Connect with us

Edukasi

Kuliah Komunikasi UMM Bahas Film Publicist

Published

on

WhatsApp Image 2020 11 03 at 14 17 00
Webinar Communication Talk UMM tentang film publicist. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Kuliah perdana jurusan Ilmu Komunikasi UMM dikemas berbeda. Alih-alih mendengar dosen berkuliah, mahasiswa diajak talkshow.

Kemasan kuliah daring itu, Communication Talk: Expert Sharing Session. Kuliah ini menghadirkan alumni sukses di bidang promosi film. Yaitu, Novi Hanabi dan jurnalis Azizah Hanum.

Novi alumni Komunikasi UMM. Dia menjadi film publicist. Sekaligus co-founder dan COO GoodWork, Indonesia.

Diskusi membahas tema ‘Film Nggak Cuma Camera, Rolling, Action’. Diskusi dipandu moderator Rahadi, dosen Ilmu Komunikasi UMM.

Kuliah perdana ini sebenarnya diperuntukkan bagi maba 2020. Namun live Youtube-nya menyedot viewer besar.

“Sebenarnya untuk memotivasi dan memberi insight mahasiswa baru. Alhamdulillah mereka sangat antusias. Tidak sampai sehari ditonton lebih dari 10 ribu viewers. Ini artinya peminat dunia komunikasi sangat besar,” kata Sekretaris Prodi Ilmu Komunikasi UMM, Widiya Yutanti, Selasa sore (2/11).

Dalam diskusi, Novi menekankan peran publicist dan marketing film. Selama ini, post production film lebih fokus masalah teknis. Mulai dari colouring, grading, editing, dan hal teknis lainnya.

“Padahal memasarkan film itu sama penting dan challengingnya,” kata Novi.

Bujet Produksi Film dan Promosi Harus Sebanding

Novi mengatakan film publicist fokus pada media partnership. Sedangkan film marketing meliputi banyak hal.

Mulai media partnership, social media, distribution, activation, digital marketing. Termasuk promotion contents.

“Idealnya, produk harus dipasarkan dengan cost 1:1 biaya produksinya. Termasuk film,” ujar Novi.

Menurut Novi perhatian pada promosi di Indonesia masih rendah. Film Indonesia masih berorientasi pada kualitas produksi.

Tetapi, tidak memperhatikan promosinya. Jika ingin sukses, maka budget promo film harus besar.

Film yang sukses dipromosikan Novi antara lain NKCTHI (Visinema). Penontonnya tembus 2 juta lebih.

Film Dear Nathan Hello Salma (Rapi Film) pun begitu. Film ini sukses meraih 800 ribu penonton dalam waktu singkat.

Lebih fenomenal lagi, Film Button Ijo. Film ini mendapat 800 ribu penonton dalam 22 menit.

“Kami memanfaatkan media sosial untuk membangun motivasi dan inspirasi. Agar mahasiswa tetap produktif. Pandemi jangan menghalangi kita untuk menyapa dan membangun sinergi,” tutur Ketua Prodi Komunikasi UMM, M Himawan Sutanto.(carep-05/yds)

Advertisement

Terpopuler