Connect with us

Edukasi

Pemahaman Warga KWJ terhadap Kebencanaan Meningkat

Diterbitkan

||

Kampung Warna Warni

 

KABARMALANG.COM – Kampung Warna-Warni Jodipan (KWJ) satu di antara kampung wisata yang bertemakan visual tourism di Kota Malang. Lokasinya di bantaran Sungai Brantas. Rawan terdampak bencana banjir.

Dari informasi warga dan hasil observasi, banjir terjadi setiap tahun ketika musim hujan ketika curah hujan tinggi. Sementara warga belum memiliki kesadaran akan kesiapan menghadapi bencana.

Warga selalu was-was dan melakukan antisipasi ketika musim hujan tiba. Salah satunya dengan membangun rumah di ketinggian tertentu. Tujuannya agar air limpahan sungai Brantas tidak memasuki rumahnya.

Meski demikian, penting bagi para warga untuk memiliki pengetahuan tentang siaga bencana. Termasuk bagaimana menyelamatkan diri dari bahaya bencana yang terjadi.

Beberapa pihak harus dilibatkan termasuk BPBD, warga masyarakat, dan instansi lain yang terkait dalam rangka usaha siaga bencana dan pencegahan dampak bencana.

Salah satu pendekatan yang digunakan dalam program doktor mengabdi yang diketuai oleh Dr. Sumi Lestari, S.Psi, M.Si dengan anggota Dr. Intan Rachmawati, S.Psi, M.Si, Muhammad Rosyihan, H., M.Hum dan dibantu oleh Muhammad Afif Alhad, S.Psi, M.Si. serta mahasiswa yang terlibat meliputi Anisa Adrianita Amelia, Lisa Efendy, Purnama Rizkqi, dan Adelia Octaivia Siswoyo adalah pendekatan aspek kognitif yaitu peningkatan pemahaman warga tentang bencana alam.

Peningkatan pemahaman warga dapat dilakukan melalui berbagai macam kegiatan yang salah satunya adalah penyuluhan.

Penyuluhan dilakukan dengan cara memberikan informasi kepada para warga terkait dengan pengetahuan tentang bencana termasuk faktor penyebab bencana, dampak bencana, penanggulangan yang bisa dilakukan, apa saja yang harus dilakukan ketika bencana datang, dan pemulihan setelah terjadi bencana.

Tujuan akhir dari program pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan pemahaman dan perubahan perilaku masyarakat melalui pendekatan kognitif.

Perilaku yang diharapkan berkaitan dengan kesadaran siaga bencana karena lokasi tempat tinggal warga yang berada di bantaran sungai. Sangat disadari sepenuhnya bahwa perubahan perilaku yang dimaksud tidak bisa terjadi secara instan, oleh karena itu diperlukan komitmen dan konsistensi dalam melakukan program sehingga hasil yang diharapkan bisa tercapai dengan maksimal.

Metode yang digunakan dalam program Doktor Mengabdi yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Brawijaya ini dengan pemberian booklet yang berisikan tentang literasi kebencanaan.

Warga kampung wisata warna warni sangat antusias dalam mengikuti kegiatan doktor mengabdi, warga mengikuti kegiatan dengan baik dan seksama.

“Dalam kegiatan doktor mengabdi kami memberikan pretest dan posttest untuk melihat dan mengukur sejauh mana efektifitas pemberian booklet terhadap pemahaman dan pengetahuan warga kampung wisata warna-warni terkait dengan kebencanaan,” kata Dr. Sumi Lestari, Sabtu (22/08/2020).

Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kegiatan doktor mengabdi dengan menggunakan media booklet efektif untuk meningkatkan pemahaman warga kampung warna warni terhadap kebencanaan. (Adv)

Edukasi

Ospek Daring Program Pendidikan Vokasi UB Ramah Difabel

Diterbitkan

||

Oleh

Ketua Pelaksana PKKMB Program Pendidikan Vokasi UB 2020, Harnan Maliki Abdullah

 

KABARMALANG.COM – Ospek di Kampus Universitas Brawijaya dikenal dengan istilah Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Universitas Brawijaya (PKKMB UB). Untuk tahun ajaran 2020/2021, karena sedang masa pandemi, maka proses PKKMBnya dilaksanakan secara daring.

Khusus di PKKMB UB Program Pendidikan Vokasi, tahun ini diikuti oleh 1119 mahasiswa baru. Dari total jumlah tersebut, ada sekitar seratusan mahasiswa baru yang difabel atau berkebutuhan khusus.

“Vokasi termasuk yang banyak, karena lebih ke keterampilan, seperti di programing di teknologi informasi, kita sediakan untuk isyarat dan penerjemahnya, jumlahnya ada sekitar seratusan mahasiswa difabel,” ujar Ketua Pelaksana PKKMB Vokasi UB 2020, Harnan Maliki Abdullah, Senin (21/09/2020).

Abdul menambahkan, beberapa yang bisa disebutkan adalah pendertia tuna rungu. Diberikan layanan difabel seperti di TV, ada penerjemah isyarat di pojok layar.

Untuk keterangan tambahan, dari total 1119 mahasiswa baru Program Pendidikan Vokasi UB 2020 terdiri dari program studi keuangan perbankan, program studi administrasi bisnis, program studi perhotelan, dan program studi desain grafis. (fat/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Mahasiswa UB buat gel dari Asam Jawa untuk Pemutih Gigi Alami

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Tiga mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Ririn Lutvita Sari (FKG), Afina Muti’ah Tuhepaly (FKG), dan Kharisma Ghanyysyafira (FT) membuat gel dari Asam Jawa yang berguna untuk memutihkan gigi secara alami.

