Connect with us

Pemerintahan

Pelanggan MBR di Kabupaten Malang Dapat Subsidi Air Minum

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Subsidi air minum diberikan Perumda (Perusahaan Daerah) Tirta Kanjuruhan bagi pelanggan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Subsidi dalam rangka mendukung program Pemerintah Kabupaten Malang dalam pengentasan kemiskinan.

Perumda Tirta Kanjuruhan sebagai operator penyediaan air minum telah berperan aktif untuk merealisasikan program konkret yang terkait dengan pelayanan air minum.

Tentu langkah itu demi memenuhi hak masyarakat Kabupaten Malang akan kebutuhan air minum. Selain memberikan akses pelayanan air minum bagi masyarakat.

Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan Syamsul Hadi mengaku, subsidi air minum adalah realisasi dari komitmen Perumda Tirta Kanjuruhan atas tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Perusahaan menetapkan program kerja subsidi air minum untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan tempat ibadah dalam mendapatkan pelayanan air minum,” terang Syamsul, Senin (09/03/2020).

Syamsul menjelaskan, produk layanan dari program subsidi air minum bagi MBR dan tempat ibadah yang mulai digulirkan pada Febuari 2020 ini berupa keringanan biaya pasang baru, pasang baru gratis, subsidi pemakaian bagi tempat ibadah, dan Pasang Baru Gratis serta Subsidi Pemakaian bagi MBR.

“Program ini dilaksanakan juga atas support Bupati Malang Bapak Sanusi dalam rangka memberikan pelayanan yang murah bagi warga miskin (Gakin) di wilayah Kabupaten Malang,” jelas Syamsul.

Syamsul juga membeberkan hak yang diperoleh bagi tempat ibadah yang mendapatkan program itu. Yakni berupa sambungan rumah dengan panjang pipa maksimal 6 meter yang lengkap beserta meter air Ǿ1/2” beserta aksesorisnya.

Subsidi pemakaian juga diberikan berdasar jenis tempat ibadah serta kubikasi pemakaianya. “Sementara hak bagi MBR adalah mendapatkan subsidi pemakaian air minum setiap bulan sebesar 10 m3 x harga tarif pelanggan bersangkutan,” beber Syamsul.

Dia menambahkan, untuk subsidi pemakaian MBR pada tahun 2020 ini, rencananya akan diberikan kepada 650 pelanggan yang telah memenuhi syarat untuk mendapatkan subsidi yang dimaksud.

“Pertama, telah menjadi pelanggan golongan rumah tangga, memiliki Kartu Indonesia Sejahtera atau Surat Keterangan Tidak Mampu, surat pernyataan yang disetujui Kepala Desa dan Camat, dan juga rekening tagihan
air terakhir,” imbuhnya.

Syamsul mengaku, dengan digulirkannya program tersebut, Perumda Tirta Kanjuruhan berharap dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat khususnya yang berpenghasilan rendah, untuk bisa dengan mudah
dan murah memperoleh akses air bersih demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sehingga mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Malang,” pungkasnya. (rjs/fir)

Pemerintahan

Kampung Bersinar Bangun Kesadaran Lingkungan

Diterbitkan

||

Wawali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko menyerahkan hadiah Juara 1 Lomba Kampung Bersinar (Foto: Fathi).

 

KABARMALANG.COM – Kampung Bersinar Kota Malang 2020 telah berakhir. Penyerahan hadiah digelar di Balai Kota Malang, Jumat (4/12).

Penyerahan hadiah diberikan kepada 15 kampung terbaik.Wawali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko menyerahkan langsung hadiah juara.

Menurut Edi, nilai lomba Kampung Bersinar bukan persaingan juara. Tapi, terwujudnya kesadaran masyarakat merawat lingkungan.

“Masyarakat yang dengan sadar mengelola lingkungannya perlu diapresiasi. Harapannya, lingkungan masyarakat lebih sehat, bersih dan asri,” ujar Edi kepada wartawan, di Balai Kota Malang, Jumat (4/12).

Menurut Edi, lomba ini dilakukan di perkampungan. Sehingga, perlombaan lingkungan berdampak kepada anak-anak.

“Mereka akan melihat aktivitas orang tuanya. Cinta terhadap tanamannya. Suka menanam dan merawat. Itu pendidikan karakter yang diperlukan putra-putri kita,” jelasnya.

Edi menyebut para peserta ikut membangun peradaban. Karena, kebiasaan baik menjaga lingkungan akan menjadi budaya.

“Dari hal kecil, jika konsisten, akan jadi kebiasaan. Lalu dilakukan bersama-sama menjadi sebuah budaya. Jika berlaku dalam kurun waktu yang panjang, itulah peradaban,” jelasnya.

