Peristiwa
IHSG Turun 3,38% ke Level 7.129, Rupiah Jeblok Rp17.293 Per Dolar AS di Penutupan Pekan Ini

KABARMALANG.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok tajam sebesar 3,38% ke level 7.129,49 pada perdagangan hari Jumat, 24 April 2026, menyusul sentimen negatif global dan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.
Terkoreksinya indeks utama di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini dipicu oleh aksi jual bersih (net sell) masif oleh investor asing setelah lembaga pemeringkat Fitch menurunkan prospek kredit perbankan besar Indonesia seperti BBCA dan BBRI menjadi negatif.
Kondisi pasar semakin tertekan oleh ketegangan geopolitik di Selat Hormuz serta rontoknya bursa Wall Street, yang memaksa 670 saham di bursa domestik berakhir di zona merah.
Dan menciptakan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi nasional di penghujung kuartal I-2026.
Ringkasan Statistik Pasar (24 April 2026)
​Pergerakan pasar menunjukkan tekanan jual yang sangat dominan di seluruh sektor:
Parameter Pasar | Data Penutupan | Keterangan |
|---|---|---|
Level IHSG | 7.129,49 | Turun 249,11 Poin (-3,38%) |
Titik Terendah | 7.115,97 | Level Support Kritikal |
Kurs Rupiah | Rp17.293 / USD | Pelemahan Signifikan |
Statistik Saham | 90 Hijau / 670 Merah | Pasar Dominan Melemah |
Investor Asing | Net Sell Masif | Aliran Modal Keluar (Outflow) |
Faktor Utama Pemicu Koreksi Tajam
​Ada tiga faktor krusial yang menyebabkan pasar modal Indonesia kehilangan momentum penguatannya hari ini:
​Sentimen Perbankan (Big Caps): Saham-saham blue chip seperti BBCA, BMRI, BBNI, dan BBRI rontok akibat penurunan prospek kredit oleh Fitch, yang menekan kapitalisasi pasar secara keseluruhan.
​Krisis Nilai Tukar: Rupiah yang menembus angka Rp17.293 per Dolar AS meningkatkan risiko biaya impor dan beban utang luar negeri emiten.
​Geopolitik Global: Ketegangan di Selat Hormuz memicu kenaikan harga energi dan menurunkan minat risiko investor global (risk-off) terhadap pasar negara berkembang (emerging markets).
Tips Strategi Investor
​Menghadapi volatilitas tinggi seperti saat ini, investor diharapkan mengambil langkah bijak:
​Wait and See: Hindari tindakan impulsif (panic selling) dan pantau rilis laporan keuangan kuartal I-2026.
​Fokus Fundamental: Perhatikan saham-saham yang memiliki fundamental solid namun harganya sudah terdiskon besar (undervalued).
​Diversifikasi: Pertimbangkan aset aman (safe haven) di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Peristiwa3 minggu agoFenomena Viral “Cacing” Persija Usai Kalah dari Persib: Sejarah Spanduk di Samarinda dan Dampak Klasemen
Olahraga3 minggu agoHasil Bali United vs Borneo FC 2-3: Pesut Etam Menang Dramatis, Persaingan Juara dengan Persib Kian Memanas!
Peristiwa3 minggu agoRupiah Melemah Tembus Rp17.516 per Dolar AS Hari Ini 12 Mei 2026, Rekor Tertinggi Akibat Inflasi Global
Peristiwa3 minggu agoIHSG Turun ke Level 6.905 pada 11 Mei 2026: Tertekan Sentimen MSCI dan Pelemahan Rupiah ke Rp17.500
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Turun Jadi Rp51.450 per Gram, Simak Rincian Harga Global dan Lokal
Serba Serbi3 minggu agoHarga Emas Antam Melonjak ke Rp2.859.000 per Gram Hari Ini 12 Mei 2026, Cek Rincian Buyback di Pegadaian
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 13 Mei 2026 Melonjak Lagi ke Rp56.200 per Gram, Tren Bullish Berlanjut
Peristiwa3 minggu agoPolemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Insiden Penilaian Viral di Kalbar Berujung Permohonan Maaf dan Penonaktifan Juri































