Connect with us

Pemerintahan

Pemkot Malang Siapkan Makam Khusus Pasien Corona

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Pemerintah Kota Malang mengambil langkah cepat demi mengantisipasi kepadatan tempat pemakaman di tengah pandemi. Lahan khusus disediakan bagi pasien terindikasi Covid-19 yang meninggal dunia. Area pemakaman yang dipilih adalah tempat pemakaman umum (TPU) Sukorejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

“TPU Sukorejo saat ini dikhususkan untuk memakamkan warga Kota Malang yang meninggal karena Covid-19 Penyediaan lahan khusus ini, untuk mempercepat proses pemakaman jenazah serta dikarenakan TPU lain sudah padat,” ujar Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, Jumat (14/8/2020).

Sofyan Edi menegaskan, lokasi pemakaman itu, mampu menampung setidaknya 800 makam dengan luas area lahan sekitar 1,5 hektare. Kesiapan adanya area pemakaman ini sangat penting di tengah menghadapi pandemi Covid-19.

“Diperkirakan mampu 800 makam, dengan luas 1,5 hektare. Pada area itu masih banyak yang kosong dibandingkan TPU lain di wilayah Kota Malang,” tegas politisi dari Partai Golkar ini.

Dalam proses pemulasaran jenazah, lanjut Edi, petugas diburu oleh durasi waktu. Dengan batas waktu yang telah ditentukan oleh tim dokter, maka jenazah pasien Covid-19 harus sudah dimakamkan.

“Ada batas waktu, dalam proses pemakaman yakni sekitar 6 jam. Karena untuk menghindari cairan keluar. Maka dari itu, dibutuhkan area makam yang mudah diakses oleh kendaraan dan petugas tidak kesulitan dalam mengangkat peti jenazah. Karena TPU lain, sudah dalam kondisi padat,” beber Sofyan Edi.

Terpisah, Kepala UPT Pengelola Pemakaman Umum (PPU) Kota Malang, Takroni Akbar menambahkan, bahwa area makam khusus pasien Covid-19 dulunya sering digunakan untuk memakamkan jenazah Mr dan Mrs X. Lokasinya berada di sebelah timur TPU Sukorejo.

“Memang hampir semua TPU sudah padat, dan medannya sulit. Maka kemudian dipilih area makam khusus bagi pasien Covid-19, yang biasanya digunakan untuk memakamkan jenazah Mr dan Mrs X,” imbuh Takroni.

Hampir setiap hari, disampaikan Takroni ada saja pasien terindikasi Covid-19 meninggal dan dimakamkan. Petugas bersama relawan berjibaku untuk segera memakamkan jenazah, baik itu siang hari maupun malam hari.

“Kadang kita sering dibully, jika ada pemakaman pasti cair (uang). Padahal itu tidak. Semua kami lakukan murni karena rasa kemanusiaan membantu warga yang meninggal dengan menerapkan protokol Covid-19,” kata Takroni.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 per 13 Agustus 2020, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia sebanyak 67 orang, sementara warga terkonfirmasi positif mencapai 933 orang, pasien sembuh sebanyak 526 orang. (rjs/fir)

 

Pemerintahan

Walikota Sutiaji: Perilaku Bersih adalah Kebutuhan, bukan Kewajiban

Diterbitkan

||

Oleh

Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji

 

KABARMALANG.COM – Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji dalam kehadirannya pada Kegiatan World Cleanup Day di Kelurahan Sukun RW 03, mengungkapkan bahwa perilaku menjaga kebersihan bukan hanya menjadi kewajiban, tetapi kebutuhan.

“Bahwa ternyata kebersihan menjadi kunci dari sebuah kesehatan, dan kesehatan jadi kunci keberhasilan-keberhasilan selanjutnya. Saya kira itu yang perlu kita tanamkan pada peringatan kali ini,” ujar Sutiaji, Rabu (23/09/2020).

Sutiaji sangat mengapresiasi masyarakat dan segenap perangkat RW 3 Kelurahan Sukun, karena sudah mampu melestarikan kebersihan sejak tahun 2012.

“Saya mengapresiasi, karena ini sudah menjadi perilaku masyarakat dan gak dibuat-buat, susah kalau kita bisa berjalan sekian tahun, tanpa adanya kebiasaan,” sambung Sutiaji.

