Connect with us

Hukrim

Belasan Pemudik Diminta Putar Balik di Tol Madyopuro

Published

on

IMG 20200427 WA0071

KABARMALANG.COM – Tindakan tegas diberikan petugas gabungan dalam operasi penyekatan di pintu tol Madyopuro. Belasan pemudik mengendarai roda empat diminta putar balik. Mereka dilarang memasuki Kota Malang.

Petugas gabungan bertugas di posko check point exit tol Madyopuro di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, bersiaga menghalau pemudik sejak 24 April 2020 kemarin.

“Ada belasan kendaraan yang kita minta putar balik kembali ke daerah asal. Seiring dengan larangan mudik yang dikeluarkan oleh pemerintah,” ujar Kasatlantas Polresta Malang Kota Kompol Priyanto, Senin (27/4/2020).

Priyanto mengaku, penyekatan di exit tol Madyopuro bersamaan dengan digelarnya Operasi Ketupat Semeru 2020. Kendaraan yang terjaring rata-rata berasal dari luar Kota Malang. “Rata-rata dari Sidoarjo, Bojonegoro dan Surabaya,” tegasnya.

Priyanto menjelaskan, tidak hanya kendaraan yang berasal dari luar Kota Malang saja yang diberi tindakan. Melainkan juga warga yang memiliki identitas atau berdomisili di luar Kota Malang ikut diminta kembali.

“Kepada siapapun yang berniat mudik, kami minta untuk kembali ke tempat asalnya,” jelasnya.

Dikatakan, penyekatan dan sterilisasi digelar pada enam titik check point yang tersebar di wilayah hukum Polresta Malang Kota. Langkah ini sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

“Penyekatan dan pemeriksaan yang digelar bersamaan dengan Operasi Ketupat Semeru 2020 itu akan dilaksanakan hingga 31 Mei 2020 mendatang. Di setiap pos check point, petugas yang berjaga menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap,” bebernya.

Sementara itu, Manager Humas PT Jasa Marga Tol Pandaan-Malang Agus Tri Antyo menambahkan, tidak ada penutupan tol Malang-Pandaan meski sudah ada larangan mudik. “Tidak ada penutupan. Sebab, tol merupakan jalan umum yang bisa diakses siapa saja,” ujarnya terpisah. (rjs/tik)

Advertisement

Terpopuler