Connect with us

Hukrim

Ketika Jaksa Dinilai Gagal Membuktikan Sugeng Membunuh dan Memutilasi

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Sidang perkara Sugeng Santoso (49) yang didakwa membunuh dan memutilasi mrs x masih bergulir. Jaksa penuntut umum (JPU) dianggap belum mampu membuktikan Sugeng adalah pelakunya berdasarkan alat bukti pada surat dakwaan. Bagaimana bisa ?.

Penasehat hukum Sugeng Santoso, Iwan Kuswardi melihat, bahwa JPU dengan alat buktinya telah gagal membuktikan dakwaannya selama proses persidangan. Dan Sugeng didakwa telah melakukan tindak pidana pasal 340 KUHP tentang pembunuhan dan pasal 338 KUHP belum terbuktikan.

“Jaksa telah gagal membuktikan pasal 340 dan 338 KUHP yang didakwakan terhadap Sugeng, karena delik materiilnya sama sekali tidak didukung alat bukti. Bahwa pembunuhan ini adalah mengenai pasal delik materiil, dimana akibat yang ditimbulkan harus dibuktikan. Akibatnya kan mati, sebabnya apa?,” ujar Iwan Kuswardi, Rabu (15/01/2020).

Lantas dimana kegagalan yang dimaksud?.

Ketua LBH Peradi Malang Raya ini membeberkan, sesuai surat dakwaan, alat bukti yang disodorkan JPU adalah 12 keterangan saksi, dua saksi ahli, beserta dua surat dari ahli forensik dan ahli psikologi.

Jika mengacu pada keterangan 12 saksi di muka persidangan, lanjut Iwan, tak satupun saksi yang mampu menjelaskan secara terang bagaimana peran Sugeng dalam menghilangkan nyawa korban.

“Semuanya hanya tahu ada penemuan potongan badan, siapa yang melakukan tidak ada yang mengetahuinya. Sementara keterangan ahli justru mendukung Sugeng bukan pelakunya,” bebernya.

Dia juga menjelaskan, bagaimana hasil visum et repertum nomor : 19.143/V yang dikeluarkan RS dr Saiful Anwar Kota Malang yang menerangkan secara gamblang bahwa pemotongan anggota tubuh dilakukan pada saat korban telah meninggal dunia.

“Visum menjelaskan gamblang, korban dipotong setelah meninggal dunia. Ada perbedaan, dipotong pada saat itu dan dipotong setelah mati. Sementara untuk penyebab kematian oleh visum diterangkan tidak ditemukan penyebabnya serta tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, hanya ada pembusukan lanjut,” jelasnya.

Berdasarkan hal itu, dia berani menyebut bahwa penyidik kurang berhati-hati dalam menetapkan Sugeng sebagai tersangka. Karena dua alat bukti permulaan yang cukup pada waktu itu tidak terpenuhi.

“Kami bisa bilang penyidik sembrono dalam menetapkan Sugeng sebagai tersangka. Karena apa?, dua alat bukti permulaan untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka belum cukup terpenuhi. Sesuai yang diterangkan polisi, penetapan Sugeng sebagai tersangka berdasarkan dua alat bukti yakni keterangan saksi bernama Slamet yang kesemuanya dibantah oleh Sugeng dan keterangan saksi ahli psikologi dimana menyatakan Sugeng suka berbohong,” terang Iwan.

Ditambahkan, selama persidangan juga belum mengungkap dengan pasti kapan peristiwa pidana itu terjadi. Sugeng dalam keterangannya menyebutkan, awal mengenal korban pertama adalah satu hari sebelum puasa ramadan atau di 5 Mei 2019.

“Kapan kejadiannya masih belum jelas terungkap, Sugeng mengatakan kenal satu hari sebelum puasa (ramadan) atau di 5 Mei 2019 dan meninggal pukul 5 sore dan baru di pukul setengah 2 dini hari atau pada 6 Mei 2019 tubuh korban dipotong,” imbuh Iwan.

