Connect with us

Pemerintahan

Sebelum Kasus Miras Oplosan, Satpol PP Menggelar Razia Miras

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Sebelum kasus miras oplosan merenggut korban, Satpol PP Kota Malang menggelar razia miras. Hal ini disampaikan oleh Kepala Satpol PP Kota Malang, Priyadi pada hari Kamis (19/9/2019) saat ditemui di kantor.

Menurut Priyadi, selama ini pihaknya telah rutin menggelar razia dan pemeriksaan kepada penjual miras. Razia yang dilakukan pun melibatkan beberapa lembaga dan instansi terkait seperti, Bea Cukai, Kepolisian dan TNI.

“Kami bersama tim gabungan dari Kepolisian, TNI serta Bea Cukai rutin melaksanakan razia. Juga pada waktu Sabtu (14/9/2019) itu, sebelum kejadian maut itu,” ujar Priyadi.

Dia juga menegaskan, razia itu sudah menjadi agenda rutin selama ini. Itu pun dilakukan pada tempat-tempat penjualan minuman beralkohol yang berizin, untuk pencegahan.

“Toko-toko penjual minol berizin seperti di suhat (jalan soekarno hatta) juga kita razia, kami lakukan pemeriksaan. Selain itu juga tempat-tempat hiburan malam. Artinya Satpol PP sudah melakukan tindakan antisipasi lebih awal,” bebernya.

Untuk itu, dengan adanya peristiwa miras maut yang merenggut korban empat pemuda warga Mojolangu tersebut, Priyadi mengatakan akan melakukan razia lebih ketat bersama tim gabungan.

Sementara Kabid PPUD Satpol PP Kota Malang, Bambang Irawan mengatakan, razia yang digelar pun juga bersifat penertiban. Artinya, salah satu yang menjadi sasaran yaitu penjual miras yang tidak berizin.

“Berikutnya, itu merupakan upaya preventif dari kami (Satpol PP) supaya mengurangi penjualan dan peredaran minol yang tidak berlabel,” pungkasnya. (ary/fir)

Politik

Nahkoda DPRD Kabupaten Malang Sementara Waktu Pindah ke NasDem

Diterbitkan

||

Oleh

Penandatangan surat pernyataan kesanggupan Sodikul Amin menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Malang sementara (Foto: Imron Haqiqi).

 

KABARMALANG.COM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Malang sejak hari ini, Rabu (23/09/2020) di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Malang.

Hal itu, seiring keputusan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang yang menetapkan Didik Gatot Subroto sebagai salah satu Calon Wakil Bupati Malang berpasangan dengan HM Sanusi sebagai Calon Bupati Malang pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember mendatang.

Pengunduran diri Didik tersebut sebagaimana aturan yang termuat dalam Undang-Undang (UU) No. 10 tahun 2016 perubahan kedua UU No. 1 tahun 2015 tentang penetapan Perppu No. 1 tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

Di Dalam Undang-undang disebutkan bahwa calon pemimpin daerah harus memiliki persyaratan yang menyatakan secara tertulis pengunduran diri sebagai anggota DPR, DPD dan DPRD sejak ditetapkan sebagai calon peserta pemilihan.

Lantas, untuk mengisi kekosongan kursi jabatan Ketua DPRD Kabupaten Malang, para anggota legislatif Kabupaten setempat akhirnya memilih Wakil Ketua DPRD dari fraksi NasDem, Sodikul Amin untuk memimpin sementara (Plt, red) sebelum adanya proses Pergantian Antar Waktu (PAW).

Dalam sambutannya, Bupati Malang HM Sanusi menyampaikan apresiasi atas kinerja Didik Gatot Subroto yang selama ini telah bekerja keras untuk selalu mengawal program-pogram Kabupaten Malang.

“Tapi karena pihaknya mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Malang maka harus mengundurkan diri, sesuai dengan peraturan KPU nomor 1 tahun 2020 tentang perubahan ketiga peraturan KPU nomor 3 tahun 2017 tentang pencalonan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati, dan Wakil Bupati atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota bahwa calon kepala daerah dan wakil kepala daerah harus menyatakan secara tertulis pengunduran diri sebagai anggota DPRD,” tegasnya.

Untuk diketahui, majunya Pilkada Kabupaten Malang 2020 sebagai Calon Wakil Bupati (Cawabup) Malang mendampingi Calon Bupati (Cabup) HM Sanusi itu diusung oleh enam partai, yakni PDI Perjuangan, PPP, NasDem, Demokrat, Gerindra, dan Golkar.

