Connect with us

Kabar Batu

9 ASN Kota Batu Terpapar Covid-19, Balaikota Among Tani Belum Jadi Klaster Perkantoran

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Sembilan ASN (Aparatur Sipil Negara) Kota Batu yang tercatat pada Senin kemarin (27/07) masih belum membuat Gedung Balaikota Among Tani dikatakan senagai klaster perkantoran.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Walikota Batu Punjul Santoso ketika dikonfirmasi Kabarmalang.com pada Selasa (28/07/2020).

“Belum bisa dikatakan sebagai klaster perkantoran karena tidak terjadi transmisi lokal disana,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, ia mengungkapkan untuk menghindari terjadinya klaster perkantoran maka Pemkot Batu mulai menerapkan kebiasaan baru untuk berdiam diri di kantor tidak lebih dari 2,5 jam.

Selain itu, pegawai yang bekerja di Pemkot Batu baik ASN maupun honorer wajib berjemur ketika pukul telah menunjukkan di angka 09.00 WIB hingga 10.00 WIB agar mendapatkan asupan vitamin D yang maksimal dan pukul 12.00 WIB sampai 12.30 WIB.

Selain itu, pendingin ruangan juga akan dimatikan dan mewajibkan tempat bekerja untuk membuka jendela sehingga sirkulasi udara bisa terus berganti.

“Dimulainya sudah sejak kemarin. Tidak tahu akan berjalan sampai berapa lama,” imbuh orang nomor dua di Kota Batu tersebut.

Punjul juga menambahkan, dengan adanya kebiasaan baru ini bisa menghentikan penambahan angka ASN yang terkonformasi positif Covid-19.

Senada, Juru Bicara Satgas Pencegahan covid-19 M. Chori membeberkan bahwa klaster perkantoran baru bisa terjadi jika terjadi penularan dari dalam. Sedangkan untuk kasus yang terjadi, terdata ASN yang terkonformasi memiliki kontak fisik dengan pihak luar dan menular ke rekan kerja.

“Untuk status klaster perkantoran masih dalam kajian Dinkes Kota Batu karena transmisi yang terjadi dari luar. Sedangkan untuk 9 ASN yang terkonformasi terdapat di Dewan, DP3A2KB, Diskominfo, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Bagian Kesra, Kesbangpol, dan Bagian Umum,” Papar Chori.

Sementara itu untuk Gedung Balaikota Among Tani telah dilakukan disinfeksi sejak minggu lalu sedangkan untuk aturan WFH (Work Form Home) disesuaikan dengan SKPD (Satuan Kerja Perangkag Daerah) masing-masing. (arl/fir)

 

Advertisement HUT PDIP ke 48

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com