“Sementara dalam dakwaan peristiwa pidana disebutkan pada 7 Mei 2019, cukup mengejutkan lagi jika melihat hasil visum et repertum menjelaskan bahwa kematian korban terjadi pada rentan waktu 9-11 Mei 2019,” sambungnya.

Sidang perkara Sugeng digelar di Pengadilan Negeri Malang dua kali satu pekan. Jadwal persidangan seringkali molor, karena padatnya agenda. Penasehat hukum menyebut, dua pekan lagi Sugeng akan menghadapi tuntutan dari JPU. (rjs/fir)

Hukrim

Sales Palsukan Faktur, Gelapkan Uang Kantor

Diterbitkan

||

Sales Palsukan Faktur, Gelapkan Uang Kantor
Fahrezal Anwar, tersangka penggelapan uang perusahaan modus faktur fiktif. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM Seorang sales memalsukan faktur pembelian secara kredit. Akibatnya, perusahaannya merugi karena uang tidak masuk rekening kantor.

Sales itu bernama Fahrezal Anwar, 25. Dia warga Dusun Sumberingin, Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang.

Sampai Jumat (4/12), dia masih mendekam di Polsek Turen. Dia dilaporkan oleh perusahaannya, PT Indomarco Adi Prima Malang.

“Tersangka telah menggelapkan beberapa barang milik perusahaan. Bukti penggelapan dalam jabatan yang dilakukannya cukup kuat,” ujar Kapolsek Turen Kompol Zainul Arifin, Jumat (4/12)

Tersangka adalah salesman canvas perusahaan. Dia kesehariannya beroperasi di Desa Pagedangan, Kecamatan Turen.

Selama menjalani pekerjaan, Sang sales kerap melakukan penggelapan. Dia memanipulasi data hasil penjualan canvas sejak November.

Sehingga perusahaan mengalami kerugian cukup besar. Dia memanipulasi data pembelian kredit, supaya terbit faktur fiktif.

“Padahal, barang-barang dijual secara tunai tanpa sepengetahuan perusahaan. Uang hasil penjualan barang dipakai untuk kepentingan pribadi,” jelas Zainul.

Ulah tersangka terendus perusahaan yang melakukan audit. Setelah audit, ditemukan selisih pemasukan dan barang yang keluar.

Setelah dicek, banyak uang tidak masuk dari faktur kredit. Kecurigaan akhirnya mengarah pada tersangka Fahresal.

Perusahaan itu melaporkan sales ini ke Polsek Turen. Fahresal ditangkap dengan sejumlah barang bukti.

Misalnya, dua lembar surat perjanjian kerja. Tiga lembar hasil audit kerugian perusahaan. Serta, 88 lembar faktur penjualan kredit.

Si sales dijerat pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan. Polisi masih menghitung kerugian yang dialami pelapor. Meski demikian, ditaksir kerugian mencapai jutaan rupiah.

“Kasus penggelapan ini masih terus kami dalami. Jumlah kerugiannya saat ini masih dihitung,” tutupnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Polres Batu Rampas Bibit Ganja Satu Hektar

Diterbitkan

||

Polres Batu Rampas Bibit Ganja Satu Hektar
Ungkap Kasus Narkoba Hasil Penangkapan Polres Batu Dalam Kurun 2 Bulan (Foto : Arul)

 

KABARMALANG.COM – Polres Batu mampu membongkar jaringan narkotika dua bulan terakhir. 13 tersangka pun diamankan.

Beberapa barang bukti juga disita. Misalnya, daun ganja, sabu dan pil koplo. Polres Batu, juga mengamankan barang bukti penting.

Yaitu, 20 gram bibit ganja. Jika ditanam, maka bibit bisa dipakai 1 hektar lahan.

“Misalnya per bijinya ditanam beberapa centimeter. Setidaknya tanah seluas satu hektar bisa penuh,” ungkap Kapolres Batu AKBP Catur C. Wibowo di Polres Batu, Kamis siang (3/12).

