Connect with us

Pemerintahan

Minimnya Pengawasan, Ketua DPRD Kota Malang Soroti Kinerja OPD Terkait 

Diterbitkan

,

KABARMALANG.COM – Ketua Dewan Sementara DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika soroti kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Perdagangan maupun Satpol PP.

Terkait kasus minuman keras (miras) oplosan yang diduga menyebabkan meninggalnya empat warga Mojolangu. Dan, delapan orang lainnya, masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Menurut I Made Riandiana Kartika, Ketua Dewan Sementara mengatakan untuk kasus miras oplosan ini merupakan kasus yang luar biasa, dimana itu terjadi masih dalam satu kawasan di jalan Simpang Candi Panggung (RW 9), Mojolangu, Lowokwaru, Kota Malang.

“Bagi kami anggota DPRD itu adalah kasus luar biasa, dalam satu kawasan ada 13 korban yang dirawat di rumah sakit. Dan data hari ini, sudah 4 yang meninggal,” ujar Made sapaan akrabnya, Rabu (17/9/2019) saat ditemui di ruang kerjanya.

Dia melihat dalam kasus tersebut, ada pembiaran dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Perdagangan maupun Satpol PP serta dinas terkait. Mereka sangat mudah mendapatkan minuman keras ini.

“Mereka sangat mudah mendapatkan minum keras tersebut dan sudah jelas-jelas pelanggarannya,” tegas politisi PDIP ini.

Made juga menyampaikan, dengan tidak adanya lebel dan ijin. Lanjutnya, tentu juga tidak ada pemasukan bagi negara itu dari segi cukai. Wilayah tidak mendapatkan apa-apa.

“Tidak ada pemasukan untuk negara. Itu dari segi cukai, dan wilayah pun tidak mendapat apa-apa untuk PAD (pendapatan asli daerah),” bebernya.

Pihak anggota dewan, menginginkan agar nantinya ada tindakan yang lebih tegas dari OPD terkait terutama dari segi pengawasan. Sekarang ini yang lemah itu di Perda-nya, masih berupa tipiring untuk yang menjual (miras).

“Perlunya sosialisasi di masyarakat yang saya rasa sangat kurang, baik itu di tingkat Posyandu maupun di tingkat kemasyarakatan. Dalam hal ini Dinas Kesehatan harus sering turun,” pungkas Made. (ary/fir)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Warga Malang Bisa Perpanjang SIM Dengan Aplikasi SINAR

Diterbitkan

,

Warga Malang Bisa Perpanjang SIM Dengan Aplikasi SINAR
Kasat Lantas Polresta Malang Kota, Ramadhan Nasution menunjukan aplikasi Sinar, SIM Nasional Presisi (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Korlantas Polri melaunching pelayanan SIM online, yakni aplikasi bernama Sinar, singkatan dari SIM Nasional Presisi. Fungsinya untuk pembuatan dan perpanjangan SIM.

Aplikasi tersebut tersedia di Google Play Store. Sehingga masyarakat bisa lebih efisien mengaksesnya melalui telepon seluler.

Kasat Lantas Polresta Malang Kota, Ramadhan Nasution membenarkan. Aplikasi Sinar sementara ini di Kota Malang masih untuk perpanjangan SIM A dan SIM C, belum melayani pembuatan SIM.

“Jadi nanti ada aplikasi untuk perpanjangan SIM bisa di mana saja dan kapan saja, cukup download melalui aplikasi yang ada di playstore,” ujar Ramadhan kepada wartawan di Mapolresta Malang Kota, Selasa (13/4).

Rama, sapaannya, menyatakan penerapan aplikasi Sinar bakal terlaksana di Kota Malang dalam waktu dekat ini.

“Untuk di Kota Malang, dalam satu dua hari ke depan sudah bisa terlaksana (aplikasi Sinar), karena tinggal menunggu, ini sudah online di Jakarta,” terangnya.

“Insyallah minggu ini sudah bisa terkoneksi, karena perlu maintenance yang perlu terlaksana dari aplikasi yang tersambung dengan satpas kami,” tambahnya.

Dia mengatakan masyarakat tinggal mengikuti proses yang ada di dalam aplikasi Sinar. Sehingga masyarakat tidak harus ke Satpas Polresta Malang Kota.

Prosedur penggunaan aplikasi Sinar tidak berbeda jauh dengan pelayanan SIM di Kantor Satpas.

“Dengan aplikasi itu masyarakat tetap melaksanakan pendaftaran, lanjut dengan tes kesehatan, tes psikologi, pembayaran dan tinggal terima SIM-nya,” bebernya.

“Karena perpanjangan SIM tersebut, database masyarakat yang sudah punya sim, tentunya sudah ada di server kita,” lanjutnya.

Rama mengatakan metode pembayaran perpanjangan SIM bisa melalui ATM, M-Banking, atau Internet Banking.

“Untuk perpanjangan online SIM A dan SIM C. Metode pembayarannya kita bekerja sama langsung dengan Bank BNI,” tuturnya.

Kabar Lainnya : Horee…74 Warga Kota Malang Dapat SIM Gratis.

Ketika proses perpanjangan SIM telah rampung. Selanjutnya masyarakat tinggal mengambil SIM yang tercetak di kantor Satpas.

Ia mengatakan ada tiga pilihan untuk mengambil SIM tersebut di Satpas. Pertama, masyarakat bisa mengambilnya sendiri.

“Kedua, bisa melalui pengiriman kantor pos Indonesia, nanti masyarakat menerima surat seperti ini, di dalamnya sudah ada SIM-nya,” jelasnya.

