Connect with us

Pemerintahan

Wawali Sofyan Edi Resmikan Bazar Sedekah Gratis di Sanan

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko meresmikan Bazar Sedekah Gratis. Kegiatan ini digelar oleh seluruh elemen yang bahu membahu dalam rangka membantu sesama di kampung Sanan.

Bazar sedekah gratis ini, diinisiasi Ibu-ibu PKK dan Alumni SMK Negeri 1 Malang tahun 1982 yang juga warga Sanan, berinisiatif mengumpulkan sembako untuk dibagikan secara gratis pada warga Sanan yang membutuhkan.

Wawali Sofyan Edi menyampaikan ucapan terima kasih atas inisiatif warga yang turut serta peduli membantu sesama.

“Hal ini patut kita apresiasi, karena lingkungan sekitar atau tetangga menjadi sektor pertama yang harus turun langsung membantu kesulitan warga lainnya,” ujarnya, Jumat (22/05/2020).

Atas dasar itu pula, lanjut Wawali, Kampung Tangguh dapat terbentuk, yang salah satu poin utamanya adalah kemandirian para warga dalam mengatasi masalah, yang pada masa pandemi ini tentu kebutuhan pangan menjadi indikator penting yang harus diperhatikan.

“Mari secara bersama-sama kita wujudkan kampung tangguh di wilayah Sanan, baik pemuda, bapak-bapak, tokoh agama serta ibu-ibu nya bersatu padu untuk mensukseskan terwujudnya hal tersebut,” sambungnya.

Wawali Sofyan Edi juga berpesan pada warga Sanan agar mulai membiasakan diri hidup pada tatanan baru. “Kita harus kembali aktif pada aktifitas keseharian, tapi tetap menjaga diri kita dan keluarga, caranya tentu dengan tetap melakukan physical distancing,” ucapnya.

“Menggunakan masker dan sering cuci tangan pake sabun atau hand sanitizer, yang tak kalah pentingnya lagi adalah menjaga imunitas tubuh kita,” tandas Bung Edi sapaan akrabnya.

Pada kesempatan tersebut, warga Sanan membagikan sejumlah bahan makanan, sayuran dan sembako lainnya agar dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar. Pembagian sembako dalam bentuk bazar tersebut akan dilaksanakan selama dua hari sampai tanggal 23 Mei 2020 besok.

Pemerintahan

R-APBD Kota Malang Dikonsultasikan ke Pemprov

Diterbitkan

||

Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko bersama Jajaran DPRD Kota Malang (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Ranperda APBD Kota Malang tahun anggaran 2021 disetujui. Seluruh fraksi di DRPD Kota Malang menyetujui Ranperda itu, Kamis (26 /11).

Persetujuan disampaikan dalam paripurna di gedung DPRD Kota Malang. Ranperda yang disetujui akan dikonsultasikan ke Pemprov Jatim.

“Nantinya akan ada hasil evaluasi, konsultasi, dan koordinasi. Itu harus dikonsultasikan satu bulan sebelum pelaksanaan APBD 2021,” kata Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko.

Hasil konsultasi akan dipakai mengevaluasi dan memperbaiki R-APBD. Setelah perbaikan, APBD baru bisa dilaksanakan di awal tahun anggaran 2021.

“Memang harus on time seperti ini. Karena memang ini harapannya pemerintah pusat. Program-program APBD segera direalisasikan,” jelasnya.

Tujuannya, untuk menyemangati kondisi ekonomi yang ada. Ekonomi Kota Malang dinilai sudah bangkit tapi belum bersemangat.

“Ekonomi Kota Malang perlu dihangatkan. Caranya dengan menggerakkan APBD lebih awal. Itu langkah-langkah yang akan dilakukan,” jelas Edi.

Edi mengatakan, konsentrasi penganggaran 2021 mengarah kepada pemulihan covid-19. Setelah itu, APBD dipakai untuk jaring pengaman sosial.

