Connect with us

Politik

Vandalisme Warnai Aksi Mahasiswa di DPRD Kota Malang

Published

on

WhatsApp Image 2019 09 23 at 15.59.24

KABARMALANG.COM– Aksi tak terpuji mencoreng demontrasi mahasiswa depan DPRD Kota Malang, siang tadi. Papan nama DPRD menjadi sasaran aksi corat-coret. Diduga vandalisme dilakukan oleh oknum yang terlibat dalam aksi tersebut.

Tulisan papan nama gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dicoret dengan cat warna hitam. Hingga papan itu tak bisa terbaca dengan jelas. Ada juga tulisan ‘Goblok’ yang dicoret menggunakan cat warna hitam dengan tebal. Sehingga akan nampak jelas terbaca ketika melihat papan itu. Vandalisme ini terungkap, ketika mahasiswa membubarkan diri.

Coretan itu sebelumnya sudah terlihat ketika mahasiswa tergabung dalam Front Rakyat Melawan Oligarki itu tengah getol menyuarakan aspirasinya. Aksi vandalisme ini, sangat disayangkan oleh DPRD. Karena dinilai telah merusak fasilitas umum, dan juga mencederai aksi yang sebelumnya dilakukan.

“Kami baru tahu, dan apa maksudnya?, kami juga tidak tahu. Sungguh sangat disayangkan,” ujar Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika kepada wartawan, Senin (23/9). Menurut dia, DPRD sangat menghargai aksi mahasiswa yang ingin menuntut sejumlah poin.

Diantaranya, pencabutan Rancangan KUHP, Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemasyarakatan, Pertahanan, dan sejumlah RUU lain yang tengah digagas di DPR RI. Tetapi, penyampaian aspirasi itu justru diwarnai perilaku yang merugikan publik, dengan melakukan vandalisme. “Kalau begini siapa yang rugi, masyarakat kan?. Nanti untuk perbaikan akan menggunakan APBD tentunya,” katanya.

Dia mengaku, telah memikirkan untuk segera dilakukan perbaikan, atas aksi vandalisme yang terjadi saat aksi mahasiswa itu. “Tentu kami akan membersihkannya. Karena ini juga menjadi simbol masyarakat Kota Malang,” aku Made.

Dia menilai, oknum yang melakukan corat-coret dinilai kurang memiliki kedewasaan. Padahal, aspirasi juga akan didengar dan bisa dilakukan diskusi terkait persoalan yang disuarakan. “Kami selalu terbukan dengan siapapun. Apa persoalannya, disampaikan melalui perwakilan. Jangan berbuat justru merugikan masyarakat banyak,” pungkasnya.

Made menambahkan, pihaknya sudah melakukan upaya untuk mendatangi aksi massa tersebut. Namun, para mahasiswa menolak untuk bertemu dengan pimpinan dewan. Dalam aksinya mahasiswa turut membentangkan spanduk bertuliskan ‘Gedung Ini Jadi Warung Pecel’ yang dipasang di pagar depan gedung DPRD Kota Malang.(rjs/fir)

Advertisement

Terpopuler