Connect with us

Pemerintahan

Ditundanya, Proyek Pembangunan Mini Block Office

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Pelaksanaan proyek pembangunan Mini Block Office di tunda. Hal ini telah dan harus tetap melalui mekanisme sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

“Itu sudah kita pertimbangkan secara seksama,” ujar Walikota Sutiaji, Minggu (12/04/2020) mengawali penjelasan terkait penundaan pelaksanaan pembangunan Gedung Bersama (mini block office).

Langkah itu, sudah dilakukan sebagaimana dokumen surat yang telah dikeluarkan Pemerintah Kota Malang. Yang pertama, surat dari Pengguna Anggaran (dalam hal ini Kepala DPUPR Perkim, red) kepada Walikota Malang, tertanggal 30 Maret 2020, dengan nomor surat 050/557/35.73.403/2020.

Isi dari surat tersebut, yang menegaskan berkenaan dengan semakin luasnya penyebaran corona (covid 19) serta memperhatikan Keputusan Kepala BNPB Nomor 13 A / 2020 tentang perpanjangan status darurat covid 19 sampai dengan 29 Mei 2020.

Maka, PA memprediksikan pelaksanaan kegiatan proyek mini block office, akan dilakukan penghentian sementara sehingga penyelesaian pekerjaan dapat melebihi tahun anggaran 2020.

“Begitu juga terhadap proyek pembangunan Islamic Center, Malang Creative Centre (MCC), Jembatan Kedungkandang dan Pendistrian Basuki Rahmat, akan dilakukan penundaan,” sambungnya.

Selanjutnya, dikeluarkan surat nomor : 640/588.1/35.73.403/2020, tertanggal 31 Maret 2020 dari PA kepada pelaksana proyek (Direktur PT. Artomzadaya, red,) dan kepada konsultan supervisi (Direktur PT. Delta Buana, red) dengan poin perintah untuk pelaksanaan pekerjaan konstruksi di lapangan agar menyesuaikan masa tanggap darurat (29 Mei 2020, red) dan akan diberikan kompensasi jangka waktu pelaksanaan.

“Memang, dalam pemberitahuan kepada pelaksana, apabila pengerjaan tetap dilakukan sesuai SPK (Surat Perintah Kerja) yang terhitung per April, dan sesuai mekanisme serta tahapannya diawali dan ditandai dengan peletakan batu pertama, pada Kamis tanggal 9 April 2020,” ungkapnya.

Sutiaji melanjutkan, dapat terus dilaksanakan dengan memperhatikan protokol covid 19 dan pembatasan jumlah pekerja tidak boleh lebih dari 30 orang, dan itu sulit secara teknis, maka saya telah perintahkan kepada PA maupun PPK untuk dilakukan penghentian sementara atau penundaan pelaksanaan pekerjaan.

“Kami ingin tegaskan, bahwa Pemkot memperhatikan sungguh-sungguh segala hal yang berkaitan dengan covid 19. Karenanya pada setiap mekanisme jadi perhitungan dan harus dilalui, tidak bisa serta merta,” tuturnya. (ary/fir)

Pemerintahan

Usai Dilantik, Pjs Bupati Tinjau Tempat Kerjanya

Diterbitkan

||

Oleh

Pjs Bupati Malang, Sjaichul Ghulam saat meninjau Pendopo Kepanjen didampingi Sekda Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Selama 71 hari kedepan akan ada wajah baru sosok Bupati Malang. Yakni Sjaichul Gulam, selaku pejabat yang ditunjuk sebagai Pjs (Pejabat Sementara) Bupati Malang. Hal itu seiring dengan resminya Bupati Malang, HM Sanusi cuti karena hajatnya untuk mencalonkan Bupati Malang periode 2021-2025 dalam Pilkada 9 Desember nanti.

Usai dilantik sebagai Pjs Bupati Malang oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Jumat (25/9/2020) malam, Sjaichul langsung meninjau calon tempat kerjanya, yakni di dua Pendopo Agung Kabupaten Malang yang terletak di Jalan KH. Agus Salim, Kota Malang dan Pendopo Kepanjen, Jalan Panji, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Dalam kunjungannya tersebut, tampak Sjaichul meninjau beberapa ruangan yang ada di Pendopo Agung maupun Pendopo Kepanjen, Kabupaten Malang, didampingi oleh Sekretaris Daerah (sekda) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat.

Sjaichul mengatakan bahwa agenda perdananya ini merupakan pelaksanaan dari SK (Surat Keputusan, red) Menteri Dalam Negeri (mendagri) nomor: 131.35-3024 tertanggal 24 September 2020 yang menunjuknya sebagai Pjs Bupati Malang mulai tanggal 26 September hingga 5 Desember 2020.

“Karena SK saya penunjukkan saya mulai jam 24.00 malam tadi. Saya sudah harus tahu lapangan dan harus tahu apa yang harus saya kerjakan,” katanya usai kunjungan di Pendopo Kepanjen, Sabtu (26/09/2020).

Beberapa hari kedepan ia mengaku akan segera mengumpulkan jajaran OPD (Organisasi Perangkat Daerah) sebagai tahapan perkenalan.

“Saya kan nggak butuh apa-apa hanya butuh kinerja 71 hari saya nyaman dan aman di Kabupaten Malang ini. Terutama pelaksanaan Pilkada yang akan datang. Makanya saya butuh sosialisasi kedekatan dengan OPD terutama, terkait netralitas ASN (Aparatur Sipil Negara, red),” jelasnya.

Setelah itu, langkah terdekat yang akan dilakukannya yakni menjalin kedekatan dengan jajaran Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kabupaten Malang.

