Connect with us

Kabar Batu

Peringati Hari Bhayangkara, Polres Batu Distribusikan Beras 10 Ton

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Memperingati hari Bhayangkara ke 74, Polres Batu mendistribusikan 10 ton beras. Bantuan ini diberikan bagi warga terdampak Covid-19 di Kota Batu.

“Bansos ini salurkan melalui masing-masing Polsek yang nantinya akan disebarkan ke warga terdampak. Total ada sekitar 2000 paket,” ujar Kapolres Kota Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama, Jumat (26/06/2020).

Bansos ini, lanjutnya, merupakan bantuan tahap kedua setelah sebelumnya Polres Kota Batu memberikan insentif kepada ojek dan supir online maupun konvensional di Kota Batu.

“Kami harap dengan adanya bantuan ini juga bisa menambah produktifitas masyarakat Kota Batu ketika memasuki era new normal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Harvi menyampaikan tujuan bansos tersebut untuk masyarakat yang belum mendapatkan bantuan dari pihak manapun. Diantaranya untuk panti jompo, kaum dhuafa, dan sopir pengangkut sayuran serta bagi buruh yang dirumahkan oleh perusahaannya.

Terlebih di masa pandemi ini banyak sektor perekonomian yang terdampak Covid-19. Sehingga potensi tindak kriminal juga meningkat dengan adanya bantuan ini bisa menekan potensi tersebut. (arl/fir)

COVID-19

Tlekung Jadi Klaster Karena Keluarga Pasien Tertutup

Diterbitkan

||

Proses pemulasaran jenazah covid-19 (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Satgas Covid-19 tidak tahu soal pasien pertama klaster Tlekung. Ini ditegaskan Ketua petugas Covid-19 gugus Desa Tlekung Mardi.

Dia mengaku tidak mendapatkan informasi soal meninggalnya pasien Covid-19. Karena, keluarga pasien menyebut korban meninggal normal.

Sehingga, pemakaman pertama tidak dilakukan sesuai dengan protap kesehatan.

“Kami tidak mendapatkan laporan sama sekali. Karena menurut keluarga yang ditinggalkan, yang meninggal sudah berumur,” ujar Mardi kepada Kabarmalang.com, Senin (30/11).

Tak lama, cucu pasien pertama juga meninggal. Dia dikebumikan secara biasa.

“Karena Si cucu dianggap terkena penyakit DB,” ujar Kepala Desa Tlekung tersebut.

Laporan dugaan Covid-19 baru muncul di korban ketiga. Ibu dari Si anak yang meninggal, juga sakit.

Setelah itu, wanita tersebut meninggal. Dari sinilah tracing dilakukan.

Jenazah wanita itu lalu dimakamkan sesuai protokol Covid-19. Dari sini pula, kluster Tlekung lahir.

27 orang dinyatakan positif. Sekarang, mereka diisolasi di shelter. Sementara, Desa Tlekung menerapkan PSBL 10 hari.

Baca juga : Desa Tlekung Klaster Baru, PSBL 10 Hari

Mardi berharap warga Tlekung tidak tertutup. Dalam kondisi sekarang, keterbukaan tentang sakitnya keluarga sangat penting. Keterbukaan mempercepat penanganan dari petugas kesehatan.

“Kalau memang tidak percaya dengan Covid-19 itu boleh saja. Tapi, simpan untuk dirinya sendiri. Jangan sampai akhirnya berakibat fatal,” tandasnya.

Kasus kluster Tlekung pun menjadi catatan Pemkot Batu. Dinas Sosial harus kerja ekstra demi mencegah pengulangan kasus.

Pasalnya, proses pemulasaran jenazah Covid-19 di bawah pengawasan Dinsos.

“Sebenarnya sudah ada pelatihan. Petugas pemulasaran pun mendapatkan insentif. Nilainya Rp 750 ribu per titik,” ungkap Kadinsos Kota Batu Ririck Mashuri kepada Kabarmalang.com, Senin pagi (30/11).

Petugas pemulasaran adalah kolaborasi Dinsos dan Dinkes Kota Batu. Dua dinas bergabung dalam penanganan jenazah positif Covid-19.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Sumberbrantas Dan Temas Diterpa Tanah Longsor

Diterbitkan

||

Dua kejadian longsor di Kelurahan Temas dan Desa Sumberbrantas (Foto : istimewa)

KABARMALANG.COM – Intensitas hujan cukup tinggi Minggu (29/11) di Malang Raya. Akibatnya, dua kawasan Kota Batu tanah longsor.

Yakni, plengsengan longsor Jalan Wukir Kelurahan Temas, Kecamatan Batu. Serta, longsor di Jalan Raya Sumberbrantas Desa Sumberbrantas, Bumiaji.

