Connect with us

Serba Serbi

Forum Jurnalis Malang Raya Menuntut Walikota Malang Sutiaji Minta Maaf

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Forum Jurnalis Malang Raya menuntut Walikota Malang Sutiaji minta maaf di media massa dan media sosial. Hal ini sebagai wujud bantahan dari kesan membuat berita palsu (fake news).

“Kami membantah opini yang telah terbentuk jika wartawan salah kutip dalam pemberitaan,” ujar Ariful King, Selasa (17/03/2020) saat di WIN (warung isor nongko).

Kami, lanjut King sapaan akrabnya Ariful King, dari Forum Jurnalis Malang Raya minta Walikota Malang untuk meminta maaf.

Seperti diketahui, berita Pemerintah Kota Malang menutup akses keluar masuk Kota Malang diberitakan sejumlah media pada Senin (16/3/2020) kemarin.

Berita tersebut menimbulkan polemik di media sosial, terlebih setelah Wali Kota Malang Sutiaji membuat pernyataan yang bersifat pembelaan diri lewat akun Instagram @sam.sutiaji:

“Saya tidak akan me-lockdown Kota Malang. Lockdown adalah kewenangan Presiden. Sutiaji Wali Kota Malang. Terima kasih rekan-rekan media yang mengklarifikasi berita yang benar.” Demikian bunyi kalimat Sutiaji di IG.

Dari status IG tersebut tersirat menuduh media sebelumnya tidak benar atau berita palsu atau fake news. Alhasil, banyak warganet menyalahkan wartawan salah kutip, wartawan melebih-lebihkan, wartawan memelintir, dan wartawan salah menginterpretasi wawancara.

“Menggunakan media sosial untuk klarifikasi sekaligus menyalahkan wartawan (wartawan yang dianggap buat klarifikasinya, red.) kurang elok. Kesannya jadi cuci tangan. Wali Kota patut memberi contoh dalam literasi media digital,” tutur King.

Disampaikan juga, berita yang ditulis jurnalis tersebut itu berdasarkan wawancara di Balai Kota Malang pada Senin (16/03/2020) pukul 10.03 WIB. Berita tersebut, telah memenuhi kaidah jurnalistik. Sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik, Pedoman Pemberitaan Media Siber, serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

Wali Kota Malang Sutiaji, kemudian mengklarifikasi pernyataan sebelumnya di ruang kerja sekitar pukul 16.00 WIB. Pada pernyataan kedua atau klarifikasi ini, Walikota menjelaskan tidak ada pernyataan menutup akses keluar masuk Kota Malang dalam wawancara pertama. Ia menyebut akses keluar masuk hanya untuk tamu daerah/studi banding.

Pernyataan klarifikasi itu telah disiarkan sejumlah media. “Jika ada pihak yang keberatan dengan pemberitaan bisa mengajukan Hak jawab seperti yang disediakan dalam UU Pers ke media bersangkutan. Jika tak puas bisa melaporkannya ke Dewan Pers,” pungkas King. (tik/fir)

Serba Serbi

Masyarakat Banjararum Keluhkan Perpustakaan Desa Tidak Berfungsi

Diterbitkan

||

Oleh

Gedung Sasana Wijaya Perpustakaan, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Sejumlah masyarakat Desa Banjararum, Kecamatan Singosari menyayangkan terhadap adanya perpustakaan setempat yang tidak difungsikan sebagaimana mestinya. Padahal, sebelumnya rencana pembangunan gedung Sasana Wijaya, Jalan Mujamil Desa Banjararum, Kecamatan Singosari itu untuk perpustakaan desa.

“Tapi sampai sekarang tidak ada bukunya, justru kerap disewakan untuk acara perkawinan. Padahal, namanya Sasana Wijaya Perpustakaan,” terang salah satu warga setempat, Yayuk saat ditemui di kawasan Gedung Sasana Wijaya Perpustakaan, Sabtu (19/09/2020).

Diketahui, pengelolaan gedung dibawah tanggung jawab Desa Banjararum. Sebab, pembangunan gedung itu dialokasikan dari dana desa selama rentang waktu tahun 2016 sampai tahun 2017, sebesar Rp 95.522.000,- dan Rp 97.887.000,- di tahun 2017.

“Pembangunan perpustakaan itu pun sebelumnya juga sudah melalui musyawarah perencanaan pembangunan desa alias Musrenbangdes,” ujar salah satu warga lain, Imam.

Gedung Sasana Wijaya sendiri terdiri dari dua lantai. Lantai bawah difungsikan sebagai tempat olahraga dan kegiatan lainnya. Dan perpustakaan yang tidak difungsikan ada di lantai atas.

