan menanam pohon ini, kata Edi, menjadi momentum sangat tepat untuk merawat dan menjaga lingkungan.

“Jika sudah gemar menanam dan merawat. Alam akan lestari, kualitas lingkungan semakin baik, dan situasi semesta menjadi  stabil,” jelas Edi. (arl/rjs)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Perbaiki Konservasi, 7 Ekor Lutung Jawa Dikembalikan ke Alam

Diterbitkan

||

Lutung Jawa
Lutung Jawa yang dilepaskan oleh BKSDA Jawa Timur dan Java Langur Center (Foto : Kabarmalang.com)

 

KABARMALANG.COM – Tujuh ekor Lutung Jawa kembali dilepas ke alam liar. Lokasi yang dipilih adalah kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo yang berletak di kawasan Coban Talun Kota Batu.

Pelepasan perimata asli Jawa ini dilakukan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur bersama pegiat dari Javan Langur Center TAFIP, Kamis (26/11/2020).

“Yang dilepas kembali ke alam liar adalah, satu ekor jantan dan enam betina. Umurnya bervariasi dari 2 tahun hingga 7 tahun,” terang Project Manager Javan Langur Center TAFIP (The Aspinall Foundation Indonesia Program), Iwan Kurniawan kepada Kabarmalang.com pada Kamis (26/11).

Iwan merinci terhitung sejak tahun 2012 BBKSDA Jawa Timur bersama The Aspinall Foundation Indonesia Program telah melakukan 19 kali melepaskan Lutung Jawa ke habitat aslinya.

Dengan total Lutung Jawa sebanyak 102 ekor, untuk rinciannya 41 ekor di Coban Talun dan 61 ekor di Hutan Lindung Malang Selatan.

Lutung Jawa yang dilepaskan oleh BKSDA Jawa Timur dan Java Langur Center (Foto : Kabarmalang.com)

Lutung Jawa yang dilepaskan oleh BKSDA Jawa Timur dan Java Langur Center (Foto : Kabarmalang.com)

Lebih lanjut, Iwan menjelaskan program pelepasliaran ini terbukti mampu memperbaiki status konservasi satwa tersebut.

Karena jumlah populasi yang sebelumnya terhitung hanya berjumlah 100 ekor diantara 2010 sampai 2011, kini sudah mencapai 155 ekor.

Hal ini membuktikan bahwa Lutung Jawa mampu bertahan hidup dengan baik bahkan beberapa individu sudah berkembangbiak dan sebagian lagi bergabung dengan populasi liar di habitat barunya.

Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI BBKSDA Jawa Timur, Mamat Ruhimat mengaku, pemeriksaan kondisi kesehatan telah dilakukan secara bertahap dan lengkap.

Tujuh Ekor Lutung Jawa yang dilepaskan oleh BKSDA Jawa Timur dan Java Langur Center (Foto : Kabarmalang.com)

Tujuh Ekor Lutung Jawa yang dilepaskan oleh BKSDA Jawa Timur dan Java Langur Center (Foto : Kabarmalang.com)

Sebelum Lutung Jawa tersebut dilepasliarkan ke habitat barunya. Sehingga dipastikan bahwa lutung yang dilepaskan telah terbebas dari penyakit berbahaya menular.

Seperti TBC, hepatitis B, herpes simplex, SIV (Simian Immunodeficiency Virus), STLV (Simian T-lymphotropic virus) dan SRV (Simian Retro Virus).

“Kami juga memasangkan microchip transponder dalam tubuhnya sehingga dapat dimonitor oleh kami,” imbuhnya.

Mamat juga menambahkan bahwa tujuan pemasangan microchip ini bukanlah untuk melacak jejak namun hanya untuk mengidentifikasi identitasnya. (arl/rjs)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Reni Nur Farida, Guru Inspiratif Aisyiyah Malang

Diterbitkan

||

Reni Nur Farida, Kepala SD Aisyiyah Kota Malang (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Film Laskar Pelangi identik dengan kisah SD Muhammadiyah Gantong, Belitong. SD ini nyaris ditutup karena hanya memiliki sembilan siswa.

Namun sekolah tersebut tetap beroperasi setelah kedatangan Harun. Karena jumlah siswa genap menjadi sepuluh.

