Connect with us

Ekbis

Benar Akan Dijual, TACB Panggil Manajemen Bentoel

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang bakal memanggil managemen Bentoel. Agar bisa mengungkap motif dibalik penjualan museum. Pertemuan sedianya digelar hari ini batal dilakukan.

“Agenda awal hari ini, tetapi dijadwalkan besok pagi. Pertemuan untuk menghadirkan managemen Bentoel, terkait penjualan museum,” terang Sekretaris TABC Kota Malang Agung H Buana, Senin (9/9/2019).

Menurut Agung, akan sangat penting menerima informasi langsung dari managemen Bentoel, tentang alasan penjualan obyek bangunan museum di Jalan Wiromarga 32, atau sebelah barat Pasar Besar Malang itu.

“Sejauh ini, kita masih belum tahu secara detil, mengapa dijual. Makanya, kita akan tanyakan langsung kepada managemen,” tegasnya.

Fakta akan dijualnya Museum Bentoel bisa dilihat dari spanduk merah, yang terpasang di dinding bangunan sebelah barat komplek museum. Disana ada terdapat tulisan bahwa lokasi akan dijual, disertai nomor telepon pihak yang dapat dihubungi.

Petugas keamanan (satpam) museum turut membenarkan. “Iya akan dijual,” kata satpam ketika ditemui di lokasi.

Museum sendiri dalam kondisi tutup, tidak terlihat lagi adanya aktifitas. Prasasti Museum Bentoel dulunya dipasang di halaman depan, pasca diresmikan 2013 silam, kini sudah tak terlihat lagi.

Museum Bentoel merupakan rumah dari Ong Hok Liong, pendiri rokok kretek pertama di Indonesia itu. Bentoel mulai memproduksi rokok kretek sejak 1930 hingga hari ini. (fir/rfs)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekbis

Buka Gym, Respon Tren Olahraga Saat Pandemi

Diterbitkan

||

Oleh

General Manager Hotel THE 101 Malang OJ Ade Sudrajat (kanan) saat membuka gym hotel. (Foto : istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Gaya berolahraga benar-benar berubah saat pandemi. Perhotelan pun berupaya adaptasi dengan perubahan perilaku olahraga ini.

“Berolahraga telah menjadi sebuah tren baru di masa pandemi,” ujar Ade Sudrajat General Manager Hotel THE 1O1 Malang OJ, Jumat malam (16/10).

Sekarang, orang berolahraga sebelum beraktifitas. Kadang, olahraga langsung sepulang kerja. Atau bahkan, di sela jam istirahat.

THE 1O1 Malang OJ pun merespon perubahan ini. Fasilitas hotel, FiT Club kembali dibuka untuk umum.

Gym ini mengusung konsep industrial. Lokasinya mudah diakses para pecinta gym. Kebutuhan olahraga era pandemi diharap tercakup gym ini.

“FiT Club ini akan dibuka mulai pukul 06.00. Sampai dengan 20.00 WIB. Jam operasionalnya relatif panjang,” ujarnya.

Jam buka ini disediakan untuk mengakomodir kebutuhan olahraga  konsumen. Terutama, kalangan yang  aktivitas hariannya padat.

FiT Club ini dilengkapi dengan beberapa peralatan fitness.

Mulai dari treadmill, leg curl sampai sit up bench. Ada juga spinning bike, gym ball dan pull up.

Lalu, multi gym set, chin up pull up, hingga barbel. Gym ini juga dilengkapi dengan running track.

Gym ini mengedepankan konsep hiburan dan olahraga. Serta layanan tambahan yang variatif. Mulai dari locker room, shower hot and cold, serta free berenang.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Ekbis

UMKM Kota Malang Bisa Ikut Pengadaan Mamin

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM –  UMKM Kota Malang mendapatkan peluang memasarkan produknya melalui aplikasi Bela Pengadaan.

Produk UMKM bisa dibeli langsung untuk kebutuhan makanan dan minuman (Mamin) di lingkungan Pemkot Malang.

Wali Kota Malang Drs H Sutiaji mengatakan, aplikasi Bela Pengadaan merupakan upaya penguatan UMKM di Kota Malang.

