Connect with us

Edukasi

Langkah MTS Negeri 6 Malang Cegah Penyebaran Corona

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Langkah MTS Negeri 6 Malang Cegah Penyebaran Corona digelar melalui sebuah permainan yang dinamai Free Tangga Corona. Selama bermain pelajar akan ditanya seputar penyakit yang gejalanya mirip influenza itu.

Lembaran sebagai media permainan ular tangga dibuat dengan ukuran besar. Sehingga permainan bisa semakin menarik dan menantang.

Halaman sekolah dipilih sebagai lokasi permainan. Sehingga para pelajar lain bisa menyaksikan dan menerima pengetahuan terkait virus Corona. Edukasi yang diberikan dimulai dari asal muasal dari virus, gelaja bagaimana jika seseorang terpapar, sampai tindakan pencegahan dini dan langkah meningkatkan imunitas tubuh.

Sejumlah guru mendampingi para pelajar selama permainan ular tangga. Selain tim medis dari puskesmas setempat.

Kepala Sekolah MTS Negeri 6 Malang Sutirjo menyatakan, bahwa permainan sebagai upaya mengedukasi para pelajar itu dinamai Free Tangga Corona.

“Para pelajar bermain layaknya permainan ular tangga. Pemain akan diberikan soal terkait persoalan Corona. Dari mulai bagaimana virus itu bisa berkembang biak, penyebarannya, sampai langkah-langkah pencegahan,” terang Sutirjo kepada wartawan di MTS Negeri 6 Malang Jalan Raya Sukoharjo, Kamis (13/03/2020).

Sutirjo mengaku, dalam permainan juga disela senam sehat yang ditujukan untuk menguatkan anti bodi para pelajar. “Disela permainan ada flasmoob dan juga senam yang subtansinya meningkatkan anti bodi anak didik agar tubuh mereka sehat dan happy,” ungkap Sutirjo.

Untuk langkah pencegahan terkait wabah Corona juga dilakukan dengan himbauan hidup sehat yang diawali dari rumah masing-masing.

Para pelajar dibiasakan untuk rajin berwudlu sebelum berangkat ke sekolah. Ketika sampai, pengecekan suhu tubuh dilakukan di gerbang pintu masuk.

“Setelah pengecekan suhu tubuh dilanjutkan berwudlu, solat dan doa bersama. Ini bentuk ikhtiar kita, selain menyiapkan kesehatan lahiriyah tapi juga batiniah melalui doa dan solat setiap pagi sebelum jam belajar. Agar kita dibebaskan Allah SWT dari segala macam penyakit, termasuk Corona,” aku Sutirjo.

Terpisah Penanggung Jawab Bidang Usaha Kesehatan Sekolah Puskesmas Kepanjen, Suhartatik menambahkan, bahwa edukasi terkait Corona menjadi yang sangat penting.

Masyarakat, khususnya sekolah dan pelajar harus memahami dan mengerti betul apa itu Corona dan bagaimana mencegah agar tidak terinveksi atau tertular.

“Jadi yang sangat penting masyarakat pintar dahulu. Jika sudah memahami tidak panik dan benar dalam melakukan pencegahan,” imbuhnya. (rjs/fir)

Edukasi

UMM Tetap Selenggarakan Wisuda Luring di Masa Pandemi

Diterbitkan

||

Oleh

Foto: Suasana Wisuda Luring UMM di Gedung UMM Dome

KABARMALANG.COM – Di tengah penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tetap menggelar perhelatan wisuda luring secara bergelombang mulai Senin hingga Rabu (14-16/9).

Seperti pada perhelatan biasanya, wisuda yang sempat tertunda satu periode ini akan diselenggarakan dengan tetap menghadirkan seluruh wisudawan/wisudawati di Dome UMM.

Gelaran prosesi wisuda juga disiarkan streaming Youtube di channel UMMTube. Mengingat, sebagian calon wisudawan masih tertahan di daerah asal masing-masing.

Meski diselenggarakan di tengah pandemi, prosesi penyelenggaraan wisuda untuk Periode II dan III ini akan tetap dilakukan tanpa menghilangkan kesan formal dan unsur kehidmatannya.

Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd., menyatakan, saat orang tua yang mengantarkan anaknya untuk kuliah di UMM disambut dengan penuh unsur kehidmatan dan penuh haru, demikian sama halnya saat UMM melepas mereka. “Akan ada perasaan yang hilang jika prosesi wisuda murni online atau daring,” katanya.

