Connect with us

Hukrim

Pendampingan LBH 19.III dengan Kades Selorejo Resmi Dicabut

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Pendampingan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Malang 19.III dengan Kepala Desa (Kades) Selorejo resmi dicabut. Hal ini berdasarkan kesepakatan bersama yang dilakukan di Balai Desa Selorejo, Kabupaten Malang.

“Kerjasama dengan Kades Selorejo terkait permasalahan Tanah Kas Desa (TKD) ditanam jeruk, hari ini resmi kita cabut,” ujar Andi Rachmanto Ketua LBH Malang 19.lll, Kamis (02/07/2020).

Pencabutan kuasa tersebut dikarenakan kesibukan yang semakin meningkat, untuk harus melayani perkara-perkara dikalangan masyarakat menengah kebawah yang membutuhkan bantuan hukum kami.

“Karena dalam klausul ada salah satu pasal itu,  apabila ada sebab- sebabnya kerja sama bisa diakhiri,” ucapnya.

Lebih profesionalnya, lanjut Andi, penyelesaian perkara tersebut pada ruang lingkup Desa Selorejo, karena mungkin dari pihak Kades memiliki cara lain yang dirasa lebih kompeten atau lebih baik untuk menyelesaikan permasalahannya.

“Mungkin dari pihak desa itu punya cara tersendiri untuk menyelesaikannya. Sedangkan dari kami adanya cuma kesibukan yang banyak membantu masyarakat menengah kebawah,” ungkapnya.

Termasuk di masa pandemi ini, sambung Andi, apabila ada pihak-pihak lain yang membantu permasalahan Kades dengan warganya kami juga kurang tau, karena LBH ini merupakan wadah para penegak hukum, advokat, maupun pekerja bantuan hukum, kita juga punya rel tersendiri bebas dari interfensi dan independen.

“Intinya untuk kontrak ini diakhiri, karena ini masalah intern antara Kades Selorejo dengan warganya,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Selorejo Bambang Soponyono membenarkan, bahwa dirinya memang telah memutuskan kontrak kerja dengan LBH 19.lll Malang.

“Ini berdasarkan kesepakatan bersama, jadi kita dengan pihak LBH hari ini kerjasamanya sudah selesai, kita tidak ada permasalahan apapun,” ujarnya.

Bambang juga menyampaikan ke Andi Rachmanto, bahwa mungkin ke depan kita kalau mau menjalin kerjasama apapun, bisa dilanjut lagi, bisa ditermin lagi kerjasama yang lain.

“Nantinya saya ingin kerjasama dengan LBH 19.lll Malang lebih secara umum menata desa ke depan. Nanti kalau kita perlukan dan ada kesepakan lagi, maka saya siap berkoordinasi,” ucap Bambang. (ary/fir)

Hukrim

Maling Truk Tumpang Tertangkap GPS

Diterbitkan

||

Maling Truk Tumpang Tertangkap GPS
Barang bukti Truk. (Foto: Istimewa)

KABARMALANG.COM – Komplotan maling truk di Tumpang tertangkap. Berkat GPS yang terpasang dalam truk, empat pelaku diamankan.

Komplotan maling truk ini berasal dari Jember. Yakni, perempuan bernama Suminah, 39. Lalu, Ahmad Sulaiman, 32. Misro, 54. Serta, Kholil, 30.

Gerombolan maling truk ini beralamat sama. Mereka berempat warga Kedungliyer, Jambesari, Sumber Baru, Jember.

Maling truk beraksi di Dusun Glagahdowo, Desa Pulungdowo, Tumpang. Truk yang dicuri adalah Mitsubishi Colt N 9448 UA.

Truk ini tersebut milik warga inisial RA. Sehari-harinya, truk digunakan untuk mengangkut ayam.

Truk itu lenyap pekan lalu, (12/10). Awalnya, korban memarkir truknya di depan rumah pukul 01.00.

Truk diparkir dalam keadaan terkunci. Korban lalu pergi masuk ke dalam rumah untuk tidur.

Diduga, komplotan pencuri truk beraksi saat korban tengah tidur. Yakni sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Setelah bangun tidur, korban kaget melihat truknya hilang. Dia bangun sekitar pukul 07.00.

Dia melihat dari bekas ban truk melaju ke arah timur. Korban langsung melapor ke Polsek Tumpang.

Baca juga : Pria Poncokusumo Empat Kali Keluar Masuk Penjara

Dia mengalami kerugian sampai Rp 150 juta. Polsek Tumpang, langsung menangani peristiwa ini.

Unit IV Opsnal Satreskrim Polres Malang juga turun penyelidikan. Pelacakan via GPS dilaksanakan.