“Recovery ekonomi harus dilakukan oleh OPD. Harus tetap koordinasi, komunikasi dan sinergi. Jangan sampai miskoordinasi dan lain sebagainya,” tutup Edi.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Olahraga

Dinkes Gelar Pelatihan Pengukuran Kebugaran Jasmani

Diterbitkan

||

Agenda Pelatihan Pengukuran Kebugaran Jasmani Siswa, oleh Dinkes Kota Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Dinkes Kota Malang menghelat pelatihan pengukuran kebugaran jasmani, Rabu (25/11). Agenda ini dihelat di kantor Dinkes Kota Malang.

Pesertanya adalah 50 guru penjaskes SMP se-Kota Malang. Sementara, pemateri dari Dinkes Kota Malang.

“Ini pelatihan guru olahraga untuk mengukur kebugaran jasmani anak,” kata Lilik Suharti, PJ Program K3 dan Olahraga Dinkes Kota Malang, kepada Kabarmalang.com, Kamis (26/11).

Lilik menyebut pemerintah memiliki program pengukuran kebugaran jasmani. Namun, programnya tidak terkhusus bagi anak sekolah saja.

Pengukuran kebugaran bagi karyawan, sekolah, dan masyarakat juga ada. Namun, kali ini materi pelatihan fokus pada kebugaran anak.

Misalnya, program kesehatan dan aktivitas fisik. Lalu, materi latihan fisik yang Baik, Benar, Teratur, Terukur (BBTT).

“Kemudian tentang pengukuran jasmani. Baik tata cara, teknik sampai entry datanya,” imbuhnya.

Lilik Suharti, PJ Program K3 dan Olahraga Dinkes Kota Malang

Dinkes juga menonjolkan materi latihan fisik BBTT. Karena, materi ini penting bagi tumbuh kembang fisik anak.

Menurut Lilik, latihan fisik BBTT harus dimulai sejak dini. Dia pun merinci soal latihan fisik BBTT.

“Contohnya, kalau latihan fisik harus ada pemanasan dulu. Setelah itu inti dan diakhiri dengan pendinginan,” imbuhnya.

Contoh lainnya, latihan fisik harus secara rutin. Latihan fisik tidak boleh setengah-setengah.

“Seminggu latihan, seminggu selanjutnya tidak. Ini tidak boleh,” tuturnya.

Selain itu, latihan fisik ideal adalah seminggu empat kali. Tapi, frekuensi latihan sebenarnya tergantung hasil kebugaran anak.

Lilik menuturkan peserta pelatihan sangat antusias mengikuti agenda ini. Karena, guru diberikan pengetahuan dan pemahaman tentang olahraga anak.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Dok ! APBD Kota Malang Tahun Anggaran 2021 Disahkan

Diterbitkan

||

pengesahan Ranperda APBD Kota Malang tahun 2021 oleh Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika
Pengesahan Ranperda APBD Kota Malang tahun 2021 oleh Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika (Kabarmalang.com)

KABARMALANG.COM– Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2021 resmi disahkan. Nilainya sebesar Rp 2,042 triliun. Pengesahan APBD Tahun Anggaran 2021 ini telah disepakati oleh DPRD Kota Malang dan Pemerintah Kota Malang.

Pengambilan keputusan final ini, sebelumnya juga mendapatkan persetujuan dari seluruh fraksi di DPRD Kota Malang. Sekaligus memutuskan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD Tahun Anggaran 2021, menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Kini, proses berikutnya hanya tinggal menunggu persetujuan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Pengesahan APBD tahun anggaran 2021 berlangsung dalam Rapat Paripurna dengan agenda Pengambilan Keputusan DPRD Kota Malang terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2021, di ruang sidang paripurna DPRD Kota Malang, Kamis (26/11/2020).

Rapat paripurna pengesahan APBD tahun anggaran 2021 juga dihadiri Wakil Walikota Sofyan Edi Jarwoko bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Malang, serta unsur lainnya.

Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika menyatakan, dalam prosesnya anggaran yang sudah disahkan hari ini, masih belum final. Sebab, hasil persetujuan nantinya akan dibawa ke Provinsi Jawa Timur untuk dikonsultasikan serta evaluasi.

