Connect with us

Hukrim

Insiden Pembakaran Bendera, PDIP Kabupaten Malang Resmi Layangkan Aduan

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – DPC PDIP Kabupaten Malang resmi melayangkan pengaduan ke Polres Malang terkait insiden pembakaran bendera partai berlambang banteng itu di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ketua BBHA DPC PDIP Kabupaten Malang, Agus Subyantoro SH mengatakan bahwa insiden pembakaran bendera itu juga mendapatkan atensi dari Kapolres Malang.

“Sebelum kami menyerahkan apa yang menjadi aduan kami, ternyata itu juga menjadi atensi bagi beliau. Dan sudah ditindaklanjuti, karena TKP (tempat kejadian perkara, red) di Jakarta, maka ditindaklanjuti di Polda Metro Jaya. Sedangkan kami sebagai organ partai, melaksanakan intruksi pimpinan bahwa kami mengedepankan penyelesaian secara hukum,” ujar Agus, ditemui di Mapolres Malang, Sabtu (04/07/2020).

Laporan itu dilakukan oleh pengurus harian dan Badan Bantuan Hukum dan Advokasi atau BBHA PDIP Kabupaten Malang. Mereka diterima langsung oleh Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar bersama Kasatreskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo serta Kasat Intelkam Polres Malang, AKP M Syuhada.

Ditambahkan Agus, selain insiden pembakaran bendera itu, ada 2 poin lagi yang diadukan ke Polres Malang hari ini. “Ada 3 hal yang kami sampaikan. Satu, masalah perusakan, pembakaran bendera partai. Bendera PDI itu dibakar, kami sampaikan itu, kami anggap itu sebagai pelanggaran pasal 406, 170 dan 160,” bebernya.

“Kemudian aksi di Jakarta tersebut, dalam aksinya, mereka mengidentikan PDI sama dengan PKI (Partai Komunis Indonesia, red). Itu sama dengan menuduh kami, memfitnah kami, pencemaran nama baik, itu juga kami laporkan, 310 dan 311,” lanjut Agus.

“Dalam aksi tersebut kan massa juga membawa bendera organisasi partai terlarang, palu arit, membawa bendera PKI, dibakar. Bagi kami bukan dibakarnya, tapi ketika membawa bendera partai terlarang yang harus diusut adalah siapa yang memesan, siapa yang memproduksi, kan jelas-jelas itu bendera partai terlarang. Mereka bisa membawa bendera partai terlarang kan berarti ada yang memesan, ada yang memproduksi, itu kami minta diusut. Itu di pasal 170. Dan kami tadi mendapat jaminan dari bapak Kapolres, bahwa itu akan diusut,” pungkas Agus. (dim/fir)

Hukrim

Jambret Bersimbah Darah Dimassa, Dilepas Warga Karena Sudah Mbah

Diterbitkan

||

Jambret Bersimbah Darah Dimassa, Dilepas Warga Karena Sudah Mbah
Pelaku penjambretan yang tersebar di Facebook. (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Jambret di Desa Penarukan, Kepanjen, bersimbah darah. Selasa (19/1), kabarnya warga berhasil menangkap tangan pelaku tersebut.

Warga juga menghakimi jambret itu sampai bersimbah darah. Kemudian, netizen mengunggah foto pelaku di sosial Facebook.

Tampak dalam postingan, diduga jambret berlumuran darah. Pelaku juga menunjukkan identitasnya.

Dia memakai jaket jeans biru. Rambutnya sudah terlihat beruban. Darah terlihat mengucur di pelipisnya.

Terlihat juga warga mengerumuninya. Baca Juga : Barang Bukti Dibuang, Dua Jambret Dimasa Warga.

Beberapa netizen pun berkomentar di postingan ini. Mereka membenarkan peristiwa itu terjadi Selasa kemarin.

Tetapi, ada perbedaan versi. Menurut sejumlah warga net, ini bukanlah peristiwa penjambretan. Melainkan, pencurian yang tertangkap tangan.

“Bukan jambret tetapi ambil uang jualan buah. Yang benar itu ambil uang. Karena, yang uang itu milik saudara suami saya,” kicau warga net bernama Atik Setiawati.

Kapolsek Kepanjen, Kompol Yatmo membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Iya benar, telah terjadi penjambretan Selasa (19/1/2021) kemarin,” ungkapnya.

Tetapi, anehnya, warga melepaskan pelaku tersebut.

“Warga sekitar melepas. Alasannya karena sudah mbah (kakek),” ungkapnya, Rabu (20/1).

Karena itu, Polsek Kepanjen melakukan penyelidikan lebih lanjut. Yakni, mengungkap siapa pelaku penjambretan tersebut.

“Anggota kami masih di TKP melakukan penyelidikan. Korbannya siapa juga masih kami identifikasi,” tuturnya.

Baca Juga ; Baru Dilepas, Residivis Tertangkap Curi Motor Lagi.

“Saat ini kami masih meminta keterangan warga di TKP,” tandasnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Pengembang Perum Longsor Menghilang, Polisi Tunggu Analisa Pemkot

Diterbitkan

||

Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Hadi Santoso (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COMPemkot Malang menyoroti perizinan site plan Griya Sulfat Inside. Karena, satu korban sudah tewas akibat longsor di situ.