Selain HM Sanusi dan Didik Gatot Subroto, ada dua calon lagi yang akan juga turut berkompetisi dalam Pilkada Kabupaten Malang tersebut, yakni Latifah Shohib dan Didik Budi Muljono yang diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Hanura, dan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang jalur perseorangan, Heri Cahyono dan Gunadi Handoko.

Besok, Kamis (23/09/2020) ketiga calon tersebut akan mengambil nomor urut ke KPU Kabupaten Malang. (haq/fir)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Mal Pelayanan Publik adalah Reformasi Kelembagaan

Diterbitkan

||

Oleh

Jeffrey Erlan Muller, Asisten Deputi bidang Koordinasi Pelaksanaan, Kebijakan, dan Evaluasi Pelayanan Publik Wilayah II Kementerian PANRB

 

KABARMALANG.COM – Wacana pembangunan Mal Pelayanan Publik Kota Malang menjadi salah satu topik pembahasan dalam agenda Webinar Pelayanan Terpadu Satu Pintu Berbasis Elektronik Untuk Menuju Pelayanan Prima.

Mal itu nantinya dianggap sebagai reformasi kelembagaan. Seperti yang diutarakan oleh Asisten Deputi bidang Koordinasi Pelaksanaan, Kebijakan, dan Evaluasi Pelayanan Publik Wilayah II Kementerian PANRB, Jeffrey Erlan Muller.

“Mal Pelayanan Publik adalah reformasi kelembagaan. Baik dari sisi organisasinya, bisnis prosesnya, dan sumber daya manusianya. Kita ingin menyatukan berbagai layanan,” ujar Jeffrey, di Balaikota Malang, Rabu (23/09/2020).

Menurut Jeffrey, pelayanan yang disatukan mulai dari pemerintah daerah hingga pusat. Juga BUMN, Swasta, hingga UMKM.

“Kalau kita bayangkan, seperti datang ke sebuah departement store. Semua layanan ada, terutama layanan perizinan,” tambahnya.

Jeffrey juga mengatakan, layanannya bisa diintegrasikan dalam hal-hal yang sama, sehingga persyaratan-persyaratan bisa jadi simpel.

“Jadi syarat yang tidak perlu, tidak usah diminta. Semakin diperingkas, satu langkah,” imbuhnya.

Jeffrey juga menambahkan bahwa wacana ini mencontoh beberapa negara lain. “Investasi di sana hanya perlu satu jam saja. Ngurus izin hanya 12 menit, itu paling lama, karena pengacaranya sudah ada, notarisnya juga sudah ada,” ucapnya.

Menurutnya, proses administrasi di negara lain bisa secepat itu, karena semua sudah terintegrasi. Basisnya dari nomor induk kependudukan. (fat/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Protokol Kesehatan Di Industri, Bupati Malang: Mayoritas Sudah Menerapkan

Diterbitkan

||

Oleh

Bupati Malang saat berkunjung ke PR Sayap Mas, Kecamatan Gondanglegi (Foto: Imron Haqiqi).

KABARMALANG.COM – Bupati Malang, HM Sanusi kembali meninjau penerapan protokol kesehatan industri. Kali ini di Pabrik Rokok (PR) Sayap Mas, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Tidak hanya di situ, HM Sanusi mengaku sudah kerap meninjau sejumlah penerapan protokol kesehatan di kawasan industri Kabupaten Malang. Menurut Sanusi mayoritas kawasan industri tersebut sudah menerapkan protokol kesehatan secara ideal.

“Mayoritas sudah menerapkan protokol kesehatan, menggunakan masker, jaga jarak dan menyediakan tempat cuci tangan,” tuturnya usai mengunjungi pabrik Sayap Mas, Rabu (23/09/2020).

Begitupun di Sayap Mas, berdasarkan pantauan Kabarmalang.com tampak seluruh karyawan yang berjumlah sekitar 500 karyawan mengunakan masker dan jaga jarak satu sama lain. Bahkan, Sanusi juga memberi sumbangan masker sebanyak 300 kepada pabrik Sayap Mas.

“Ya, di sini Alhamdulillah sudah menerapkan protokol kesehatan sesuai undang-undang pemerintah,” tuturnya.

Selanjutnya kita (Pemkab Malang) akan terus meninjau penerapan protokol kesehatan di masyarakat Kabupaten Malang.

“Jika ada yang melanggar kesehatan tentunya ada sanksi sebagaimana diamanatkan undang-undang,” tutupnya. (haq/fir)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com