Connect with us

Pemerintahan

Dikritisi DPRD Terkait SILPA 2019, Ini Jawaban Pemkot Batu

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Kritisi dari DPRD Kota Batu terkait membludaknya SILPA (Sisa Lebih Pembelanjaan Anggaran) tahun 2019 yang mencapai Rp 310 Miliar mendapatkan respon dari Pemkot Batu.

Terkait hal ini, Walikota Batu Dewanti Rumpoko membeberkan bahwa membludaknya SILPA tersebut terjadinya karena adanya pekerjaan yang gagal lelang pada tahun tersebut.

“Perencanaan itu sudah ada, tetapi ada yang gagal lelang sehingga membuat SILPA itu terjadi,” jelas wanita yang arab disapa Bude ini, Selasa (07/07/2020).

Ia mencontohkan, salah satu pekerjaan yang gagal tersebut seperti pembangunan hanggar kendaraan Damkar (Pemadam Kebakaran) yang akan dibangun di belakang gedung Balaikota Among Tani.

Tak hanya itu saja, SILPA yang mencapai ratusan juta tersebut merupakan salah satu tabungan dari Pemkot Batu untuk membangun Pasar Besar Batu, jika tidak mendapatkan bantuan dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

Maka, Kota Batu bisa membangun Pasar Besar secara mandiri. Namun ketika pemerintah pusat menggelontorkan anggaran sebesar Rp 200 Miliar terjadilah SILPA tersebut.

“Nanti SILPA ini akan kami upayakan untuk pemulihan ekonomi di Kota Batu. Kami akan menyasar UMKM dan lain-lain yang terkena dampak pandemi Covid-19,” ucap Bude.

Ia juga menambahkan, pihaknya juga telah menginstruksikan kepada OPD di Kota Batu agar dalam minggu-minggu ini menyerahkan program prioritas yang bisa mengurangi nilai SILPA yang membludak tersebut. (arl/fir)

Advertisement HUT PDIP ke 48

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com