Para penonton pun akrab dengan kisah Bu Muslimah. Dia guru yang gigih dan inspiratif mengayomi anak didiknya.

Inspirasi seperti ini, tak jauh-jauh dari Malang. Adalah SD Aisyiyah Kota Malang yang memiliki sosok ‘Bu Muslimah’.

Nama guru tersebut Reni Nur Farida. Saat ini, Reni adalah Kepala SD Aisyiyah Malang.

Awal sekolah berdiri, Reni adalah guru kelas satu-satunya. Dia seperti Bu Muslimah Laskar Pelangi.

“Saat itu kami hanya berempat. Saya sebagai guru kelas. Ada kepala sekolah, guru olahraga dan tata usaha. Siswanya hanya enam,” ujar Reni kepada Kabarmalang.com, di SD Aisyiyah Malang, Rabu (25/11) kemarin.

SD Aisyiyah Malang didirikan 2004. Pendirinya adalah Organisasi Aisyiyah Kota Malang. Salah satu pendirinya adalah Masruhatin Abdullah.

Saat menjadi guru kelas, Reni merangkap mata pelajaran. Dia mengajar agama, IPA, IPS, Matematika dan PKN. Meskipun, dia adalah sarjana S1 pendidikan agama Islam.

Reni menceritakan suka dukanya di awal pendirian sekolah. Muridnya hanya enam.

Jumlah ini bertambah di tahun kedua. Sekolah itu kedatangan siswa dari Aceh.

Yakni anak-anak korban konflik Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Jumlahnya tiga puluh anak.

“Mereka dirumahkan di Panti Asuhan Aisiyah Malang,” terang Reni.

Para siswa dari Aceh sedikit berbeda dengan anak lain. Mereka kesulitan beradaptasi. Sehingga, menyulitkan proses belajar mengajar.

“Walaupun begitu, masih normal. Ya mungkin namanya juga anak kecil kan. Kami tetap sabar dan gigih mendidik siswa-siswa kami,” jelasnya.

Reni mengungkapkan, mendidik anak korban konflik adalah misi dakwahnya. Dia pun mengemban amanat pemberdayaan umat.

“Kami biasakan siswa berjamaah salat dhuha. Meskipun sunnah dan tidak harus berjamaah, kami ajarkan berjamaah. Ada satu anak mengimami,” ujar Reni.

Reni menuturkan hal tersebut adalah pendidikan moral dan akhlak. Ketika menjadi imam, mereka akan muncul rasa mawas diri.

Reni menasehati dan memperhatikan para siswanya. Menurutnya, tugas guru saat itu tak hanya mengajar.

Guru juga menjadi psikolog. Karena, mereka adalah anak-anak korban konflik bersenjata.

Sekolah ini berupaya mengayomi para anak didiknya. Para guru menempatkan diri sebagai orang tua bagi mereka.

 

Guru Adalah Panggilan Hidup Reni

Reni juga mengisahkan perjuangan awalnya untuk pendidikan. Bersama pengurus Aisyiyah, mereka berkeliling mencari dana operasional sekolah.

“Waktu itu kami berkeliling mencari donasi. Kami datang ke pengurus-pengurus Aisyiyah dan Muhammadiyah,” terangnya.

Setelah 16 tahun, SD Aisyiyah Malang tetap eksis. Reni mengaku bersyukur.

Karena, misi pendidik yang diembannya diridhoi Allah. Sehingga, SD-nya tetap eksis sampai sekarang.

SD Aisyiyah Kota Malang

Reni sendiri menjadi guru setelah diajak Masruhatin Abdullah, pendiri sekolah. Reni menemukan panggilan hidupnya sebagai pendidik.

Dalam momen hari guru nasional, Reni bertekad meneruskan pengabdiannya.

“Ini sekaligus menjalankan misi dakwah dan pengabdian kepada umat. Sejak kecil hingga kuliah, saya selalu di amal usaha Muhammadiyah,” jelasnya.

Hingga kini, SD Aisyiyah Malang berusia 16 tahun. Siswanya juga semakin banyak. Sepuluhan angkatan sudah diluluskan.

Sekarang, SD Aisyiyah Malang bisa lebih tematik. Karena, tenaga guru semakin bertambah. Tanfidz tematik adalah program andalannya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com