Connect with us

Hukrim

DPC PDIP Kota Malang Resmi Adukan Pembakar Bendera Partai ke Polresta

Diterbitkan

,

Seluruh pengurus DPC PDIP Kota Malang saat mengadukan pembakaran bendera partai ke Polresta Malang Kota

KABARMALANG.COM – DPC PDI Perjuangan Kota Malang resmi mengadukan kasus pembakaran bendera partai ke Polresta Malang Kota. DPC PDIP Kota Malang berharap, kepolisian dapat mengusut tuntas kasus tersebut. Pengaduan secara resmi tersebut juga diikuti seluruh pengurus DPC PDIP Kota Malang.

“Kami bersama 15 pengurus lengkap dan fraksi, telah membuat pengaduan resmi terkait unjuk rasa pada 24 Juni lalu, yang berimbas kepada pembakaran bendera partai,” terang Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang I Made Riandiana Kartika kepada wartawan di Mapolresta, Rabu (1/7/2020).

Sebagai petugas sekaligus kader partai, kata Made, merasa harkat dan harga diri terganggu atas aksi pembakaran bendera partai tersebut.

“Tentu saja, kami sebagai petugas sekaligus kader partai merasa harkat dan harga diri kami diganggu atas kejadian itu dan kami ingin supaya kasus ini diusut tuntas. Karena delik di Jakarta, kami hanya bisa membuat pengaduan beserta barang bukti yang kita miliki,” ucap Made juga Ketua DPRD Kota Malang ini.

Dikatakan, DPC PDI Perjuangan Kota Malang mendorong Kapolresta Malang Kota meneruskan surat pengaduan pembakaran bendera partai kepada Kapolri Jenderal Idham Aziz, agar segera ditindak tegas dan menangkap tiga orang yang diduga sebagai pelakunya.

“Instruksi Ibu Ketua Umum jelas, agar seluruh kader menempuh jalur hukum dan tidak ada tindakan kekerasan atau balas dendam kepada oknum-oknum yang ingin melecehkan PDI Perjuangan. Kami juga berterima kasih dan mengapresiasi Bapak Kapolresta Kombes Pol Leonardus Simarmata yang sudah menemui dan menerima pengaduan kami,” tegas Made.

Terpisah, Wakil Ketua Bidang Kehormatan dan Organisasi Partai DPC PDI Perjuangan Kota Malang Ahmad Wanedi menambahkan, bahwa aksi pembakaran bendera PDI Perjuangan merupakan tindakan provokatif terlepas dilakukan oleh siapapun.

Indonesia sebagai negara demokrasi yang mengakui hukum sebagai panglima tertinggi harus dijadikan pijakan dalam menyampaikan dan mengekspresikan segala bentuk aspirasi.

“Mengenai pembakaran bendera PDI Perjuangan sangat disayangkan, dan tindakan tersebut merupakan upaya memecah belah bangsa. PDI Perjuangan sebagai partai yang selalu konsisten dalam memperjuangkan demokrasi berlandaskan kosntitusi dan hukum, memilih jalur hukum terhadap pelaku pembakaran bendera partai,” tambah Wanedi.

Dalam kesempatan itu, Wanedi juga membacakan sikap DPC PDI Perjuangan Kota Malang terkait aksi pembakaran bendera partai saat unjuk rasa penolakan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di gedung DPR/MPR RI pada Rabu (24/6/2020), lalu tersebut.

1. Seluruh lapisan kader PDI Perjuangan di Kota Malang untuk merapatkan barisan dan siaga I untuk membela kehormatan partai.

2. Mendukung penuh proses hukum terhadap pelaku pembakaran bendera PDI Perjuangan.

3. Meminta agar Kepolisian Resort Kota Malang mendorong Kepala Kepolisian Republik Indonesia untuk segera menangkap pelaku pembakaran bendera PDI Perjuangan dan memproses secara hukum.

4. Mengutuk secara keras atas perbuatan pembakaran bendera PDI Perjuangan.

5. Pembakaran bendera PDI Perjuangan adalah perbuatan yang mencederai demokrasi.

6. DPC PDI Perjuangan Kota Malang menjadi garda di depan untuk menjaga demokrasi berdasarkan Pancasila, UUD 1945, Plurarisme, dan keutuhan NKRI.

