Connect with us

Hukrim

Edarkan Obat Tanpa Izin, Dua Warga Gondanglegi Diamankan

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Dua warga Gondanglegi, Kabupaten Malang diamankan Polres Malang. Mereka tertangkap telah mengedarkan obat-obatan tanpa izin edar. Polisi juga menyita puluhan ribu jenis obat hasil produksi kedua tersangka.

Dua tersangka yang diamankan masing-masing berinisial BS (46), dan ZA (54), kesemuanya beralamat di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar menyampaikan, dalam modusnya kedua tersangka meracik bahan obat-obatan meskipun bukan berprofesi sebagai dokter ataupun apoteker.

Berbagai macam obat-obatan awalnya dibeli dari apotek yang kemudian dicampur dan kembali mengemasnya menjadi satu paket obat siap jual.

“Tersangka memberi merk sendiri seperti obat asam urat, obat sakit gigi, dan gusi bengkak. Obat-obat racikan tersebut kemudian diedarkan atau dijual kepada toko-toko kecil rumahan,” ungkap Hendri Umar, Selasa (28/04/2020).

Hasil penyidikan mengungkap tersangka BS mengedarkan obat hasil racikan ke sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Gondanglegi, Pagelaran, Gedangan, serta Ampelgading.

Sedangkan tersangka BS memasarkan obat tanpa izin edar tersebut ke wilayah Dampit, Sumbermanjing Wetan, Poncokusumo, dan Singosari. “Masing-masing obat dijual seharga Rp 12 ribu sampai Rp 13 ribu per renteng atau berisi 20 pics,” ungkap Hendri Umar.

Hendri menambahkan, tersangka ZA mengaku telah mengedarkan obat tanpa izin sejak tahun 2011. Dengan cara mencontoh produk obat merk lain.

“Yang dibawa tersangka ZA ke apotek untuk ditanyakan kepada apoteker untuk mengetahui jenis obatnya, setelah diketahui jenis obatnya, kemudian tersangka ZA membeli jenis-jenis obat tersebut pada apotek lain,” imbuh Hendri.

Beragam obat yang dibeli diantaranya, paracetamol, dexametazon, CTM, bicarbinaz, molacot, pacetic, sampufenax, pil klentheng.

“Untuk kemasan obat tersangka ZA memesan kepada tukang sablon yang berada di Kota Malang, kemudian untuk produksi, tersangka mendasari pada rekapan pesanan dari toko-toko. Tersangka mendapatkan keuntungan rata-rata Rp 500 ribu sampai Rp 2,5 juta untuk produkai 100 sampai 150 renteng per bulannya,” tutur Hendri.

Sementara tersangka BS sudah menjalankan bisnis ini sejak 2018 lalu. Setelah menimba ilmu dari tersangka ZA dengan keuntungan rata-rata Rp 500 ribu sampai Rp 2 juta per bulan.

Selain menangka kedua tersangka, polisi juga menyita puluhan ribu jenis obat hasil produksi para tersangka, beserta bahan bakunya. (tik/rjs)

Hukrim

Sales Palsukan Faktur, Gelapkan Uang Kantor

Diterbitkan

||

Sales Palsukan Faktur, Gelapkan Uang Kantor
Fahrezal Anwar, tersangka penggelapan uang perusahaan modus faktur fiktif. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM Seorang sales memalsukan faktur pembelian secara kredit. Akibatnya, perusahaannya merugi karena uang tidak masuk rekening kantor.

Sales itu bernama Fahrezal Anwar, 25. Dia warga Dusun Sumberingin, Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang.

Sampai Jumat (4/12), dia masih mendekam di Polsek Turen. Dia dilaporkan oleh perusahaannya, PT Indomarco Adi Prima Malang.

“Tersangka telah menggelapkan beberapa barang milik perusahaan. Bukti penggelapan dalam jabatan yang dilakukannya cukup kuat,” ujar Kapolsek Turen Kompol Zainul Arifin, Jumat (4/12)

Tersangka adalah salesman canvas perusahaan. Dia kesehariannya beroperasi di Desa Pagedangan, Kecamatan Turen.

Selama menjalani pekerjaan, Sang sales kerap melakukan penggelapan. Dia memanipulasi data hasil penjualan canvas sejak November.

Sehingga perusahaan mengalami kerugian cukup besar. Dia memanipulasi data pembelian kredit, supaya terbit faktur fiktif.

“Padahal, barang-barang dijual secara tunai tanpa sepengetahuan perusahaan. Uang hasil penjualan barang dipakai untuk kepentingan pribadi,” jelas Zainul.

Ulah tersangka terendus perusahaan yang melakukan audit. Setelah audit, ditemukan selisih pemasukan dan barang yang keluar.

Setelah dicek, banyak uang tidak masuk dari faktur kredit. Kecurigaan akhirnya mengarah pada tersangka Fahresal.

Perusahaan itu melaporkan sales ini ke Polsek Turen. Fahresal ditangkap dengan sejumlah barang bukti.

Misalnya, dua lembar surat perjanjian kerja. Tiga lembar hasil audit kerugian perusahaan. Serta, 88 lembar faktur penjualan kredit.