Salah satu mahasiswa, Ririn Lutvita Sari mengatakan gigi yang mengalami perubahan warna secara ekstrinsik, sulit dihilangkan dengan cara menggosok gigi ataupun scalling, dan salah satu cara yang selama ini dilakukan adalah dengan pemutihan gigi atau Bleaching.

Namun, bahan pemutih gigi itu memberikan efek meningkatnya porositas atau penurunan kekuatan gigi, sehingga menurunkan kekerasan enamel.

Oleh karena itu, Ririn dan kawan-kawan mencoba memaksimalkan potensi asam jawa sebagai bahan pemutih gigi.

Ia menjelaskan, bahan alami yang mempunyai kemampuan untuk merubah warna gigi atau menghilangkan noda gigi yaitu asam malat (malic acid).

Dan, salah satu buah yang mengandung asam malat (malic acid) adalah buah asam jawa (Tamarindus indica L.).

Ririn, kemudian mengubah Asam Jawa menjadi gel untuk menjadi produk pemutih gigi, dan bisa diaplikasikan ke gigi selama kurang lebih 10-20 menit dan dilakukan 2-3 kali dalam satu hari.

Produk pemutih gigi berbentuk gel dari asma jawa lebih efektif dan aman karena memiliki ukuran nanopartikel, dan menggunakan bahan-bahan alami.

Sedangkan Asam Malat sendiri memiliki berat molekul sangat rendah sehingga mampu berdifusi ke dalam email dan dentin, dan dapat mengoksidasi permukaan email gigi dengan cara melepaskan oksigen yang bebas pada ikatan rangkap dari senyawa organik dan anorganik dalam gigi.

“Dalam proses bekerjanya akan terjadi proses oksidasi melibatkan oksigen dan hilangnya hidrogen. Pada proses oksidasi terjadi pemecahan rantai zat chromofor pada gigi yang sebelumnya berikatan pada pelikal, sehingga menyebabkan warna gigi menjadi lebih gelap dan terjadi reaksi reduksi yang membuat warna gigi menjadi lebih terang,” kata Ririn dalam keterangan resminya, Senin (21/9/2020).

Dosen pembimbing, Feni Istikharoh, drg menjelaskan hampir 90% material kedokteran gigi merupakan produk impor, sehingga tidak heran jika material kedokteran gigi saat ini relatif mahal.

“Kita tahu bahwa Sumber Daya Alam di Indonesia sangatlah melimpah, salah satunya adalah asam jawa. Asam jawa memiliki kandungan asam malat dan asam oksalat yang cukup tinggi,” beber Feni terpisah.

Adanya penelitian mengenai asam jawa yang nantinya dikembangkan menjadi produk nanogel, dapat berpotensi untuk digunakan sebagai produk material pemutih gigi yang aman, serta memiliki kemampuan untuk memutihkan gigi yang tidak kalah dengan produk luar negeri,” sambungnya.

Feni berharap melalui produk tersebut dokter gigi tidak perlu mengimport material pemutih gigi dari luar negeri lagi.

“Jika kita dapat mengolah sumber daya alam kita yang begitu melimpah, kedepan harapannya kita dapat mengurangi ketergantungan untuk mengimport material kedokteran gigi,” Feni Istikharoh menambahkan. (rjs/fir)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Kreatif, Mahasiswa UB Membuat Kasa dari Sarang Tarantula

Diterbitkan

||

Oleh

Ilustrasi Kasa dari Sarang Tarantula, Buatan Mahasiswa UB

 

KABARMALANG.COM – Lima mahasiswa UB lintas fakultas membuat desain kasa dari sarang telur Laba-laba Tarantula atau KASPRO.

Rizky Senna salah satu anggota tim mengatakan selama ini sarang telur tarantula dipandang sebelah mata oleh sebagian besar masyarakat Indonesi. Padahal di balik itu semua sarang telur tarantula menyimpan berjuta manfaat yang jarang diketahui.

“Kandungan protein fibroin atau fibrinoin yang tinggi pada sarang telur tarantula mampu membantu mempercepat penghentian darah serta penyembuhan pada luka terbuka,” kata Rizky.

Dia menambahkan, luka terbuka yang dibalut dengan kasa akan mengalami regenerasi karena jumah sel fibroblas, sintesis kolagen, kekuatan tensile, kontraksi luka dan periode epitelisasi.

“Penyembuhan luka Kasa Kaspro melalui kandungan protein yang ada di dalamnya. Cara kerjanya sama seperti kasa biasanya, hanya saja penyembuhan bisa lebih cepat,” lanjut Rizky.

Anggota tim lain sekaligus Manajer Produksi, Yushidayah menjelaskan sarang telur tarantula didapat dari hasil pembudidayaan selama sekitar dua bulan sebelum sarang telur tarantula dipanen.

Pembudidayaan tersebut , lanjut Yushidayah, dilakukan dengan bekerjasama dengan mitra pecinta/kolektor tarantula yang ada di Indonesia.

Ming Cu, salah satu pemilik sekaligus mitra tarantula terbesar di Indonesia mengungkapkan desain inovasi Kasa Sarang Tarantula sangat menarik karena lebih efektif dalam penyembuhan luka dibandingkan dengan kasa konvensional.

Selain itu limbah dari sarang telur tarantula memang jarang digunakan atau diolah kembali menjadi bahan/produk yang bermanfaat.

“Ya, sangat menarik ya, inovasi dari temen-temen ini bagus sekali, apalagi limbah tarantula jarang juga digunakan atau diolah kembali menjadi bahan/barang yang bermanfaat,” ungkap Ming Cu. (fat/fir)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com