Di ruang yang disebut perpustakaan, tidak ada satupun buku. Yang ada hanya rak-rak kosong berdebu. (haq/fir)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Bertemu Jemaah di Malang, Ini Pesan Syekh Ali Jaber

Diterbitkan

||

Foto : Syekh Ali Jaber saat menyampaikan pesan untuk jemaah

KABARMALANG.COM – Syekh Ali Jaber menyampaikan pesan agar jemaah tak terprovokasi pasca insiden penusukan yang dialaminya.

Jemaah diminta lebih memikir masa depan dan merapatkan barisan untuk membangun Indonesia.

Pesan ini disampaikan Syekh Ali Jaber saat bertemu jemaah sebelum buka bersama di restoran Baitul Maqdis Jalan Arjuno, Kota Malang, Kamis (17/9/2020), sore.

“Mohon jemaah tetap tenang, jangan terlalu mudah termakan dan mengaitkan isu manapun. Ini merupakan ujian yang diberikan Allah SWT,” ucap Syekh Ali.

Syekh Ali akan memberikan pernyataan langsung terkait insiden yang dialami pada Jumat (18/9/2020), nanti. Mulai dari perkembangan kondisinya, sampai dengan perkembangan dari penanganan oleh pihak kepolisian.

“Akan ada pernyataan langsung dari saya, pada hari Jumat melalui live youtube. Jadi mohon tenang, jangan kaitkan dengan isu apapun. Karena saya tidak punya musuh,” ungkapnya.

Syekh Ali menegaskan, jika dirinya percaya langkah kepolisian dalam menangani insiden yang dialaminya. Syekh meminta jemaah mengambil hikmah dan tak memikirkan peristiwa yang sudah terjadi itu.

“Saya percaya dengan kepolisian. Semua akan berjalan sesuai hukum yang berlaku. Yang terjadi ambil hikmahnya, mohon jangan pikirkan yang sudah terjadi. Mari kita pikirkan kedepan,” ajak Syekh Ali Jaber.

Jemaah diharapkan untuk merapatkan barisan untuk membangun Indonesia menjadi negara yang diimpikan seluruh umat manusia.

“Dengan kejadian ini, mari kita rapatkan barisan, saf untuk membangun Indonesia menjadi negara baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” harap Syekh Ali Jaber.

Pengamanan super ketat diberikan aparat kepolisian kepada Syekh Ali Jaber. Personel kepolisian bersenjata laras panjang mengawal Syekh sejak tiba di lokasi.

Nampak Forkopimda Kota Malang ikut hadir dalam acara ramah tamah, sekaligus buka puasa bersama itu. “Habis ini, kita salat magrib berjamaah, kemudian ada kultum dilanjut salat isya. Jadi buka puasanya habis isya,” kata Syekh Ali. (rjs/fir)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Lokasi Syekh Ali Jaber Dakwah di Jaga Ketat Polisi

Diterbitkan

||

Oleh

Lokasi Syekh Ali Jaber berdakwah di Masjid Khadijah Jl. Arjuno 19 di jaga ketat polisi

 

KABARMALANG.COM – Lokasi Syekh Ali Jaber berdakwah di Masjid Khadijah Jl. Arjuno 19, Kamis malam (17/09/2020) di jaga ketat polisi. Dari pantauan di lapangan, puluhan personel mengawal kegiatan tersebut.

Pengamanan ini diberikan menyusul insiden penusukan yang dilakukan oleh AA (Alpin Adrian) kepada ulama asal Madinah beberapa hari lalu di Lampung.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan pengamanan diberikan polisi sejak Syekh Ali Jaber berada di hotel hingga tempat yang dikunjungi selama beraktivitas di Malang.

“Kami akan serius memberikan pengamanan selama beliau berada di Kota Malang. Kurang lebih sebanyak 60 sampai 70 personel akan berjaga,” kata Leonardus, Kamis, (17/09/2020).

Leonardus mengatakan, sesuai agenda yang diterima oleh Polresta. Agenda Syekh Ali Jaber selama di Malang yakni berada di salah satu hotel, kemudian berdakwah ke sebuah masjid dan melakukan buka bersama di sebuah restauran.

“Kami akan berikan pengamanan yang maksimal kepada beliau. Kami akan berikan atensi penuh kepada beliau karena beberapa hari lalu sempat terjadi insiden. Sehingga ini menjadi pusat perhatian kita yang ada di Kota Malang,” ujar Leonardus. (tik/fir)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com