Selama ini, pengadaan mamin hanya dapat diserap oleh jenis badan usaha seperti CV ataupun PT.

Karena alokasi anggaran Mamin di Pemkot Malang cukup besar yakni sebesar Rp 30 miliar sampai dengan Rp 50 miliar per tahun.

“Melalui Bela Pengadaan ini, seluruh UMKM di Kota Malang memiliki peluang, dari produknya dapat mengikuti pengadaan mamin di lingkungan Pemkot Malang,” jelas Sutiaji kepada wartawan, Rabu (14/10/2020).

Sutiaji mendorong, seluruh UMKM segera mendaftarkan diri melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah atau LKPP.

Supaya dapat menyerap alokasi anggaran pengadaan mamin melalui aplikasi Bela Pengadaan tersebut.

“Seluruh UMKM kami dorong untuk segera daftar ke LKPP. Supaya bisa terakses di aplikasi Bela Pengadaan ini,” tegas Sutiaji.

Menurut Sutiaji, pendampingan terhadap UMKM akan terus diberikan oleh Pemkot Malang. Seperti manajemen keuangan, manajemen produksi, hingga manajemen pasar.

“Bagaimana nanti packing produknya bisa bagus, dan manajemen pemasarannya,” tuturnya.

Sutiaji menjamin, Bela Pengadaan digelar secara transparan dan transaksi dapat dilakukan secara langsung.

Pihaknya juga mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memanfaatkan program ini, guna menyerap produk UMKM.

“Prosesnya akan transparan, dan bisa dilakukan langsung,” pungkas Sutiaji. (rjs/yds)

Lanjutkan Membaca

Ekbis

Latar Ijen, Bisnis Venue Wedding yang Bangkit di Masa Pandemi

Diterbitkan

||

Pernikahan di Masa Pandemi Covid-19

 

KABARMALANG.COMLatar Ijen memanfaatkan tren menikah ditengah pandemi Covid-19. Hal ini mereka lakukan untuk mengantisipasi terpaan pandemi covid-19 untuk kemudian bangkit dan bertahan.

Latar Ijen ini adalah perusahaan yang bergerak dibidang Food and Beverage (FnB) yang juga mencakup Coffeeshop dan persewaan venue gedung untuk meeting dan wedding.

Hafiz Alfath salah satu CEO Latar Ijen, mengungkapkan setelah aktif beroperasional pada Desember 2019, bisnisnya mulai terkena dampak pada bulan Februari 2020.

“Ketika awal beroperasi, kita sempat kewalahan karena antusiasme masyarakat sangat tinggi. Namun pas awal pandemi masuk Indonesia, sempat turun drastis dan kita mau tidak mau harus mengurangi karyawan dari 80 orang menjadi 60 orang yang kita pekerjakan,” terangnya.

Hafiz juga menyampaikan, untuk menangani wabah Covid-19 ini, pihak internalnya banyak melakukan perbaikan dan juga melakukan branding secara masif. Di sisi lain, komitmen Latar Ijen untuk tetap buka di tengah pandemi merupakan keputusan yang tepat.

“Bagaimana cara kita membuat masyarakat percaya dan merasa aman di masa pandemi ini. Kita tetap laksanakan protokol kesehatan dengan tepat dan ketika awal pandemi masuk kita tetap buka dengan sistem Take Away dengan Service yang bisa dibilang memuaskan customer kita,” tambahnya.

Ketika awal pandemi, omzet Latar Ijen turun drastis hingga 80 persen. Namun disisi lain, pemanfaatan venue dan branding terbilang cukup sukses hingga membawa Latar Ijen sampai saat ini mengalami kenaikan omzet hingga 70 persen.

“Bersyukur kita bisa memanfaat venue gedung dengan baik. Kita kerjasama dengan beberapa WO dan PH untuk paket wedding,” ungkapnya.

Hasilnya hingga sekarang sudah sekitar 20 lebih klien yang sudah menggunakan venue kita untuk gelaran weddingnya. Paling banyak dibulan Agustus, sekitar 11 klien dalam sebulan. (fat/fir)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com