7. Perkuat persatuan dengan rakyat, karena rakyatlah kekuatan sebenarnya PDI Perjuangan. (fir/rjs)

Hukrim

Pemuda Millenial Malang Selatan Polisikan Video Sandiwara Gus Idris

Diterbitkan

,

Pemuda Millenial Malang Selatan Polisikan Video Sandiwara Gus Idris
Fordamas saat membuat pengaduan ke Polres Malang. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Organisasi Forum Pemuda Millenial Malang Selatan membuat pengaduan ke Polres Malang. Jumat (5/3) siang, mereka mengadukan Gus Idris.

Karena, video penembakan Gus Idris meresahkan. Beberapa waktu lalu, Gus Idris memang mengunggah konten. Dia menampilkan diri tertembak. Ternyata, itu hanya sandiwara.

Presidium Forum Pemuda Millenial Malang Selatan, Fahmi Aziz membenarkan. Dia membuat pengaduan itu karena video Gus Idris cs meresahkan. Video itu juga mengakibatkan simpang siur di tengah masyarakat.

“Video itu kan menayangkan seolah-olah Gus Idris tertembak. Pelakunya orang tidak dikenal. Tetapi kemudian setelah klarifikasi dia mengaku video itu tidak benar. Itu kan berarti prank,” ungkapnya usai membuat pengaduan di Mapolres Malang.

Fahmi menilai pembuatan video semacam itu tidak mendidik masyarakat. Kasus video prank seperti ini memang acapkali terjadi di dunia YouTube.

Kabar Lainnya : Geger Video Gus Idris Tertembak, Eh, Ternyata Akting Konten YouTube.

“Kami berharap, kepolisian bisa menyelidiki. Jika ada unsur pidana maka supaya segera ada penindakan,” pungkasnya.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar membenarkan adanya aduan. Dia juga sudah menerima pengaduan dari Fordamas terkait Gus Idris.

“Mereka menyatakan keberatan. Sebab, video itu sempat membuat keresahan di masyarakat,” ujarnya.

Atas dasar itu, Hendri mengaku akan melakukan penyelidikan. Penyidiknya sedang mencari fakta-fakta baru atas video Gus Idris.

“Kemungkinan ada orang-orang baru yang akan kami periksa. Yakni, orang-orang yang saat itu ada di tempat kejadian. Sementara ini, ada 6 orang yang kami periksa,” katanya.

 

Kabar Lainnya : Polres Malang Mendalami 6 Saksi Video Akting Penembakan Gus Idris.

Selanjutnya Hendri memaparkan hasil penyelidikannya yang terbaru. Dalam video, Gus Idris mengeluarkan darah.

Darah itu merupakan efek kapsul. Sebelumnya syuting, Gus Idris meminum kapsul itu. Gus Idris membelinya secara online.

“Kapsul itu menimbulkan efek keluar darah dari tubuh,” jelasnya.

Polisi pun menyelidiki akun yang pertama share video Gus Idris. Polres Malang bekerja sama dengan Cyber Crime Polda Jatim.

“Yang pasti, lokasi pengambilan video di Kecamatan Pacet, Mojokerto,” tutup Hendri.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Akun Palsu Facebook Wali Kota Malang Sutiaji Bertebaran

Diterbitkan

,

Akun Palsu Facebook Wali Kota Malang Sutiaji Bertebaran

 

KABARMALANG.COM – Akun palsu Facebook Wali Kota Malang Sutiaji bertebaran. Ini bukan kali pertama fenomena ini terjadi.

Sutiaji pun mengamininya. Dia memastikan tidak memiliki media sosial Facebook.

Selama ini dia aktif Instagram. Sehingga, akun Facebook itu pasti palsu.

Kabar Lainnya : Palsukan FB Wali Kota Sutiaji, Mencoba Lakukan Tipu-Tipu.

“Saya sudah lama tidak menggunakan Facebook. Sudah kurang lebih tiga tahunan. Ini tiba-tiba ada yang menggunakan akun Facebook tersebut. Padahal sudah off,” ujar Sutiaji, Kamis malam (4/3).

Sutiaji menegaskan akun tersebut bukan miliknya. Sehingga, segala isi Facebook tersebut bukan darinya.

“Jelas merugikan saya pribadi, keluarga dan juga kota Malang. Karena, akunnya memberi persepsi itu adalah saya padahal bukan, “masygulnya.