DPUPRPKP Kota Malang sudah berusaha mencari  pengembangnya. Tetapi, Si pengembang hilang.

“Sampai kemarin kami belum bisa ketemu pengembang Griya Sulfat. Masih kami cari pengembangnya. Katanya mereka ada di daerah Sukun,” kata Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Hadi Santoso kepada wartawan, Rabu (20/1).

Soni sudah memiliki banyak bahan untuk interogasi. Misalnya terkait keberadaan rumah korban longsor. Yakni jarak empat meter untuk jalan. Dan dua meter untuk batas bangunan.

“Ternyata  itu buat carport (emperan mobil). Jadi longsor karena memang berbatas dengan sungai. Nanti itu yang akan kami sampaikan kepada pengembang,” jelasnya.

Menurut Soni, pengembang harus bertanggung jawab atas longsor tersebut.

“Mereka harus bertanggung jawab,. Karena telah memakan satu korban jiwa,” tegasnya.

Soni juga akan memeriksa perizinan pengembang. Yakni, apakah site plan saat mengajukan izin sesuai pembangunan.

Baca Juga : Satu Rumah Longsor di Griya Sulfat Inside, Izin Pengembang Dikorek.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengamini. Dia memerintahkan DPUPRPKP untuk segera memeriksa dokumen perizinannya.

“Kami juga minta segera ada tindakan. Karena, warga yang mengungsi di posko harus bisa kembali. Tentu nanti, masalah plengsengnya (ambrol),” ujarnya.

Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata ikut menambahkan. Dia akan menunggu hasil analisa tim ahli Pemkot Malang.

“Misalnya, hasil analisa menemukan pelanggaran. Kami akan proses hukum” tandasnya.

Baca Juga : KPK Peringatkan Bahaya Pengembang Bodong.

Sebelumnya,  tanah longsor terjadi Kelurahan Bunulrejo, Senin (18/1) sore. Satu orang pun hilang. Korban bernama Roland Sumarna, 40, warga Griya Sulfat Inside.

Tanah longsor terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Sementara, korban sedang membersihkan drainase tersumbat di depan rumahnya.

Korban jatuh terseret material longsor ke dalam Sungai Bango. Setelah pencarian, tidak ada respon dan tanda-tanda korban.

Bagian rumah korban yang mengalami longsor, hanya halaman depan. Sementara, posisi rumah korban menghadap ke arah sungai. Jarak rumah hanya lima meter dari bibir Sungai Bango.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Komplotan Ranmor Bondet Karangploso Ditembak Di Kedua Kakinya

Diterbitkan

||

Komplotan Ranmor Bondet Karangploso Ditembak Di Kedua Kakinya
Polres Batu saat penyidikan dan menunjukkan tembok rumah warga yang jebol karena bondet. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Komplotan ranmor bondet Karangploso sempat menghebohkan warga. Satu pelaku sempat melemparkan bondet kepada polisi, Kamis (14/1).

Kemarin (19/1), satu komplotan ranmor bondet itu tertangkap. Yakni, Sodir, warga Pasrepan Kabupaten Pasuruan. Dia tertangkap di Terminal Pasrepan.

“Yang tertangkap adalah salah satu komplotannya. Sedangkan yang melempar bom bondet masih belum,” terang Kasat Reskrim Polres Batu AKP Jeifson Sitorus, Rabu siang (20/1).

Komplotan ranmor bondet tertangkap dengan dua tembakan di kakinya. Karena, dia melakukan perlawanan ketika akan tertangkap.

Pelaku ini tertembak di paha, Jumat (15/1). Ini tembakan pertama. Karena, Sodir lari ketika akan terciduk di Langlang Singosari.

Sodir tertembak di paha sebelah kanan. Tetapi, dia tetap berhasil lolos dari kejaran polisi.

Dia terjun ke jurang di Desa Purwoasri Singosari. Baca Juga : Kejar Dua Pelaku Curanmor, Polisi Dilempar Bondet, Satu Tertangkap.

“Lalu, tembakan kedua meletus Selasa kemarin di Terminal Pasuruan. Petugas meluncurkan tembakan karena dia tetap berusaha kabur,” imbuhnya.

Jeifson juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Misalnya, satu set kunci T. Anak kunci T sebanyak 5 buah.

Juga, satu motor merk Honda Vario hitam 2018. Nopol kendaraan ini N-3584-KI. Baca Juga : Komplotan Curanmor Dibekuk, 2 Pelaku Didor.

Sekarang, Polres Batu masih memburu satu DPO lagi. Yakni pelaku inisial FR yang melempar bondet kepada polisi.

Sebelumnya Kabarmalang.com memberitakan adanya komplotan ranmor bondet Karangploso. Kawasan Karangploso geger dengan adanya ledakan bom bondet.

Dua tersangka pencurian motor melemparkan bondet kepada polisi. Saat itu, satu pelaku tertangkap.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement HUT PDIP ke 48

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com