“Rencana saya nanti pendekatan ke Forkopimda Kabupaten Malang termasuk media-media yang perlu saya parani (hampiri, red),” ungkapnya.

Terkait pencegahan Covid-19 sendiri pihaknya mengaku berkomitmen untuk melakukan pencegahan persebaran Covid-19 di Kabupaten Malang, sebagaimana titipan dari Bupati Malang, HM. Sanusi.

“Pastinya nanti saya akan terjun supaya stabilitas perkembangan penularan Covid ini berjalan dengan baik. Kalau perlu terus turun,” katanya.

Sebagai informasi bahwa Sjaichul akan menjadi Pjs Bupati Malang selama 71 hari mulai 26 September hingga 5 Desember 2020.

“Mohon doanya saja ya, supaya selama kepeminpinan saya selama di sini (Kabupaten Malang) berjalan dengan baik,” pungkasnya. (haq/fir)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Dinsos-P3AP2KB Distribusikan BLT untuk 928 KPM di Kecamatan Kedungkandang

Diterbitkan

||

Oleh

Dinsos-P3AP2KB Distribusikan BLT untuk 928 KPM di Kecamatan Kedungkandang

 

KABARMALANG.COM – Dinsos-P3AP2KB Kota Malang mendistribusikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 928 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Kedungkandang pada Kamis (24/09/2020) kemarin.

Menurut Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Penni Indriani mengatakan bahwa kemarin itu khusus pendistribusian BLT di Kecamatan Kedungkandang, untuk 928 KPM.

Pendistribusian tersebut diilaksanakan di Kantor Dinsos-P3AP2KB dan Bank Jatim Jalan Jaksa Agung Suprapto.

“Sebenarnya yang terhimpun ada 6000 lebih KPM. Akan tetapi kemampuan Dinsos-P3AP2KB Kota Malang hanya mencukupi untuk 5000 KPM,” ujarnya.

Bantuan kali ini adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT). Penerima bantuan mendapat uang tunai sebesar 900 ribu, total dari tiga bulan.

“Mestinya sejak bulan Juli dan Agustus, karena prosesnya lama sehingga baru terdistribusikan di bulan September,” lanjutnya.

Rincian dari total 5000 KPM adalah Kecamatan Blimbing sebanyak 949, Kecamatan Kedungkandang sebanyak 928, Kecamatan Klojen sejumlah 1065, dan Kecamatan Lowokwaru ada 633, dan Kecamatan Sukun sebanyak 1425.

“Hari ini khusus pendistribusian di Kecamatan Kedungkandang, sebanyak 928 KPM. Dilaksanakan di Kantor Dinsos-P3AP2KB dan Bank Jatim Jalan Jaksa Agung Suprapto. Beberapa hari ke depan akan berlanjut ke kecamatan lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu menurut salah satu penerima BLT dari Mergosono mengatakan bahwa proses menerima BLT berjalan lancar dan gampang. Ia tampak senang.

“Alhamdulillah bisa menutupi kekurangan, dan tambah-tambah belanja,” ucap Sholeh kepada Kabarmalang.com, Kamis (24/09/2020).

Pria yang berprofesi sebagai loper koran itu berharap supaya pemerintah lebih merata dalam memberi bantuan.

“Bisa merata ke seluruh masyarakat, biar semua bisa merasakan. Bagi saya bantuan 900 ribu itu sudah cukup,” lanjut Sholeh. (fat/fir)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Testimoni Beberapa Warga Penerima BLT Dinsos-P3AP2KB Kota Malang

Diterbitkan

||

Oleh

Suasana antrian BLT di Kantor Dinsos-P3AP2KB Kota Malang

 

KABARMALANG.COM – Penni Indriani, Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, mengatakan bahwa hari ini khusus pendistribusian BLT di Kecamatan Kedungkandang, untuk 928 KPM. Dilaksanakan di Kantor Dinsos-P3AP2KB dan Bank Jatim Jalan Jaksa Agung Suprapto.

Untuk penyaluran BLT di Kantor Dinsos-P3AP2KB, tercatat kurang lebih ada 650 KPM yang menerima. Berikut ini ada kesan dan pesan dari beberapa penerima BLT.

Adalah Sholeh, salah satu penerima BLT dari kampung Mergosono, mengatakan bahwa proses ia menerima BLT berjalan lancar dan gampang. Ia tampak senang.

“Alhamdulillah bisa menutupi kekurangan, dan tambah-tambah belanja,” ucap Sholeh kepada Kabarmalang.com, Kamis (24/09/2020).

Pria yang beprofesi sebagai loper koran itu berharap supaya pemerintah lebih merata dalam memberi bantuan

“Bisa merata ke seluruh masyarakat, biar semua bisa merasakan. Bagi saya bantuan 900 ribu itu sudah cukup,” lanjut Sholeh

Begitu juga dengan Muhammad Syafii, warga Kelurahan Kedungkandang, juga menganggap proses pemberian BLT berjalan lancar.

“Alhamdulillah prosesnya gampang. Saya sebelumnya dapat info dari kelurahan melalui RT. Saya senang sekali, rencananya untuk kebutuhan di rumah,” kata Syafii

Setali tiga uang juga dirasakan oleh Ponimah, seorang pedagang sayur asal Lesanpuro. Ia merasa senang dengan BLT ini.

“Perasaannya senang, bisa untuk kebutuhan sehari-hari dan buat modal jualan sayur. Apalagi ekonomi sedang sepi, ini bisa buat usaha,” terang Ponimah. (fat/fir)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com