Terakhir, masyarakat bisa mewakilkan orang lain untuk pengambilan SIM yang telah jadi. Misalnya melalui ojek online, asalkan yang mewakili membawa kode verifikasi.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Gempa Malang Destruktif Di 3 Kecamatan, Ini Dugaan Kepala BMKG

Diterbitkan

,

Gempa Malang Destruktif Di 3 Kecamatan, Ini Dugaan Kepala BMKG
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COMGempa yang mengguncang Kabupaten Malang, destruktif di tiga kecamatan. Sabtu (10/4) lalu, hanya Kecamatan Ampelgading, Tirtoyudo, dan Dampit yang mengalami kerusakan cukup parah.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menduga bahwa karakteristik tanah di 3 wilayah kecamatan tersebut memang sensitif terhadap getaran.

Sehingga, gempa Malang itu destruktif di 3 kecamatan dan mengakibatkan banyak rumah ambruk.

“Kami masih survey. Tetapi, tanah dataran rendah dan dekat sungai sangat sensitif getaran. Endapan lepas ini rawan mengalami getaran,” ungkapnya di Pendopo Pringgitan Kabupaten Malang, Selasa (13/4) siang.

Menurutnya, gempa di Malang berskala getaran V MMI, sehingga menimbulkan efek destruktif yang masif di kawasan rentan seperti tiga kecamatan.

“Harusnya dengan skala intensistas getaran V itu tidak roboh jika bangunannya kuat. Tetapi kami melihat bangunan konstruksinya tidak ada tulangan bangunan. Sehingga wajar jika mengalami kerusakan,” beber Kepala BMKG.

Sedangkan berkaitan dengan karakteristik tanah di wilayah Kabupaten Malang secara keseluruhan, Rita -sapaan akrab Dwikorita Karnawati- belum bisa menerangkan secara gamblang.

“Kami masih melakukan survey untuk mengukur kerentanan tanah akibat gempa bumi. Nanti kalau sudah kami lakukan survey, tanah atau lahan di Kabupaten Malang bisa dibagi zonasi,” jelas Kepala BMKG.

Terkahir, BMKG menghimbau warga Kabupaten Malang agar tidak panik ketika terguncang gempa bumi.

Dia berharap kepada pemerintah daerah, usai peristiwa gempa bumi itu, selain melakukan perbaikan bangunan, juga perlu menenangkan warga di daerah yang terdampak.

“Karena sudah lama tidak ada gempa, tiba-tiba ada gempa pasti masyarakat panik. Kami pasti akan memberikan sosialisasi untuk menenangkan warga,” tutup Kepala BMKG.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Polresta dan Satpol PP Siap Razia Diskotik dan Karaoke Saat Ramadan

Diterbitkan

,

Polresta dan Satpol PP Siap Razia Diskotik dan Karaoke Saat Ramadan
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COMPolresta Malang Kota, Satpol PP Kota Malang, dan jajaran samping bakal melaksanakan operasi gabungan merazia tempat hiburan malam.

Petugas bakal melakukan razia tempat hiburan malam yang tetap bandel beroperasi selama bulan Ramadan tahun 2021 ini.

Sebab, Wali Kota Malang telah mengeluarkan SE Nomor 14 Tahun 2021 tentang pelaksanaan kegiatan di bulan Ramadan dan Idul Fitri tahun 1442 Hijriah tahun 2021.

SE ini juga yang memberi kewenangan petugas untuk razia. SE Wali Kota Malang memberi larangan beroperasi bagi tempat hiburan seperti panti pijat, diskotik dan sejenisnya, karaoke, permainan biliar.

Lalu permainan bolling, warung internet, toko penjual minumal beralkohol serta jenis usaha yang berada di dalamnya wajib tutup.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata. Polresta bakal kolaborasi lintas sektor seperti Satpol PP dan TNI untuk razia gabungan tersebut.

“Ya nanti bersama-sama dengan satgas, kan kita gak jalan sendiri. Karena itu adalah kewenangan bersama dengan satgas,” ujar Leonardus kepada wartawan di Balaikota Malang, Selasa (13/4).

Leonardus belum bisa menyebutkan tempat-tempat hiburan mana saja yang akan mereka razia.

“Nanti kita acak (sasaran razia), kalau saya temukan pelanggaran, akan saya amankan,” ringkasnya.

Kabar Lainnya : Seks Bebas Saat Tahun Baru, 50 Pasangan Dirazia, Ada Yang Remaja, Miris.

Kepala Satpol PP Kota Malang, Priyadi mengamini. Ia belum bisa menyebutkan jadwal razia gabungan itu.

“Iya ada (operasi gabungan), tapi tidak kami sebutkan kapan waktunya. Sudah kami persiapkan. Nanti satu minggu satu kali,” papar Priyadi, Selasa (13/4).

“Sasarannya tempat-tempat kafe yang beroperasi lebih dari jam 10 malam ya kita razia. Tempat-tempat hiburan, diskotik dan karaoke juga,” lanjutnya.

Priyadi mengatakan saat razia pada Ramadan tahun 2020 lalu, pihaknya berhasil menindak tempat penjualan minuman beralkohol.

“Setelah razia, ada beberapa tempat yang jual minuman beralkohol kita tindak. Langsung kita sita sebagai bukti,” ungkapnya.

Jika masih saja ada pelaku usaha tempat hiburan yang melanggar aturan itu, Satpol PP tidak segan-segan untuk menindak.

“Itu nanti kalau ada pelanggaran akan kita sanksi. Awalnya teguran, jika masih bandel ya kita cabut izinnya,” akhirnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Ucapan HUT Kota Malang Ke 107
Advertisement Iklan Ucapan HUT Kota Malang Ke 107

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com