Connect with us

Serba Serbi

Idul Kurban, DPC PDI Perjuangan Kota Malang Sembelih 5 Sapi dan 12 Kambing

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Malang menyembelih 5 sapi dan 12 kambing pada hari raya Idul Adha 1441 H tahun 2020.

Penyembelihan dilakukan di halaman dalam kantor PDIP Jalan R. Panji Soeroso, No. 5 C, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Sabtu (01/08/2020).

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua DPC PDI Perjuangan I Made Riandiana Kartika, Sekretaris Eko Herdiyanto, Bendahara Achmad Zakaria dan anggota DPRD Kota Malang Fraksi PDI Perjuangan serta segenap pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Malang.

Ketua DPC PDI Perjuangan, I Made Riandiana Kartika mengatakan pemotongan hewan kurban di tengah pandemi Covid-19 ini, sebagai penyemangat untuk terus berbagi kepada warga yang membutuhkan.

“Ini agenda rutin tahunan dimana tiap tahun kita melaksanakan idul kurban, tahun ini kita bersyukur ada 5 sapi dan 12 kambing,” ujarnya, Sabtu (01/08/2020).

Bantuan hewan kurban ini, lanjut Made sapaan akrab I Made Riandiana Kartika, kita dapatkan dari hasil gotong royong mulai dari Ahmad Basarah DPR RI, Andreas Hugo Pareira DPR RI dan Sri Untari Bisowarno dari DPRD Provinsi.

“Sumbangan dari bapak Ahmad Basarah, bapak Andreas Hugo Pareira dan ibu Untari masing-masing 1 sapi,” terang Made yang juga sebagai Ketua DPRD Kota Malang ini.

Made melanjutkan, DPRD Kota Malang Fraksi PDI Perjuangan menyerahkan 2 sapi dan sumbangan dari beberapa kader serta simpatisan PDI Perjuangan yang ikut peduli berjumlah 12 kambing.

“Dua sapi dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang dan 12 kambing berasal dari sumbangan kader serta simpatisan PDI Perjuangan,” Made melanjutkan.

“Nantinya, pembagian daging kurban kita prioritaskan ke pengurus internal dulu mulai dari DPC, PAC dan anak ranting yang berjumlah sekitar 2.500 setelah terpenuhi baru kita kirim ke eksternal,” Made mengakhiri. (ary/fir)

Serba Serbi

PSSI Hormati Keputusan Polri Soal Izin Kompetisi Sepakbola

Diterbitkan

||

Oleh

Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 di undur

 

KABARMALANG.COM – Apresiasi diberikan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali terhadap keputusan Polri yang tidak mengeluarkan izin keramaian untuk bergulirnya Liga 1 dan Liga 2.

Hal itu disampaikan Menpora RI bersama Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita, Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi, dan Sesmenpora Gatot S Dewa Broto di loby Kemenpora, Selasa (29/09/2020).

Pada konfrensi pers yang menerapkan protokol kesehatan tersebut. Menpora RI menyampaikan dirinya sudah melakukan rapat koordinasi bersama Ketua Umum PSSI dan PT LIB serta jajaranya terkait perkembangan terhadap persepakbolaan di Tanah Air.

Pada rapat koordinasi tersebut, PSSI telah mengambil sikap dengan bijak dan arif terkait kelanjutan Liga 1 dan Liga 2.

“PSSI memutuskan menunda penyelanggaraan kompetisi 1 bulan ke depan. Bahwa apa yang dilakukan Ketum PSSI, PT LIB dan jajaran pengurus harus kita apresiasi. Kemenpora mengapresiasi sikap dari Ketua Umum PSSI dengan mengedepankan apa yang menjadi keselamatan umum, seperti yang disampaikan oleh Mabespolri,” kata Menpora dalam siaran pers yang diterima Kabarmalang.com.

Menpora RI meminta kepada semua stakeholder sepakbola Indonesia untuk memahami keputusan ini.

