Politik
Sinergi Anak Negeri Serukan Malang Kondusif

KABARMALANG.COM– Sinergi Anak Negeri meminta aparat menindak aktor disintegrasi bangsa. Mereka juga menolak keras upaya merongrong keutuhan NKRI. Karena itu, mereka mendukung Malang Raya tetap kondusif.
Sinergi Anak Negeri terdiri dari berbagai organisasi pemuda. Yaitu, Kelompok Cipayung, HMI, GMNI, PMII, GP Ansor dan Banser. Serta, GM FKPPI, Aremania dan elemen lainnya.
Ketua GMNI Malang Raya, Aziz, prihatin atas situasi Malang belakangan. Karena, kelompok identitas keagamaan berdemo di depan Polresta Makota. Kelompok itu menyuarakan kasus tokoh elit keagamaan Jakarta.
“Malang sudah sangat kondusif. Kelompok organisasi kepemudaan masyarakat juga memiliki ikatan kebhinekaan erat. Jangan sampai aksi tersebut justru membuat kegaduhan di Malang, “ ujarnya Senin (21/12).
“Biarlah masalah di Jakarta menjadi domain aparat Jakarta. Jangan coba menyeret isu itu ke Malang Raya,” imbuhnya.
Ketua Umum HMI Malang, Sutriyadi mengamini. Persoalan hukum itu harus selesai secara hukum juga. Lembaga hukum negara harus mendapat ruang bekerja secara profesional.
“Kami akan dorong pemerintah untuk menegakkan hukum seadil-adilnya. Tidak perlu mencoba memanfaatkan isu kemanusiaan ini. Karena, itu kontraproduktif dengan komitmen negara untuk menuntaskannya,” papar Yadi, sapaannya.
Ketua PC GM-FKPPI Kota Malang, Rudi Nugroho pun sepakat. Dia tidak mau Malang terseret isu Jakarta seperti dulu.
Karena, itu memicu ketersinggungan kelompok lain. Yakni, mereka yang fokus menjaga kondusivitas Malang Raya. Serta bersatu dalam penanganan covid-19.
“Jangan ada kelompok tertentu yang menunggangi kegaduhan ini. Juga, mengancam keutuhan NKRI. Lewat, isu yang terjadi di luar Malang Raya,” jelas Rudi.
“Bukannya kami tidak peduli dan respect. Tetapi, harus kontekstual. Ketika ternyata ingin memecah NKRI, kami paling depan melawan,” tegas Rudi.
Menurutnya, kritikan terhadap kebijakan pemerintah adalah hal positif. Tetapi, Rudi mengharap salurannya benar.
Saran dan masukan pada pemerintah pun sangat baik. Selama, penyampaiannya beretika dan bermartabat.
“Apalagi kini kondisi pandemi. Seharusnya, hindari penyampaian aspirasi yang memicu kerumunan. Jangan memanfaatkan klaim kelompok agama tertentu untuk memaksakan kehendak,” tutupnya.
Muslim Malang Bersatu Demo ke Polresta Makota
Sebelumnya, terjadi aksi massa atas nama Muslim Malang Bersatu. Mereka mendatangi Mapolresta Makota di Jalan JA Suprapto.
Mereka menyuarakan pembebasan Habib Rizieq dari tahanan. Juga, menyuarakan pengusutan penembakan enam laskar Front Pembela Islam (FPI).
Baca juga : Polresta Makota Terima Aspirasi Simpatisan HRS
Massa longmarch melintasi pembangunan proyek Kayutangan Heritage. Massa mayoritas berbaju putih. Mereka juga membawa bendera bergambar Habib Rizieq.
Kehadiran massa mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Mereka berdemo di Jalan JA Suprapto, Jumat (18/12).(carep-04/yds)
Serba Serbi4 minggu yang laluDaftar Tarif Listrik PLN Agustus 2026 Resmi Tidak Naik: Rincian Lengkap Rumah Tangga dan Bisnis
Peristiwa4 minggu yang laluKota Padang Dilanda Banjir Besar di 15 Titik Hari Ini 3 Agustus 2026: Fasilitas Kesehatan Terendam, BPBD Terjunkan Perahu Karet
Pemerintahan4 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Hukrim3 minggu yang laluPelaku Penganiayaan di Gedangan Malang Berhasil Ditangkap Polres Malang Usai Sempat Buron
Serba Serbi4 minggu yang laluGerakan GAS UMKM KKN MAs Dorong Digitalisasi Pedagang Pasar Jumat Desa Tawangsari Lewat QRIS dan Google Maps
Serba Serbi3 minggu yang laluSosialisasi Olahan Daun Kelor KKN MAs Kelompok 109 Dorong Gizi dan Ekonomi di Desa Tumpang
Serba Serbi3 minggu yang laluInformasi Cuaca Jawa Timur Hari Ini Rabu 12 Agustus 2026 Cerah Berawan Tanpa Potensi Hujan
Serba Serbi3 minggu yang laluGerakan SEHATI Kelompok 99 KKN MAs Dorong Kesehatan Lansia dan Balita di Desa Tawangsari