Pengungkapan bibit ganja ini membuat polisi waspada. Untungnya, bibit ganja tidak lolos dari pengungkapan.

Karena, bibit-bibit ganja ini berpotensi mengancam generasi. Catur masih akan mendalami penggunaan bibit ganja tersebut.

Selain itu, total rampasan ganja barang bukti berjumlah 2 ons. Bibit dan ganja kering dirampas dari dua tersangka.

Yaitu inisial YS, 22, dan W, 23. Keduanya merupakan warga Desa Oro-Oro Ombo Kota Batu.

Keduanya adalah residivis narkotika. Mereka tertangkap saat akan transaksi. Tepatnya, 24 November, tersangka hendak mengirim pocket ganja.

Namun, mereka dibekuk oleh Satresnarkoba Polres Batu. Mereka digiring ke Mapolres Batu untuk penyidikan.

“Barang bukti lainnya berupa sabu 15,74 gram. Pil koplo sebanyak 11.000 butir,” jelasnya.

YS dan W termasuk 13 tersangka tangkapan Polres Batu. Tersangka terdiri dari 5 pengedar dan 8 pengguna.

Barang bukti sitaan setidaknya bernilai Rp 40 juta rupiah. Sejumlah 3700 orang diselamatkan dari bahaya narkoba.

“13 tersangka terbukti telah menyalahi UU Narkotika,” ujar Catur. Mereka terancam hukuman kurungan 5-15 tahun.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Kepala Dealer Gelapkan 13 Motor Perusahaan

Diterbitkan

||

Kepala Dealer Gelapkan 13 Motor Perusahaan
Polresta Malang Kota, saat merilis tersangka penggelapan dan pencurian 13 unit sepeda motor (Foto: istimewa)

 

KABARMALANG.COM Polresta Malang Kota menciduk seorang kepala dealer. Dia menggelapkan 13 motor perusahaannya sendiri.

Tersangka adalah pria berinisial AP, 33. Dia warga Dusun Tunjungsari, Kabupaten Malang.

“November (2/11) tersangka AP melakukan perbuatan tersebut. Dengan cara menjual dua sepeda motor tanpa sepengetahuan perusahaan,” kata Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, kepada wartawan, di Polresta Malang Kota, Rabu (2/12).

AP adalah kepala dealer Honda PT Nusantara Surya Sakti. Lokasi dealernya di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Lowokwaru.

Karena inilah, dia gampang melancarkan aksinya. Leo menyebut, dua motor pertama dijual ke perusahaan lain.

“Sabtu (7/11), tersangka mengambil lagi dua unit motor dealer. Kemudian, dua unit motor digadaikan kepada Mukhlis (DPO),” jelasnya.

Aksinya berlanjut pada Minggu (8/11). Sekira pukul 10 malam, Si kepala dealer mendatangi kantornya.

Dia merusak penyimpanan kunci kontak sepeda motor. Setelah itu, dia mengambil sembilan kunci kontak.

“Tersangka membawa keluar sembilan sepeda motor tanpa sepengetahuan perusahaan,” lanjut Leo.

Sembilan sepeda motor itu diserahkan ke perusahaan lain. Sehingga, total ada 13 unit motor yang digelapkan tersangka.

“Akibatnya, dealer ini menanggung kerugian Rp 213 juta,” terangnya. Perwakilan perusahaan langsung bergerak.

AP pun dilaporkan kepada kepolisian. Laporan tersebut juga disertai rekaman CCTV perusahaan.

“Usai penyelidikan, tersangka ditangkap Satreskrim Polresta Malang Kota. Dia diamankan Jumat (19/11) pagi di Hotel Sahid Montana,” bebernya.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dikenakan dua pasal. Yaitu Pasal 363 KUHP dan Pasal 374 KUHP.

“Pasal 363 KUHP, ancaman hukumannya maksimal penjara 7 tahun. Sedangkan, Pasal 374 KUHP, ancaman hukumannya maksimal penjara 5 tahun,” tutupnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com