Dalam agenda ini juga ada proses pemilahan sampah dari masyarakat. Terkait hal itu, menurut Sutiaji, apa yang diciptakan Tuhan tidak ada yang tidak berguna, di saat manusia itu mempunyai inovasi dan kreasi.

Di saat yang bersamaan juga diadakan webinar dengan kampung-kampung lain untuk membahas tentang gerakan perilaku bersih.

“Saya kira ini bisa diviralkan , sehingga menjadi kebiasaan dan tabiat warga Kota Malang,” tutup Sutiaji. (fat/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Buka Lowongan Kerja Di Tengah Pandemi Covid-19

Diterbitkan

||

Oleh

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo

 

KABARMALANG.COM – Sudah menjadi rahasia umum, bahwa mencari pekerjaan di tengah pandemi Covid-19 saat ini cukup sulit. Alih-alih lowongan pekerjaan, perusahaan justru banyak yang merumahkan karyawannya.

Namun berbeda dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. Pihaknya justru membukan lowongan pekerjaan honorer alisa Non PNS di tengah pandemi untuk 115 Calon Tenaga Kerja Kesehatan.

Ada 15 formasi yang dibutuhkan oleh Dinkes Kabupaten Malang. Rinciannya Dokter umum sebanyak 65 orang, dan 13 Dokter Gigi, serta 39 tenaga administrasi.

“Sebenarnya kekurangan tenaga kerja ini sudah sejak sebelum masa pendemi Covid-19. Tapi di tengah pandemi ini jutru semakin membutuhkan,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo.

Ditanya apakah nanti calon tenaga kerja itu nantinya juga akan bekerja sebagai petugas Covid-19, Arbani membenarkan.

“Iya termasuk untuk itu (Covid-19). Makanya untuk dokter umum dan dokter gigi kita membutuhkan yang mumpuni sekaligus mampu berkomitas,” tuturnya.

Lebih lanjut, Mantan Direktur RSUD Lawang itu mengatakan bahwa mayoritas calon tenaga dokter nantinya akan ditempatkan di UPT Puskemas di seluruh Kabupaten Malang.

“Idealnya satu dokter menangani 5000 pasien. Termasuk nanti calon tenaga kerja dokter yang diterima di sini. Jadi harus bisa menangani minimal 5000 pasien,” tutupnya. (haq/fir)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Walikota Sutiaji Menerima Tim Penilai Lomba Terminal Sehat

Diterbitkan

||

Oleh

Walikota Sutiaji Menerima Tim Penilai Lomba Terminal Sehat

 

KABARMALANG.COM – Walikota Malang H. Sutiaji menerima tim penilai lomba terminal sehat pada hari Selasa (22/09/2020) di Terminal Madyopuro Kota Malang.

Walikota Sutiaji didampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan, Handi Priyanto, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Sri Winarni dan Kabag Humas Kota Malang, Nurwidianto menerima tim penilai yang dipimpin oleh Mulia Utama dari BPTD wilayah XI Jawa Timur.

“Dengan lahan yang luas dan terbilang cukup asri, terminal ini juga berpotensi untuk dapat dikembangkan lebih lanjut,” ujar Mulia.

Kota Malang, lanjut Mulia, adalah satu-satunya kota di Jawa Timur yang masih memiliki terminal tipe C dan masih sangat produktif.

“Saya berharap terminal madyopuro dapat mewakili Jawa Timur di ajang perlombaan selanjutnya,” tambah Mulia.

Sementara itu, Walikota Sutiaji menyampaikan rasa syukurnya karena pada pagi hari ini Kota Malang menerima Tim Penilai Terminal Sehat. “Kita berharap nanti akan ada evaluasi sehingga terminal madyopuro dapat semakin berkembang, karena kita ingin menjadi yang terbaik,” tegasnya.

Sutiaji juga menambahkan bahwa kedepan terminal madyopuro akan dijadikan terminal wisata dan rest area bagi apra pengunjung yang akan masuk ke Kota Malang serta ingin berwisata ke kawasan Bromo Tengger Semeru.

“Lahan yang ada akan terus kita perbaiki, fasilitasnya pun akan ditambah, dengan demikian terminal madyopuro akan semakin ramai,” tandasnya. (fat/fir)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com