Untuk mengantisipasi penularan Covid-19, UMM telah mempersiapkan segala kebutuhannya. Termasuk mempersiapkan protokol kesehatan khusus. Di antaranya kendaraan pengantar wisudawan/wisudawati hanya 50 persen dari kapasitas maksimalnya.

Penumpang kendaraan tidak melebihi batas maksimal suhu tubuh 37,8 derajat, mengenakan masker selama kegiatan di kampus atau prosesi wisuda, membawa makanan dan minuman sendiri, serta mencuci tangan/pakai hand sanitizer.

Wisuda periode II ini untuk mengukuhkan calon wisudawan/wisudawati Program Pendidikan Doktor (S3), Program Pendidikan Magister (S2), Program Pendidikan Sarjana (S1), Program Pendidikan Diploma Tiga (D-3) dan Profesi.

Lebih jauh, jumlah lulusan pada periode II Tahun 2020 adalah sebanyak 1077 orang.

Sementara, untuk jumlah wisudawan/wisudawati pada periode II Tahun 2020 adalah sebanyak 930 orang yang terdiri dari 345 wisudawan dan 585 wisudawati. (fat/rjs)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Psikolog UB Gelar Pertunjukan Boneka Tumbuhkan Disability Awareness

Diterbitkan

||

Oleh

Kegiatan dilaksanakan melalui aplikasi Zoom Meeting

 

KABARMALANG.COM – Penyandang disabilitas hingga kini masih rentan menjadi target sikap negatif teman sebaya di ruang kelas. Sedikit teman juga kurang diterima dan jarang sosialisasi. Akibatnya, mereka mengalami perasaan kesepian.

Karenanya, sangat penting membangun kesadaran anak sejak dini terhadap penyandang disabilitas yang berkualitas sebagai sarana meningkatkan pengetahuan, sikap, niat dan minat positif mereka.

Selama ini, seringkali terdapat permasalahan yang dialami oleh siswa penyandang disabilitas baik dalam penyesuaian sosial maupun akademis di sekolah.

Melihat hal ini, dosen jurusan psikologi FISIP Universitas Brawijaya mengadakan pertunjukan boneka dengan tujuan mengenalkan dan meningkatkan sensitivitas anak terhadap penyandang disabilitas. Anak memiliki pengetahuan faktual dan sikap yang lebih positif terhadap penyandang disabilitas.

Kegiatan ini diinisiasi oleh tiga psikolog; Yuliezar Perwira Dara, S.Psi., M.Psi., Ulifa Rahma, S.Psi, M.Psi., dan Faizah, S.Psi., M.Psi. Ketiganya merupakan dosen sekaligus Psikolog Pendidikan perkembangan di Jurusan Psikologi FISIP Universitas Brawijaya, yang tergabung dalam Kelompok Jabatan Fungsional Disabilitas.

Kegiatan tersebut dilaksanakan Jumat, 28 Agustus 2020 dan 4 September 2020 dengan mengedukasi siswa-siswa SD Kristen Charis dalam belajar Pendidikan karakter siswa hebat bersosial.

Materi puppetshow ini masuk dalam mata pelajaran life skill yang diharapkan dapat membangun kemampuan sosial yang semakin matang dan menyenangkan di antara teman sebaya dengan siswa penyandang disabilitas.

Kegiatan dilaksanakan melalui aplikasi Zoom Meeting, karena belum memungkinkan untuk memberikan psikoedukasi melalui tatap muka dengan siswa.

Diikuti 64 siswa SD Kristen Charis, kegiatan ini mendapatkan antusiasme yang cukup bagus dari guru dan siswa.

“Inti cerita dari pertunjukan boneka (Puppet show) ini adalah pengantar tentang gambaran kekhususan/keterbatasan siswa Down sindrom dan Disleksia, mengenal persamaan siswa penyandang disabilitas dengan teman lainnya, dan penjelasan tentang hal-hal yang dapat dilakukan bersama siswa penyandang disabilitas yang dikemas melalui cerita kesetiakawanan di sekolah,” Yuliezar menjelaskan isi gambaran program yang diselenggarakan.

Salah satu pendamping/guru di SD Kristen Charis Malang, yaitu Teacher Marta Enggar Ingtyas, S.Pd, menyampaikan, kegiatan dengan media Puppet (boneka tangan) cukup menarik untuk anak-anak. Isi cerita bermanfaat untuk mengenalkan anak mengenai keadaan teman penyandang disabilitas.

