Connect with us

Peristiwa

Firasat Keluarga Korban Sebelum Tabrakan Kereta Api di Ngebruk

Published

on

IMG 20200911 WA0018
Foto: Kakak kandung Setiawan Junaidi, Juli Setyahadi. (Foto: Imron Haqiqi).

KABARMALANG.COM –  ‘Malang tidak bisa ditolak, mujur tak bisa diraih’ .Pepatah itulah yang terjadi pada korban kecelakaan kereta api di Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang Kamis (11/9/2020) kemarin.

Juli Setyahadi (58), kakak kandung Setiawan Junaidi (52), salah satu korban yang saat itu juga menjadi pengemudi mobil yang tertabrak kereta api itu mengatakan bahwa saat itu, adiknya tersebut kali pertama mengantarkan istrinya untuk pergi arisan.

“Tidak disangka, hari itu menjadi hari terakhirnya bersama istri dan salah satu anaknya,” ungkap Juli saat ditemui di rumah duka, Desa Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Jumat (11/9/2020).

Biasanya, lanjut Juli, ketika hendak pergi arisan, mendiang Setiawan kerap tidak mengantar dan menyuruh istrinya untuk menggunakan ojek online, disebabkan pihaknya mempunyai keluhan penyakit jantung.

“Sementara anaknya yang terakhir itu juga ikut karena memang sedang lengket-lengketnya pada ayahnya (Setiawan Junaidi). Makanya ia pun juga ikut,” bebernya.

Sementara itu, disisi lain Juli beserta keluarga juga memiliki firasat tidak enak terkait adik yang nomor tiga itu, pasalnya meski mempunyai keluhan penyakit jantung, Setiawan kerap terlihat nongkrong di warung kopi.

“Kalau punya penyakit jantung kan tidak boleh minum kopi. Tapi adik saya akhir-akhir ini kerap terlihat minum kopi bersama anaknya. Setelah meninggal begini baru terasa kalau ia mau pergi untuk selamanya,” katanya.

Tak ayal, Juli sekaligus keluarganya mengaku sangat kehilangan atas kepergian adik ketiga dari 5 bersaudara itu.

Diberitakan sebelumnya, Setiawan Junaidi bersama 6 penumpang mobil Xenia yang dikemudikannya mengalami kecelakaan, Kamis (10/9/2020) kemarin.

Kecelakaan itu terjadi saat Setiawan hendak menyeberangi rel kereta api di kawasan Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.

Tak disangka pihaknya tidak mengetahui saat itu ada KA Penataran dari arah timur melaju kencang, sehingga menabrak mobil hitam bernopol N 1784 EU itu.

Akibatnya, 3 dari 7 orang penumpang mobil tersebut tewas. Sedangkan 4 orang lainnya mengalami luka berat.

Menurut informasi yang dihimpun Kabarmalang.com, diduga saat mengendarai mobil tersebut, suara musiknya terlalu kencang, sehingga tidak terdengar bel kereta api yang hendak melintas.

Kini, 4 orang yang mengalami luka-luka tersebut sedang menjali perawatan intensif di RSUD Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. (haq/rjs)

Advertisement

Terpopuler