Si sales dijerat pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan. Polisi masih menghitung kerugian yang dialami pelapor. Meski demikian, ditaksir kerugian mencapai jutaan rupiah.

“Kasus penggelapan ini masih terus kami dalami. Jumlah kerugiannya saat ini masih dihitung,” tutupnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Polres Batu Rampas Bibit Ganja Satu Hektar

Diterbitkan

||

Polres Batu Rampas Bibit Ganja Satu Hektar
Ungkap Kasus Narkoba Hasil Penangkapan Polres Batu Dalam Kurun 2 Bulan (Foto : Arul)

 

KABARMALANG.COM – Polres Batu mampu membongkar jaringan narkotika dua bulan terakhir. 13 tersangka pun diamankan.

Beberapa barang bukti juga disita. Misalnya, daun ganja, sabu dan pil koplo. Polres Batu, juga mengamankan barang bukti penting.

Yaitu, 20 gram bibit ganja. Jika ditanam, maka bibit bisa dipakai 1 hektar lahan.

“Misalnya per bijinya ditanam beberapa centimeter. Setidaknya tanah seluas satu hektar bisa penuh,” ungkap Kapolres Batu AKBP Catur C. Wibowo di Polres Batu, Kamis siang (3/12).

Pengungkapan bibit ganja ini membuat polisi waspada. Untungnya, bibit ganja tidak lolos dari pengungkapan.

Karena, bibit-bibit ganja ini berpotensi mengancam generasi. Catur masih akan mendalami penggunaan bibit ganja tersebut.

Selain itu, total rampasan ganja barang bukti berjumlah 2 ons. Bibit dan ganja kering dirampas dari dua tersangka.

Yaitu inisial YS, 22, dan W, 23. Keduanya merupakan warga Desa Oro-Oro Ombo Kota Batu.

Keduanya adalah residivis narkotika. Mereka tertangkap saat akan transaksi. Tepatnya, 24 November, tersangka hendak mengirim pocket ganja.

Namun, mereka dibekuk oleh Satresnarkoba Polres Batu. Mereka digiring ke Mapolres Batu untuk penyidikan.

“Barang bukti lainnya berupa sabu 15,74 gram. Pil koplo sebanyak 11.000 butir,” jelasnya.

YS dan W termasuk 13 tersangka tangkapan Polres Batu. Tersangka terdiri dari 5 pengedar dan 8 pengguna.

Barang bukti sitaan setidaknya bernilai Rp 40 juta rupiah. Sejumlah 3700 orang diselamatkan dari bahaya narkoba.

“13 tersangka terbukti telah menyalahi UU Narkotika,” ujar Catur. Mereka terancam hukuman kurungan 5-15 tahun.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Kepala Dealer Gelapkan 13 Motor Perusahaan

Diterbitkan

||

Kepala Dealer Gelapkan 13 Motor Perusahaan
Polresta Malang Kota, saat merilis tersangka penggelapan dan pencurian 13 unit sepeda motor (Foto: istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Polresta Malang Kota menciduk seorang kepala dealer. Dia menggelapkan 13 motor perusahaannya sendiri.

Tersangka adalah pria berinisial AP, 33. Dia warga Dusun Tunjungsari, Kabupaten Malang.

“November (2/11) tersangka AP melakukan perbuatan tersebut. Dengan cara menjual dua sepeda motor tanpa sepengetahuan perusahaan,” kata Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, kepada wartawan, di Polresta Malang Kota, Rabu (2/12).

AP adalah kepala dealer Honda PT Nusantara Surya Sakti. Lokasi dealernya di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Lowokwaru.

Karena inilah, dia gampang melancarkan aksinya. Leo menyebut, dua motor pertama dijual ke perusahaan lain.

“Sabtu (7/11), tersangka mengambil lagi dua unit motor dealer. Kemudian, dua unit motor digadaikan kepada Mukhlis (DPO),” jelasnya.

Aksinya berlanjut pada Minggu (8/11). Sekira pukul 10 malam, Si kepala dealer mendatangi kantornya.

Dia merusak penyimpanan kunci kontak sepeda motor. Setelah itu, dia mengambil sembilan kunci kontak.

“Tersangka membawa keluar sembilan sepeda motor tanpa sepengetahuan perusahaan,” lanjut Leo.

Sembilan sepeda motor itu diserahkan ke perusahaan lain. Sehingga, total ada 13 unit motor yang digelapkan tersangka.

“Akibatnya, dealer ini menanggung kerugian Rp 213 juta,” terangnya. Perwakilan perusahaan langsung bergerak.

AP pun dilaporkan kepada kepolisian. Laporan tersebut juga disertai rekaman CCTV perusahaan.

“Usai penyelidikan, tersangka ditangkap Satreskrim Polresta Malang Kota. Dia diamankan Jumat (19/11) pagi di Hotel Sahid Montana,” bebernya.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dikenakan dua pasal. Yaitu Pasal 363 KUHP dan Pasal 374 KUHP.

“Pasal 363 KUHP, ancaman hukumannya maksimal penjara 7 tahun. Sedangkan, Pasal 374 KUHP, ancaman hukumannya maksimal penjara 5 tahun,” tutupnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com