Meski demikian, perlu ada peningkatan jumlah peserta. Kota malang memiliki 500 RW. Namun, peserta lomba hanya 130 RW.

“Berarti ada 370 RW yang mesti dimotivasi dan disemangati. Supaya, semua memiliki kesadaran lingkungan yang sama,” tegasnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Plengsengan Ambrol Kedungkandang Dipasangi Beton

Diterbitkan

||

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko saat meninjau pembangunan proyek Jembatan Kedungkandang. (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COMPemkot Malang sidak plengsengan ambrol di jembatan Kedungkandang, Jumat (4/12). Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko memimpin sidak.

Dia datang bersama Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Hadi Santoso. Jajaran kecamatan dan pelaksana proyek ikut menyertai.

“Kita lihat secara langsung. Kongsornya plengsengan yang kemarin terjadi akibat hujan,” ujar Edi, kepada wartawan, Jumat (4/12).

Plengsengan tersebut sudah dua kali ambrol. Rabu  (2/12) kemarin adalah kejadian kedua. Sebelumnya, plengsengan sudah ambrol Sabtu (21/11) lalu.

Pemkot Malang memerintahkan perbaikan plengsengan ini. Edi menyebut pelaksana proyek langsung mendatangkan satu beton pile. Beton tersebut menjadi dasar pondasi tiang pancang.

“Nantinya akan dibangun dinding penahan dari beton cor. Hari ini proses pengerjaan. Bahan-bahannya juga sudah masuk,” jelasnya.

Dia menegaskan, ambrolnya plengsengan tidak mengganggu proyek secara keseluruhan. Karena, plengsengan bukan konstruksi utama.

Meski demikian, Edi berharap jembatan Kedungkandang ditata dengan baik. Karena, perekonomian Kota Malang bergantung pada jalan ini.

“Aktivitas ekonomi harus semakin lancar. Supaya, perkembangan wilayah timur juga semakin baik,” terangnya.

Dia menekankan, pengerjaan proyek sesuai dengan jadwal. “Jadi tetap akhir tahun ini selesai. Semoga cuaca mendukung pihak pelaksana,” ungkapnya.

Terpisah, pekerjaan plengsengan diperpanjang sampai 30 Desember. Ini ditegaskan Kepala DPUPRPKP Kota Malang Hadi Santoso.

Sementara, jembatan harus selesai lebih cepat. Karena, jembatan diklaim siap diresmikan pada 23 Desember.

“Struktur atas dan jalur barat selesai 23 Desember. Dan akan diresmikan,” jelasnya.

Soni menuturkan, sisi timur diproyeksi rampung 30 Desember. Karena kawasan itu hanya jalur putar balik.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

6 ASN Pemkot Malang Positif Covid-19

Diterbitkan

||

Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM Enam ASN Pemkot Malang terkonfirmasi positif Covid-19. Ini dipastikan setelah hasil swab test mereka keluar.

Mereka berasal dari 15 ASN yang sebelumnya reaktif. Sembilan lainnya dinyatakan negatif.

Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto membenarkan ini.  Enam ASN positif covid-19 berasal dari lingkungan Balai Kota Malang.

“Enam ASN akan ditempatkan di RSUD Kota Malang. Mereka akan menjalani tahapan isolasi,” ujar Nur Widianto, kepada wartawan, Jumat (4/12).

Menurut Wiwid, sapaannya, enam ASN tersebut tanpa gejala. Saat dites reaktif, mereka segar dan sehat-sehat saja.

Karena itu, demi kecepatan penyembuhan, mereka diisolasi. Namun, treatment mereka berbeda dengan pasien bergejala parah.

“Pemulihannya hanya penguatan dari sisi stamina tubuh. Terutama minum suplemen dan diajak berolahraga,” jelasnya.

Sedangkan 9 ASN yang negatif, tetap isolasi mandiri.

“Kami tetap rekomendasi isolasi mandiri. Walaupun hasil swab negatif. Karena, rapid testnya reaktif. Perlu jaga kondisi,” tutupnya.

Seperti diketahui, Wali Kota Malang Sutiaji positif covid-19. Istri dan satu anaknya juga positif. Termasuk, Sekda Kota Malang Wasto.

Sejumlah 15 ASN kontak erat Sutiaji, ikut reaktif. Dari swab test, enam di antaranya positif.

Akibatnya, Pemkot Malang menerapkan WFH 14 hari. Separuh ASN bekerja normal. Separuhnya lagi kerja dari rumah. Ini dilakukan bergantian.(fat/yds)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com