“Mohon kepada seluruh insan sepakbola nasional, juga bisa memahami apa yang diputuskan oleh PSSI. Kita berharap pandemi ini segera berakhir, Insyallah akan ada lanjutan kompetisi. Semoga sebulan kedepan ada tanda-tanda kondisi yang membaik untuk penyelenggaraan kompetisi, sehingga kita bisa melakukan kompetisi kembali,” tambahnya.

Sementara, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menyampaikan Liga 1 dan 2 yang tadinya akan berlangsung 1 Oktober dilangsungkan pertandingan antara PSS Sleman lawan Persik Kediri harus diundur sesuai arahan Polri yang tidak mengeluarkan izin keramaian.

“Kita ketahui bersama Mabes Polri sudah merilis yang dikeluarkan oleh Kadivhumas, bahwa sementara menunda mengeluarkan izin keramaian dengan beberapa pertimbangan,” tegas Iriawan.

Pertimbangan pertama, kata Iriawan, Polri menganggap kasus Covid-19 di Indonesia masih cukup tinggi. Pihaknya sangat menyadari kondisi yang menjadi pertimbangan itu.

Yang kedua, Polri sudah mengeluarkan maklumat dan tidak mengeluarkan izin di semua tingkatan pada saat sekarang ini.

“Atas dua keputusan tersebut, tentunya kami federasi (PSSI) menyikapi hal ini dengan menghormati dan memahami keputusan yang belum mengizinkan atau menunda kompetisi Liga 1 dan Liga 2 untuk diputar kembali. Sekali lagi, kami menghormati dan memahami keputusan yang diambil pihak Mabes Polri,” ungkap Iriawan.

PSSI juga mengapresiasi kepada klub yang sudah bersemangat dan berkorban untuk menyiapkan tim untuk melanjutkan kompetisi. Seperti kesiapan tim yang berada di Pulau Jawa, baik di Yogja maupun Malang.

PSSI yakin dan optimis lanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 pada waktunya setelah situasi pandemi selesai akan secepatnya bisa bergulir kembali.

“PSSI memohon khususnya kompetisi ditunda 1 bulan, karena kalau kompetisi dimulai pada bulan November, itu akan selesai bulan Maret, itu masih ada waktu kita berkompetisi, karena kalau dimulai bulan Desember akan dipastikan mundur, karena April sudah masuk bulan Ramadan, dan Mei masuk Piala Dunia U-20 tahun 2021,” ujarnya.

“Itu harapan kami kepada pemerintah dan kepolisian, apabila kondisi memungkinkan, satu bulan kami akan gulirkan lagi kompetisi Liga 1 dan Liga 2. Kita tahu jika satu kompetisi ini tidak berlanjut, itu akan menghilangkan satu generasi, dan timnas tidak bisa mengikuti agenda FIFA ataupun AFC, ya mungkin dipandang tidak baik oleh FIFA dan AFC,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tak mengeluarkan izin bergulirnya Liga 1 dan Liga 2 karena pertimbangan masih tingginya penularan virus Corona.

“Terkait Liga Indonesia 1 dan 2 yang akan dilaksanakan mulai tgl 1 Oktober 2020, Polri tidak mengeluarkan izin Keramaian dengan pertimbangan: Pertama, situasi Pandemi COVID dimana jumlah masyarakat yang terinfeksi masih terus meningkat,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, Senin (28/09/2020). (rjs/fir)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Bencana Kebakaran 2020 Sebanyak 56 Kali, Terbesar PT Unirama Duta Niaga Karangploso

Diterbitkan

||

Oleh

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPBK) Damkar Kabupaten Malang (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Sudah menjadi langganan. Memasuki musim kemarau angka bencana kebakaran di Kabupaten Malang mulai meningkat. Puncaknya menurut Damkar Kabupaten Malang biasanya pada bulan Oktober 2020.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPBK) Damkar Kabupaten Malang, Goly Karyanto memaparkan sepanjang tahun 2020 sampai bulan September ini bencana kebakaran sudah sebanyak 56 kali.