“Semuanya terjadi berurutan. Jalan Wukir ambrol sekitar pukul 09.00 WIB. Jalan Sumber Brantas sekitar pukul 10.00 WIB,” ungkap Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu Achmad Choirur Rochim.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Dia menduga, ambrolnya plengsengan diakibatkan turunnya hujan deras.

Hujan mengguyur Malang sejak Sabtu (28/11) sampai Minggu malam (30/11). Air hujan baru berhenti jelang pukul 21.00 WIB semalam.

Akibatnya, volume air yang ditampung jalanan meningkat drastis. Dampaknya, pondasi plengsengan Jalan Wukir ambrol.

“Dimensi panjang 7,5 meter, lebar 2 meter dan tinggi 5,5 meter. Disertai keretakan panjang sekitar 11,5 meter,” imbuh Rochim.

Petugas sampai harus memasangi bambu di area keretakan jalan. Jangan sampai area itu dilewati kendaraan karena berbahaya.

Sedangkan longsor Jalan Sumberbrantas menutup sebagian jalan. “Longsor dari atas. Sepanjang 6 meter, lebar 3 meter dan tinggi 10 meter. Material menutupi saluran drainase bahu jalan,” tambahnya.

Petugas dari BPBD berupaya mengangkuti material tersebut. Supaya, arus lalu lintas jalan tersebut tidak terganggu.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Desa Tlekung Kluster Baru, PSBL 10 Hari

Diterbitkan

||

Desa Tlekung Kluster Baru, PSBL 10 Hari
Penyekatan akses masuk Desa Tlekung akibat PSBL. (Foto : Carep-04)

 

KABARMALANG.COM – Masyarakat Dusun Gangsiran Desa Tlekung Junrejo terpapar covid-19. Total, ada 27 warganya yang positif.

Pemdes setempat pun memutuskan melakukan Pembatasan Sosial Berskala Lokal. PSBL ditetapkan berdurasi selama 10 hari. Mulai 27 November sampai 6 Desember 2020.

Desa ini akhirnya menjadi kluster baru Kota Batu. Hal ini tidak ditampik pemerintah desa setempat.

“Data sementara yang masuk, 27 warga terpapar covid-19. Yang lain masih belum keluar hasilnya. PSBL pun diterapkan,” jelas Kades Tlekung, Mardi kepada kabarmalang.com pada Minggu pagi (29/11).

PSBL Gangsiran Tlekung menyekat akses masuk kawasan itu. Karena, ada jalan besar masuk ke dusun tersebut.

Pertama, penyekatan akses di RW 03 Tlekung. Tepatnya di kawasan Predator Fun Park.

Kedua, penyekatan akses ada di sekitar pintu TPA Tlekung. Ada petugas yang mendirikan posko di situ.

Akses jalan itu sendiri masih bisa dilewati. Walaupun, harus melewati pemeriksaan petugas PSBL yang berjaga.

Sementara itu, 27 orang positif diisolasi di Hotel Mutiara. Pemerintah Desa Tlekung pun menggencarkan tracing 27 orang itu.

Baca juga : Kembali Dievakuasi, Pasien Positif Covid-19 Desa Tlekung 27 Orang

Supaya, pemerintah desa bisa segera melakukan penindakan isolasi. Camat Junrejo, Bambang Hari Suliyan mengamini.

Bambang menerangkan, kecamatan tengah mempersiapkan kebutuhan logistik dan makanan. Penyiapan pangan bukan hanya untuk pasien positif Covid-19.

Tetapi, masyarakat yang melakukan PSBL juga. Sebab, ada 1670 warga Desa Tlekung terdampak PSBL.

“Dalam PSBL, ketersediaan logistik sangat penting dan harus diperhatikan,” tuturnya.

“Selain itu, aspek keamanan dan higienitas makanan harus diperhatikan,” imbuh Bambang.

Dapur umum mandiri pun dibuat. Petugasnya adalah Tim Penggerak PKK Desa Tlekung.

Mereka berupaya membuat ratusan bungkus nasi per hari. Ratusan makanan akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak PSBL.

Bambang berharap PSBL Desa Tlekung bisa berjalan sesuai harapan. Sehingga, tidak perlu ada perpanjangan hari penerapan PSBL nantinya.

Seperti diberitakan Kabarmalang.com, 27 warga Desa Tlekung terpapar Covid-19. Penyebaran berawal dari kelalaian prosesi pemakaman.

Baca juga : Lalai Pemakaman Covid, 16 Warga Tlekung Positif

Bulan Oktober lalu, ada pemakaman di Dusun Gangsiran. Namun, pemulasaraan jenazah Covid-19 tidak diterapkan.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com