Connect with us

Ekbis

Museum Bentoel Dikabarkan Akan Dijual

Diterbitkan

||

Museum Bentoel di Jalan Wiro Margo, Kota Malang, sekligus rumah pendiri dikabarkan dijual (istimewa)

KABARMALANG.COM– Museum Bentoel di Jalan Wiromargo, Klojen, Kota Malang, dikabarkan dijual. Museum itu awalnya rumah dari pendiri Bentoel Ong Hok Liong, yang dibuka untuk umum sejak Oktober 2013 silam. Benarkah museum itu telah dijual ?.

Surat terbuka dan petisi yang ditujukan kepada Wali Kota Malang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, serta Tim Ahli Cagar Budaya Kota Malang, muncul di media sosial. Dimana isinya menuntut kejelasan akan nasib ke depan dari Museum Bentoel. Surat itu diposting Restu Respati melalui laman Facebooknya.

SURAT TERBUKA

Kepada
Yth. Wali Kota Malang
Yth. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang
Yth. Tim Ahli Cagar Budaya Kota Malang
Yth. Asosiasi Museum Indonesia Daerah Jawa Timur

Beberapa hari ini di media sosial telah ‘viral’ berita mengenai MUSEUM BENTOEL yang beralamat di Jalan Wiro Margo Nomor 32, Kecamatan Klojen, Kota Malang akan dijual. Setelah kami cek kebenarannya pada hari Jumat tanggal 6 September memang benar bahwa Museum Bentoel ini dijual oleh pemiliknya.

Hal ini terlihat pada spanduk yang tertampang pada dinding depan gedung. Saat kami kesana kondisi Museum Bentoel sudah tutup tidak beraktifitas lagi. Patung Ong Hok Liong sang pendiri Bentoel yang berada di pojok depan sebelah kanan juga tidak tampak lagi. Prasasti tulisan ‘Museum Sejarah Bentoel’ yang berada di tengah taman juga sudah tidak ada lagi.

“Kami sebagai Pemerhati Sejarah dan Cagar Budaya Malang Raya sangat prihatin atas ditutupnya dan dijualnya Museum Bentoel ini. Menurut kami kesejarahan Bentoel sangat mewarnai kesejarahan Kota Malang,” demikian tulis Restu Respasti dari Komunitas Sejarah Jelajah Jejak Malang dalam surat terbuka yang dibaca KABARMALANG.COM, Minggu (8/9/2019), malam.

Bentoel telah menjadi bagian dari Kota Malang sehingga sejarah perjalanan Bentoel juga bersentuhan dengan sejarah Kota Malang. “Jika Museum Bentoel dibiarkan hilang begitu saja, maka sebagian kesejarahan Kota Malang juga ada yang hilang,” tegasnya.

Dari pertimbangan diatas dan berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya dan Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Cagar Budaya, serta sebagai aspirasi dari warga Malang kami bermaksud menyampaikan beberapa hal sebagai berikut :

1. Dengan dicanangkannya program Malang City Heritage oleh Bapak Wali Kota Malang kami berharap Bapak Wali Kota Malang memperhatikan bangunan-bangunan heritage yang ada di Kota Malang, khususnya bangunan-bangunan heritage yang dikhawatirkan akan rusak, hancur atau musnah.

2. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang untuk membantu menghidupkan kembali keberadaan Museum Bentoel sebagai destinasi wisata sejarah.

3. Tim Ahli Cagar Budaya Kota Malang untuk dapat memberikan rekomendasi penetapan cagar budaya bagi Museum Bentoel mengingat nilai sejarah serta usianya yang sudah diatas 50 tahun. Selain daripada itu di lokasi Museum Bentoel juga terdapat 2 buah arca peninggalan masa Hindu Budha, yaitu 1 buah arca berbentuk dewa (Siwa?) dan 1 buah berbentuk arca Nandi.

4. Asosiasi Museum Indonesia Daerah Jawa Timur untuk berkomunikasi dengan pemilik Museum Bentoel mengenai alasan penutupan museum dan mengupayakan dibukanya kembali museum.

Dalam surat terbuka itu, juga mengupas tentang sejarah singkat Museum Bentoel. Yakni Bentoel didirikan oleh Ong Hok Liong pada 1930 silam. Berawal dari industri rokok rumahan, yang kemudian berkembang hingga saat ini. (rjs/fir)

Advertisement
Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement HUT PDIP ke 48

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com