Connect with us

Pemerintahan

Dinsos Kota Malang Sosialisasi Pemberdayaan Perempuan di Kelurahan Rampal Celaket

Published

on

IMG 20210418 104846
Agenda Sosialisasi Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan oleh Dinsos P3AP2KB Kota Malang (Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Dinsos P3AP2KB Kota Malang menghelat agenda Sosialisasi Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan, bertempat di Kantor Kelurahan Rampal Celaket, Jumat (16/4) kemarin.

Ani Rahmawiyati, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinas Sosial-P3AP2KB Kota Malang membenarkan. Sejumlah perwakilan perempuan di Kelurahan Rampal Celaket jadi peserta sosialisasi.

“Saya sosialisasikan tentang pengarus utamaan gender, supaya mereka (peserta) tahu bahwa kesetaraan antara lelaki dan perempuan itu tidak ada bedanya,” ucap Ani kepada Kabarmalang.com, Minggu (18/4).

Terkait pemberdayaan perempuan, Ani menegaskan bahwa posisi perempuan jaman sekarang sudah berbeda dengan jaman dulu yang selalu menjadi nomor dua.

“Misalnya dulu perempuan harus menjadi teman wingking seorang lelaki, sekarang sudah tidak lagi, dengan adanya kesetaraan gender, posisi perempuan sudah sama,” jelasnya.

“Jadi kita tidak bisa melupakan bahwa perjuangan ibu kita Kartini itu benar, dan sekarang itu sudah terlaksana, perempuan pun sudah bisa jadi nomor satu juga,” sambungnya.

Dinsos Kota Malang pun mendorong agar perempuan supaya bisa kreatif dan inovatif. Sehingga para kaum hawa tidak hanya bergantung pada laki-laki saja.

“Misalnya perempuan hanya mengikuti suami, perempuan tidak punya penghasilan, tak memiliki wewenang dan susah untuk berpendapat,” terangnya.

Ani mengatakan tujuan dari pemberdayaan perempuan untuk menghindarkan perempuan dari kekerasan kepada perempuan.

Dia menambahkan bahwa Pemkot Malang telah menggelontorkan anggaran Rp 150 juta kepada 57 kelurahan di Kota Malang.

Anggaran tersebut untuk tiga kategori kegiatan. Yakni kategori lansia, kategori pengarus utamaan gender, hingga kategori perlindungan anak dan perempuan. Tiap kategori anggarannya Rp 50 juta.

“Bahwa pengarus utamaan gender harus sampai ke masyarakat sosialisasinya. Anggarannnya sudah turun, tahun ini agendanya harus terlaksana,” akhirnya. (fat/fir)

Advertisement

Terpopuler