Hasilnya, truk ada di Sumber Baru Jember. Polsek Sumber Baru diajak koordinasi.

Penangkapan terhadap empat tersangka pun sukses. Mereka digelandang kembali ke Malang.

Barang bukti truk berhasil diamankan. Termasuk, 81 keranjang ayam, serta peralatan truk lainnya.

“Kasusnya dilimpahkan dari Polsek Tumpang ke Polres Malang,” kata Kapolsek Tumpang, AKP Irwan Tjatur kepada Kabarmalang.com, Senin (19/10).

Komplotan pencuri truk mendekam dibalik tahanan. Mereka terancam hukuman Pasal 363 ayat (1) ke-5 KUHP. Ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Kejari Usut Kerugian Negara Kasus Lahan SMAN 3 Batu

Diterbitkan

||

Kejari Kota Batu Supriyanto (Foto : Arul)

KABARMALANG.COM – Kasus lahan SMAN 3 Kota Batu berpotensi merugikan negara. Ini kata Supriyanto Kepala Kejari Kota Batu.

Dia akan berkoordinasi dengan BPKP (Badan Pemeriksaan Keuangan Pusat). Dia bakal menelisik potensi kerugian akibat pengadaan lahan itu.

Tepatnya, lahan di Desa Sumbegondo, Bumiaji, Kota Batu.

“Semua bukti-bukti kami kumpulkan sampai lengkap dan maksimal. Harus diketahui pasti berapa nilai kerugiannya. Nanti akan kami sampaikan siapa yang ditetapkan tersangka,” ujarnya kepada Kabarmalang.com pada Jumat siang (16/10).

Kasus dugaan markup pengadaan lahan bersumber dari APBD 2014. Kasus terkuak karena Kejari Kota Batu menemukan unsur pidana.

Lahan itu seluas 8000 meter persegi. Pengadaannya menelan anggaran hampir Rp 9 miliar.

Sebelumnya, Kejari Kota Batu sudah memeriksa 27 saksi. Itu berasal dari ASN aktif maupun purna tugas. Serta pihak ketiga dan tim ahli. Yaitu, Mappi, BPN hingga BPKP.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Dugaan Baru, Balita Bululawang Terhanyut di Selokan

Diterbitkan

||

Polsek Bululawang beserta tim relawan saat mengecek saluran irigasi sungai untuk mencari Bagus Setya Ramadhan. (Foto: Istimewa)

KABARMALANG.COM – Polsek Bululawang dan SAR marathon mencari Bagus Setyo Ramadhan.  Yaitu, balita 1,5 tahun, yang hilang di sekitar rumahnya.

Sampai Jumat (16/10), polisi masih mencari di di Gang Makmur, Desa Bululawang.

“Saat ini jajaran kami bersama para relawan masih terus mencari,” terang Kapolsek Bululawang, Kompol Pujiyono saat dikonfirmasi Kabarmalang.com, Jum’at (16/10) malam.

Berdasarkan informasi terbaru, ada dugaan Bagus terhanyut di selokan. Karena, anak ini kali terakhir terlihat di aliran irigasi.

“Ada yang menduga kalau anak itu diculik. Ada yang menduga anak ini terhanyut aliran sungai irigasi. Tapi kami tidak mau menduga-duga. Kami terus penyelidikan dan mengumpulkan informasi,” katanya.

Pujiono menceritakan hasil pengumpulan keterangan terbarunya.

Sebelum dinyatakan hilang, balita ini sedang bermain di rumahnya. Saat itu, ayah dan kakeknya sedang berbincang di situ.

“Lantas korban bilang ingin ke rumah neneknya. Rumah tersebut berhadap-hadapan dengan rumah korban. Jarak rumahnya sekitar 1,5 meter,” ujarnya.

Baca juga : Bocah 1,5 Tahun Asal Bululawang Hilang

Jaraknya memang sangat dekat sekali. Tapi, pergerakan anak ini tidak terpantau.

“Durasi waktu korban hilang hanya sekitar 4 menit,” tutur Pujiono.

Sementara, relawan, Agus Demit mengatakan aliran selokan sedang tinggi.

“Kira-kira tingginya selutut orang dewasa. Padahal saat ini tidak ada hujan. Kalau biasanya aliran selokannya kecil,” jelasnya.

Korban Anak Kembar

Bagus adalah putra pasangan Danang Andrianto, 37, dan Rustin Cahyani, 32.

Dia memiliki saudara kembar, bernama Bagas Dwi Ramadhan.

Saat Bagas hilang, ayahnya Danang sedang berbincang dengan kakeknya, Suarli, 63.

Ibu korban, Rustin, berulang kali pingsan. Karena, dia tidak mampu melawan kesedihan anaknya hilang.(im/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com