Sutiaji juga meminta Diskominfo untuk klarifikasi. Serta, melakukan penegasan bahwa akun Facebook tersebut palsu.

Nurwidianto, Kadiskominfo Kota Malang membenarkan. Dia memastikan adanya pemalsuan Facebook Sutiaji.

“Belum sampai melangkah pada proses hukum. Meskipun tidak menutup ruang ke sana,” ujar Wiwid, sapaannya.

Meski demikian, Wiwid tidak langsung masuk ke ranah hukum. Dia terlebih dahulu ingin membangun kesadaran literasi medsos.

Karena, Sutiaji juga memberi pesan agar ada peningkatan awareness. Serta, kesadaran dalam berselancar di dunia maya.

Dia juga meminta netizen bijak dan berhati-hati saat bermedsos. Retas memang sudah lazim dalam dunia maya.

Tetapi, warga tidak akan pernah tahu akun seseorang kena retas. Sehingga, ada potensi oknum akan memanfaatkan naluri netizen sosmed. Sekaligus memainkan emosi warganet.

“Situasi ini-lah yang sungguh membahayakan dan berpotensi fitnah. Misalnya muncul ujaran kebencian hingga perpecahan, “urai Wiwid.

Dia mengingatkan proses hukum bisa kena siapa saja. Terutama yang berikhtikad tidak baik dengan modus pemalsuan akun.

Kabar Lainnya : Akun FB Walikota Batu Diretas, Pelaku Minta Dana Bansos.

Lebih-lebih meretas sosmed orang lain. Contohnya sudah jelas. Yakni, memakai nama Sutiaji, tetapi sebenarnya hanya akun palsu.

“Sekali lagi saya informasikan dan saya tegaskan. Ini akun palsu. Bukan juga Facebook milik Wali kota Malang Sutiaji,” imbuh pria yang merangkap Plt Kabag Humas Pemkot Malang.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Polres Malang Mendalami 6 Saksi Video Akting Penembakan Gus Idris

Diterbitkan

,

Polres Malang Mendalami 6 Saksi Video Akting Penembakan Gus Idris
Kapolres Malang saat mendatangi kediaman Gus Idris di Desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang beberapa waktu lalu. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Polres Malang terus mendalami video penembakan Gus Idris. Sebelumnya, video penembakan itu sempat viral dan menggegerkan Indonesia.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar membenarkan. Polres Malang terus mendalami video lewat keterangan saksi.

Total, Polres Malang sudah memeriksa 6 orang saksi. Belakangan, ketahuan video itu memang hanya sandiwara.

“Sebanyak 6 orang itu, di antaranya Gus Idris sendiri. Kemudian Ian Firdaus. Serta, saksi yang sempat upload di Gus Idris Official. Kami ambil keterangannya,” ujarnya Kamis (4/3).

Saksi akan menjadi penguat fakta dan unsur pidana. Sehingga, Hendri juga berkoordinasi dengan Subdit Siber Polda Jatim.

“Sekarang kami koordinasikan dengan Subdit Siber Polda Jatim. Sedang kami dalami lebih lanjut. Apakah ada unsur pidana ataupun pelanggaran,” tandasnya.

Menurut Hendri, fakta pemeriksaan bakal menentukan unsur pidana. Tetapi, dia juga masih menunggu para penyidiknya mengumpulkan fakta.

Tetapi, dia mengakui tindakan Gus Idris membikin gaduh. “Karena mengunggah berita yang membuat kegaduhan,” tutur Hendri.

Kabar Lainnya : Polres Malang Selidiki Video Kekerasan Anak Saat Kerjakan Tugas Sekolah.

Terakhir, Hendri menegaskan akan terbuka. Dia juga siap memberikan hasil pendalaman video Gus Idris.

“Perkembangannya nanti akan kami sampaikan ke teman-teman media,” tutup Hendri.

Seperti berita sebelumnya, video Gus Idris viral. Pendakwah asal Ngajum ini mengunggah video penembakan dirinya.

Belakangan ketahuan video itu sandiwara. Tetapi, videonya sudah kadung viral.

Sehingga, Polda Jatim sampai ikut turun tangan. Polres Malang pun mendapat mandat penyelidikan video tersebut.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com