“Kalau saya bilang angkanya Rp 2,4 triliun, ternyata Rp 2,1 triliun, itu artinya belum fix. Semua APBD kita, akan fix nominalnya setelah melalui evaluasi dan persetujuan dari gubernur Jawa Timur,” ungkap Made usai memimpin sidang paripurna.

Made mengaku, jika anggaran yang disahkan banyak mengalami penurunan. Upaya penyesuaian sudah dilakukan, sambil menunggu dukungan dari pemerintah pusat.

“Anggaran kita itu mengalami penurunan, tapi ini masih ada beberapa penyesuaian yang mau kita tunggu dari dana transfer pusat. Makanya sambil menunggu, kita belum berani mengatakan fix,” akunya.

Made berharap, Tim Anggaran dari Pemkot Malang serta Badan Anggaran dari DPRD Kota Malang, sebisanya dengan cepat melakukan penyesuaian atas keputusan gubernur.

Sebab, bukan tidak mungkin ada beberapa dari yang telah disepakati akan dipangkas dan harus dilakukan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Baru kemudian, lanjut Made, dari hasil evaluasi gubernur itulah yang harus dijalankan.

“Karena nanti akan dievaluasi Gubernur, dimungkinkan ada temuan-temuan yang tidak boleh dianggarkan. Itu harus kita patuhi, sehingga nanti ada kepastian dana APBD dan segera bisa dijalankan,” harapnya.

Rapat Paripurna dengan agenda Pengambilan Keputusan DPRD Kota Malang terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2021, di ruang sidang paripurna DPRD Kota Malang, Kamis (26/11/2020).

Rapat Paripurna dengan agenda Pengambilan Keputusan DPRD Kota Malang terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2021, di ruang sidang paripurna DPRD Kota Malang, Kamis (26/11/2020).

Lebih jauh Made menjelaskan, bahwa alokasi APBD Tahun Anggaran 2021 tersebar merata di semua OPD. Namun, ada beberapa OPD yang memiliki alokasi anggaran cukup besar dan menjadi fokus utama.

Yakni, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP), hingga Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag).

“Penyebaran anggaran merata di semua OPD, yang paling banyak, ada pada tiga, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan PUPR. Ini Primadona paling besar penyerap anggaran,” beber politisi dari PDI Perjuangan ini.

“Kalau Dinas Kesehatan itu salah satu anggaran untuk penanganan Covid-19 kita masukkan di sini, termasuk Diskopindag menjadi titik berat untuk penanganan Recovery ekonomi,” sambung Made.

Anggota DPRD Kota Malang menyanyikan lagu Bagimu Negeri mengiringi pengesahan APBD Tahun Anggaran 2021

Anggota DPRD Kota Malang menyanyikan lagu Bagimu Negeri mengiringi pengesahan APBD Tahun Anggaran 2021 (Foto : Kabarmalang.com)

Sementara itu, Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko menambahkan, dengan disahkan APBD Kota Malang Tahun Anggaran 2021 agar disikapi dengan bijak dan cepat oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah.

Penyerapan APBD di awal-awal dinilai Sofyan Edi menjadi hal terpenting untuk bisa menyemangati kondisi ekonomi Kota Malang untuk semakin bisa bergerak cepat.

“Kiranya nanti agar segera ditindaklanjuti, menjadi prioritas penyelesaian. Kegiatan-kegiatan yang sudah dianggarkan segera agar jadwal pelaksanaan kegiatan dan realisasi anggaran diperhatikan. Sehingga lebih cepat pelaksanaannya dan berjalan dengan baik. Memang banyak, tentu disesuaikan dengan yang paling mendesak,” imbuh Sofyan Edi.

Menurut Sofyan Edi, menjadi fokus di Tahun 2021 adalah berkaitan dengan penanganan Covid-19, pemulihan recovery ekonomi, hingga jaring pengaman sosial.

“Fokus kita tetap pada Covid-19, pemulihan ekonomi, jaring pengaman sosial yang utama dan pemulihan Recovery ekonomi. Itulah yang harus dilakukan, namun tetap koordinasi, komunikasi, sinergi jangan sampai terjadi miss-koordinasi nantinya,” pungkas pria akrab disapa Bung Edi ini. (fat/rjs)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com