Connect with us

Edukasi

Pemahaman Warga KWJ terhadap Kebencanaan Meningkat

Published

on

IMG 20200822 155348
Kampung Warna Warni

 

KABARMALANG.COM – Kampung Warna-Warni Jodipan (KWJ) satu di antara kampung wisata yang bertemakan visual tourism di Kota Malang. Lokasinya di bantaran Sungai Brantas. Rawan terdampak bencana banjir.

Dari informasi warga dan hasil observasi, banjir terjadi setiap tahun ketika musim hujan ketika curah hujan tinggi. Sementara warga belum memiliki kesadaran akan kesiapan menghadapi bencana.

Warga selalu was-was dan melakukan antisipasi ketika musim hujan tiba. Salah satunya dengan membangun rumah di ketinggian tertentu. Tujuannya agar air limpahan sungai Brantas tidak memasuki rumahnya.

Meski demikian, penting bagi para warga untuk memiliki pengetahuan tentang siaga bencana. Termasuk bagaimana menyelamatkan diri dari bahaya bencana yang terjadi.

Beberapa pihak harus dilibatkan termasuk BPBD, warga masyarakat, dan instansi lain yang terkait dalam rangka usaha siaga bencana dan pencegahan dampak bencana.

Salah satu pendekatan yang digunakan dalam program doktor mengabdi yang diketuai oleh Dr. Sumi Lestari, S.Psi, M.Si dengan anggota Dr. Intan Rachmawati, S.Psi, M.Si, Muhammad Rosyihan, H., M.Hum dan dibantu oleh Muhammad Afif Alhad, S.Psi, M.Si. serta mahasiswa yang terlibat meliputi Anisa Adrianita Amelia, Lisa Efendy, Purnama Rizkqi, dan Adelia Octaivia Siswoyo adalah pendekatan aspek kognitif yaitu peningkatan pemahaman warga tentang bencana alam.

Peningkatan pemahaman warga dapat dilakukan melalui berbagai macam kegiatan yang salah satunya adalah penyuluhan.

Penyuluhan dilakukan dengan cara memberikan informasi kepada para warga terkait dengan pengetahuan tentang bencana termasuk faktor penyebab bencana, dampak bencana, penanggulangan yang bisa dilakukan, apa saja yang harus dilakukan ketika bencana datang, dan pemulihan setelah terjadi bencana.

Tujuan akhir dari program pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan pemahaman dan perubahan perilaku masyarakat melalui pendekatan kognitif.

Perilaku yang diharapkan berkaitan dengan kesadaran siaga bencana karena lokasi tempat tinggal warga yang berada di bantaran sungai. Sangat disadari sepenuhnya bahwa perubahan perilaku yang dimaksud tidak bisa terjadi secara instan, oleh karena itu diperlukan komitmen dan konsistensi dalam melakukan program sehingga hasil yang diharapkan bisa tercapai dengan maksimal.

Metode yang digunakan dalam program Doktor Mengabdi yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Brawijaya ini dengan pemberian booklet yang berisikan tentang literasi kebencanaan.

Warga kampung wisata warna warni sangat antusias dalam mengikuti kegiatan doktor mengabdi, warga mengikuti kegiatan dengan baik dan seksama.

“Dalam kegiatan doktor mengabdi kami memberikan pretest dan posttest untuk melihat dan mengukur sejauh mana efektifitas pemberian booklet terhadap pemahaman dan pengetahuan warga kampung wisata warna-warni terkait dengan kebencanaan,” kata Dr. Sumi Lestari, Sabtu (22/08/2020).

Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kegiatan doktor mengabdi dengan menggunakan media booklet efektif untuk meningkatkan pemahaman warga kampung warna warni terhadap kebencanaan. (Adv)

Advertisement

Terpopuler