Pemerintahan
Tanjungrejo Siagakan Pos Pantau Cegah Stunting

KABARMALANG.COM – Dinkes Kota Malang tidak bergerak sendirian memerangi stunting. Sinergi berbagai pihak sangat krusial bagi peperangan melawan stunting.
Contohnya, keterlibatan Kelurahan Tanjungrejo lewat pos pantau Bundagia.
“Pos ini bertugas memonitor balita. Utamanya yang sedang dan pernah gizi kurang,” Edwin Daniel Seputra, Sekretaris Kelurahan Tanjungrejo, kepada Kabarmalang.com di Kantor Kelurahan Tanjungrejo, Kamis (12/11).
Pos pantau membantu Dinkes mencegah dan menangani kasus stunting. Kader-kader kesehatan ikut dilibatkan.
“Kita juga menyediakan sarana prasana mendukung kegiatan pos pantau,” jelasnya.
Pos pantau juga berfungsi sebagai jaringan informasi. Para kader yang ada dilibatkan dalam jaringan informasi ini.
“Supaya informasinya cepat. Jangan sampai karena kurang informasi, penanganannya menjadi kurang maksimal,” ungkapnya.
Kelurahan Wadah Penanganan dan Edukasi Stunting
Kelurahan siaga berupaya mewujudkan masyarakat Tanjungrejo yang sehat. Juga, peduli, dan tanggap terhadap masalah kesehatan.
Itu diungkapkan oleh Endah Catur Pujiwahyuni, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Tanjungrejo.
Dia berharap pos pantau bisa memonitor bunda-bunda. Yaitu, ibu-ibu yang memiliki balita gizi kurang.
“Harus segera mendapatkan penanganan. Sehingga, tak ada lagi balita kekurangan gizi,” ucapnya di sela-sela Lomba Kelurahan Siaga Aktif, di Kantor Kelurahan Tanjungrejo, Kamis (16/11).

Endah Catur Pujiwahyuni, Kasi PMK Kelurahan Tanjungrejo, presentasi dalam Lomba Kelurahan Siaga Aktif.
Para ibu juga bisa menimba ilmu di pos pantau.
“Di situ juga ada pelayanan promotiv preventif. Para ibu bisa tahu makanan bergizi untuk balita. Yang tidak harus mahal-mahal,” terangnya.
Gandeng Semua Elemen Kelurahan
Pos pantau Bundagia bersinergi dengan elemen lain Kelurahan Tanjungrejo. Misalnya, Puskesmas, PKK, LPMK, Dasawisma, dan RW.
Endah menambahkan dana penanganannya berasal dari jimpitan dan donatur. Karena pos pantau juga memberikan makanan tambahan bagi balita.
Ini bukan termasuk suplemen dari Puskesmas.
“Kita memberikan makanan segar. Dilakukan hari Jumat minggu ke tiga,” terangnya.
Pos pantau terus berkonsultasi dengan Puskesmas dan ahli gizi. Supaya, makanan bagi bayi kurang gizi bisa disediakan.(fat/yds)
Peristiwa3 minggu agoFenomena Viral “Cacing” Persija Usai Kalah dari Persib: Sejarah Spanduk di Samarinda dan Dampak Klasemen
Olahraga3 minggu agoHasil Bali United vs Borneo FC 2-3: Pesut Etam Menang Dramatis, Persaingan Juara dengan Persib Kian Memanas!
Peristiwa3 minggu agoRupiah Melemah Tembus Rp17.516 per Dolar AS Hari Ini 12 Mei 2026, Rekor Tertinggi Akibat Inflasi Global
Peristiwa3 minggu agoIHSG Turun ke Level 6.905 pada 11 Mei 2026: Tertekan Sentimen MSCI dan Pelemahan Rupiah ke Rp17.500
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Turun Jadi Rp51.450 per Gram, Simak Rincian Harga Global dan Lokal
Serba Serbi3 minggu agoHarga Emas Antam Melonjak ke Rp2.859.000 per Gram Hari Ini 12 Mei 2026, Cek Rincian Buyback di Pegadaian
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 13 Mei 2026 Melonjak Lagi ke Rp56.200 per Gram, Tren Bullish Berlanjut
Peristiwa3 minggu agoPolemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Insiden Penilaian Viral di Kalbar Berujung Permohonan Maaf dan Penonaktifan Juri





































