Peristiwa
Tragedi di Jembatan Cangar: Penemuan Jasad Pemuda Lumajang Gegerkan Warga di Jalur Pacet-Batu

KABARMALANG.COM – Pihak kepolisian melakukan proses evakuasi sesosok mayat pria berinisial DPW (24) asal Lumajang yang ditemukan di bawah Jembatan Cangar, jalur penghubung Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto, pada Kamis, 23 April 2026.
Penemuan tragis ini bermula dari kecurigaan warga terhadap sepeda motor dan sandal yang ditinggalkan di atas jembatan tanpa pemilik, sehingga memicu dugaan kuat aksi bunuh diri di kawasan hutan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo tersebut.
Lokasi yang dikenal memiliki medan ekstrem dengan turunan tajam Gotekan ini kini dalam pengawasan ketat aparat hukum guna menyelidiki motif di balik kejadian berulang ini.
Sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat mengenai pentingnya keamanan dan pengawasan sosial di jalur wisata yang menghubungkan wilayah Malang Raya dengan Mojokerto tersebut.
Daftar Isi
​Informasi Utama Jalur Jembatan Cangar
​Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan titik krusial bagi mobilitas Jawa Timur:
​Fungsi Vital: Menjadi jalur alternatif utama menuju destinasi wisata Pemandian Air Panas Cangar dan penghubung ekonomi antarwilayah.
​Karakteristik Medan: Terkenal dengan turunan dan tanjakan ekstrem yang rawan menyebabkan rem blong, khususnya di titik Gotekan.
​Konteks Sosial: Akibat rentetan kejadian tragis dalam sebulan terakhir, kawasan ini menjadi atensi publik baik dari sisi keamanan lalu lintas maupun isu sosial.
​Ringkasan Kejadian Terbaru (Update April 2026)
Detail Peristiwa | Informasi Terkini |
|---|---|
Waktu Kejadian | Kamis, 23 April 2026 |
Identitas Korban | DPW (24 Tahun), Asal Lumajang |
Lokasi Spesifik | Bawah Jembatan Kembar Cangar (Tahura Raden Soerjo) |
Dugaan Motif | Masih dalam Penyelidikan Kepolisian (Diduga Bunuh Diri) |
Catatan Kejadian | Kejadian serupa tercatat pada awal April 2026 |
Mengingat medan yang sangat berisiko, para pengendara diimbau untuk:
​Cek Sistem Pengereman: Pastikan rem dalam kondisi prima sebelum memasuki jalur pegunungan.
​Manajemen Gigi: Wajib menggunakan gigi rendah (low gear) saat melintasi turunan tajam untuk meminimalkan beban rem.
​Ikuti Relawan: Patuhi instruksi relawan dan rambu lalu lintas yang tersebar di sepanjang jalur ekstrem tersebut.
Serba Serbi3 minggu agoKatalog Promo JSM Superindo Terbaru Periode 22–24 Mei 2026: Diskon Ayam Broiler 40% dan Daging Segar Harga Hemat!
Serba Serbi3 minggu agoPanel Surya untuk Perguruan Tinggi: Kampus Hijau dengan Investasi Berkelanjutan
Olahraga3 minggu agoHasil Liga 1: Tahan Imbang Persijap 0-0, Persib Bandung Cetak Sejarah Hattrick Juara Tiga Musim Beruntun!
Olahraga3 minggu agoHasil Liga 1: Valdeci Cetak Gol Indah, Arema FC Tumbangkan PSIM Yogyakarta 3-1 di Laga Pamungkas Kanjuruhan
Olahraga3 minggu agoPantau Malang Junior League 2026, Legenda Arema Arif Suyono Berburu Pemain Berbakat untuk Proyeksi Timnas U17
Pemerintahan3 minggu agoKasus Siswi Korban Asusila Ojol di Blimbing, Dinsos Kota Malang Terjunkan Tim Pulihkan Trauma Korban
Serba Serbi3 minggu agoHarga Emas Antam Hari Ini Minggu 24 Mei 2026: Sentuh Rp2.773.000 per Gram, Cek Rincian Buyback Terbaru!
Serba Serbi4 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 13 Mei 2026 Melonjak Lagi ke Rp56.200 per Gram, Tren Bullish Berlanjut


