Hal ini sejalan dengan keadaan sekolah yang merupakan sekolah inklusi, yang juga membersamai siswa penyandang disabilitas belajar di SD Kristen Charis ini.

“Untuk selanjutnya perlu praktik lebih jauh pada keseharian anak dari materi puppet show ini. Dan anak usia sekolah dasar perlu adanya pembelajaran berulang-ulang dan media yang menarik antusiasme untuk membangun pemahaman dan sikap yang semakin baik,” kata Enggar.

Program psikoedukasi melalui puppet show ini sangat baik dan sangat dibutuhkan oleh anak-anak. “Dari sini mereka mengenal istilah disabilitas yang dialami teman di sekitarnya, mengetahui kesulitan dan keunikan teman,” ujar Chris Wijayanti Puspita,M.E, salah satu guru di SD Charis menambahkan.

Walaupun sehari-hari mereka sebenarnya sudah berinteraksi dengan mereka, kadang teman sebaya tidak paham dengan apa yang dialami temannya. Dari program ini juga, anak-anak belajar mengenai cara bersikap dengan teman penyandang disabilitas, apa yang bisa dilakukan bersama-sama untuk berteman.

Selain menyampaikan mengenai disability awareness, sesuai dengan kondisi saat ini di masa pandemi Covid-19, penyelenggara menyisipkan materi protokol kesehatan sebagaimana diimbau oleh WHO, 2020.

Di antaranya adalah melalui menjaga hidup bersih dan sehat, serta interaksi sosial yang aman, untuk diterapkan kepada peserta psikoedukasi.

Materi disampaikan melalui lagu dan gerak tangan yang energik yang diikuti oleh seluruh peserta, yaitu tepuk corona: mengenai imbauan memakai masker, handsanitizer, cuci tangan dengan air mengalir, dan jaga jarak sosial.

Pertemanan di masa pandemi masih dapat dijalin dengan bertelepon, menggunakan media sosial/aplikasi meeting yang sudah tersedia saat ini, sehingga teman-teman masih dapat terhubung termasuk dengan teman penyandang disabilitas. (adv)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Tahun Depan, Guru Honorer Kabupaten Malang Digaji 2 Juta?

Diterbitkan

||

Oleh

Bupati Malang H M Sanusi (foto : Imron Haqiqi)

KABARMALANG.COM – Tenanga Pendidik Kontrak (TPK) alias guru Honorer tentunya bahagia. Rencananya, pada 2021 nanti, Bupati Malang, HM Sanusi menjajikan akan menambah gajinya hingga Rp 2 juta per bulan.

Hal itu dilakukan sebagai upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer di lingkungan Pemkab Malang.

“Kalau saat ini gaji guru honorer dikeluhkan, karena nilainya masih kecil. Pada 2021 nanti Insya Allah kami (Pemkab Malang) naikkan hingga Rp. 2 juta,” terang Sanusi, Sabtu (12/9/2020).

Kebijakan itu, menurut pria kelahiran Gondanglegi tersebut akan diberlakukan untuk semua tingkatan sekolah yang berada di bawah naungan Pemkab Malang.

“Semuanya, baik SD maupun SMP, Negeri atau Swasta, yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang gajinya akan kami tambah,” tuturnya.

Hanya saja, kebijakan itu tidak berlaku untuk sekolah yang berada di bawah naungan Kemenag Kabupaten Malang.

“Kalau madrasah kami belum bisa, karena itu berada di bawah naungan Kemenag, bukan Pemkab Malang,” katanya.

Untuk diketahui, jumlah guru honorer di Kabupaten Malang, berdasarkan data yang dihimpun sebanyak 4747 orang untuk Sekolah Dasar (SD), dan 1274 orang untuk guru SMP.

Sedangkan gaji yang diberikan bervariasi, sesuai kebijakan setiap sekolah masing, karena diambilkan dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai dengan Permendikbud Nomor 19 tahun 2020 terkait teknis penggunaan bantuan operasional sekolah atau BOS.

Sebelumnya, dalam Permendikbud Nomor 8 tahun 2020 gaji guru honorer hanya bisa diambilkan 50% dari dana BOS reguler.

Namun, dalam Pasal 9A ayat (2) aturan baru persentase tersebut tak berlaku lagi selama masa darurat kesehatan covid-19. (haq/rjs)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com