“Trennya dari tahun kebakaran ini kerap terjadi dari bulan Agustus dan puncaknya pada Oktober, tapi semoga tahun ini menurun,” terangnya, Selasa (29/09/2020).

Lebih rinci, Goly mengatakan pada tahun 2019 lalu jumlah kebakaran di Kabupaten Malang mencapai 96 kejadian. Sedangkan pada tahun 2018 lalu sebanyak 86 kejadian.

“Penyebab kebakaran itu biasanya akibat kelalaian masyarakat. Seperti kompor tidak dimatikan lalu ditinggal keluar, konsleting listrik, dan akibat puntung rokok,” ujarnya.

Berkaitan dengan hal itu, Goly berharap masyarakat lebih waspada lagi, agar angka kebakaran pada tahun ini dapat ditekan.

“Selama ini, kami (Damkar) sudah sering memberikan edukasi terhadap masyarakat. Hanya saja, masih banyak masyarakat yang abai terhadap potensi kebakaran itu,” ujarnya.

Terakhir, Goly mengatakan bahwa selama rentang beberapa tahun terakhir ini, musibah kebakaran paling besar yang terjadi di Kabupaten Malang adalah di PT Unirama Duta Niaga yang berlokasi di Kecamatan Karangploso pada Kamis (24/09/2020) lalu.

“Pada saat itu kita butuh waktu 28 jam untuk memadamkan. Padahal kebakaran Pasar Lawang yang terjadi pada tahun 2019 lalu kita hanya butuh waktu 18 jam untuk memadamkan,” tutupnya. (haq/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

JLC Rehabilitasi 23 Lutung Jawa

Diterbitkan

||

Oleh

Foto : Lutung jawa yang dikarantina di JLC TAFIP

 

KABARMALANG.COM – Sebanyak 23 Ekor Lutung Jawa saat ini tengah menjalani proses rehabilitasi, sebelum dilepas ke alam liar.

Perimata itu menjalani rehabilitasi di JLC TAFIP (Javan Langur Centre-The Aspinall Foundation Indonesia Program) yang terletak di Coban Talun, Desa Tulung Rejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Rehabilitasi ini merupakan salah satu langkah yang dilakukan sebelum nantinya lutung jawa dirilis ke alam liar dan dilestarikan

“ini semua kami peroleh dari hasil sitaan BKSDA serta penyetahan dari masyarakat,” ungkap Project Manager JLC Iwan Kurniawan, Selasa (29/9/2020).

Iwan menerangkan dalam JLC TAFIP ini Lutung Jawa akan diperiksa kesehatannya selama tiga bulan kemudian disosialisasi bersama koloninya.

Tak hanya itu saja, dalam kandang lutung jawa juga dipantau proses sosialisasinya. Naluri alamiah mereka dibangun sebelum dilepas liarkan secara berkelompok.

Pengenalan pakan alami dan psikomotoriknya diperhatikan.

“Apakah sudah bisa memanjat-manjat. Nanti pada pelepasannya juga akan dilakukan secara kelompok,” terangnya.

Dijelaskan sebelum masa pelepasan juga dilakukan proses adaptasi selama seminggu dan ketika berhasil maka akan diberikan tanda di ekornya untuk diawasi apakah berkembang biak atau tidak.

“Untuk proses mulai masuk hingga pelepasan di alam liar memakan waktu yang berbeda-beda untuk setia hewan. Dilihat dari segi kesahatan, psikomotorik, kognitif, dan afektif jika sudah bagus makan akan dilepaskan,” ungkapnya.

Iwan menambahkan rata-rata lutung yang telah dilepaskan sudah memiliki koloni mengingat status konservasi lutung jawa saat ini adalah rentan punah. (arl/rjs)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com