Pemerintahan
NJOP Kabupaten Malang 2021 Stagnan, Jual Beli Tanah Terpengaruh

KABARMALANG.COM – Pandemi covid-19 membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang belum bisa menaikkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pada tahun 2021.
Akibatnya, NJOP pun masih stagnan. Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang, Made Arya Wedantara membenarkan.
Pemerintah Kabupaten Malang enggan menaikkan NJOP 2021. Karena untuk saat ini Pemkab Malang tidak ingin menambah keresahan masyarakat dengan menaikan NJOP.
Situasi masyarakat masih terkungkung covid-19. Sebaliknya pemerintah masih terus melakukan upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi.
“Kami memberi kesempatan kepada masyarakat untuk memulihkan perekonomian terlebih dahulu, baru menaikkan NJOP, kami tidak akan membebani,” ujar Made, Jumat (7/5).
Kabar Lainnya : Perhatikan, Ini 20 Titik Penyekatan Malang Raya Yang Berlaku Besok.
Dari catatan Bapenda, dalam rentang 20 tahun terakhir, Pemkab Malang tidak pernah penyesuaian NJOP, kecuali tahun 2020 lalu.
Ada penyesuaian NJOP di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Pujon, Ngantang dan Kasembon.
Terlepas dari kondisi saat ini, menurut Made, naiknya NJOP pastinya akan dapat berdampak pada naiknya nilai jual tanah.
Pemkab Malang tetap memetakan wilayah yang bisa mengalami kenaikan NJOP. Misalnya, wilayah obyek rencana pembangunan jalan tol Malang-Kepanjen.
Bapenda menyebut akan ada kemungkinan peningkatan pada harga tanah dan NJOP nantinya.
“Dari sisi masyarakat, keuntungan NJOP naik kan otomatis harga tanah juga naik. Hanya saja, jual tanah kan tidak lihat NJOP tapi lihat perolehan,” imbuh Made.
“Apalagi dengan adanya tol sangat berpengaruh, daerah sana pasti, nilai jualnya pasti tinggi,” ringkasnya.
Namun, Made memastikan bahwa kenaikan NJOP nantinya pasti tidak akan bergulir secara frontal.
“Nanti saat pandemi sudah mereda akan kami sesuaikan kenaikan NJOP. Tetapi sebelumnya, pasti akan kami lakukan sosialisasi terlebih dahulu,” akhirnya.(im/yds)
Peristiwa3 minggu agoFenomena Viral “Cacing” Persija Usai Kalah dari Persib: Sejarah Spanduk di Samarinda dan Dampak Klasemen
Olahraga3 minggu agoHasil Bali United vs Borneo FC 2-3: Pesut Etam Menang Dramatis, Persaingan Juara dengan Persib Kian Memanas!
Peristiwa3 minggu agoRupiah Melemah Tembus Rp17.516 per Dolar AS Hari Ini 12 Mei 2026, Rekor Tertinggi Akibat Inflasi Global
Peristiwa3 minggu agoIHSG Turun ke Level 6.905 pada 11 Mei 2026: Tertekan Sentimen MSCI dan Pelemahan Rupiah ke Rp17.500
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Turun Jadi Rp51.450 per Gram, Simak Rincian Harga Global dan Lokal
Serba Serbi3 minggu agoHarga Emas Antam Melonjak ke Rp2.859.000 per Gram Hari Ini 12 Mei 2026, Cek Rincian Buyback di Pegadaian
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 13 Mei 2026 Melonjak Lagi ke Rp56.200 per Gram, Tren Bullish Berlanjut
Peristiwa3 minggu agoPolemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Insiden Penilaian Viral di Kalbar Berujung Permohonan Maaf dan Penonaktifan Juri





































