Connect with us

Pemerintahan

Njajan Di Bazaar Klaster Mantriku, Sutiaji : UMKM Soko Guru Ekonomi

Published

on

6ef67721 5d0d 4379 b4fe 1ad0551b1b4e
Sutiaji, Wali Kota Malang di BRI Kanwil Malang ketika memanggul rombong jajanan UMKM. (foto : ist)

 

KABARMALANG.COM – Wali Kota Malang Sutiaji, mencoba langsung jajanan di Bazaar Klaster Mantriku, Jumat (15/10).

Bazaar UMKM ini sendiri terlaksana di halaman BRI Kanwil Malang. Sutiaji sangat senang melihat kepedulian BUMN seperti BRI terhadap pedagang.

Karena, menurutnya, UMKM adalah soko guru perekonomian sektor riil yang tahan banting di tengah terjangan krisis.

Dengan memelihara UMKM, Kota Malang secara langsung atau tidak langsung, melindungi perekonomian akar rumput yang menjadi pondasi perputaran hidup masyarakat.

Menurut Sutiaji, Bazaar Klaster Mantriku memberikan wadah kepada para pelaku UMKM untuk bisa berkembang dan memasarkan produk-produknya.

Sutiaji menegaskan, hal ini menjadi sejalan dengan komitmen pemerintah dalam upaya menggerakkan roda perekonomian.

“Kami berikan apresiasi, karena berseiring dengan penguatan ekonomi. Sejalan dengan komitmen dari pemerintah pusat,” kata Sutiaji.

Politisi Demokrat itu menyebut, pemulihan ekonomi adalah paket kebijakan nasional berikutnya usai covid-19 terkendali.

“Pertama bagaimana kita bisa mengendalikan covid, dalam hal ini kesehatan masyarakat. Kedua recovery ekonomi. Dan bazaar ini menjadi bagian dari recovery ekonomi tersebut,” urai Pak Aji, sapaan akrabnya.

Ada enam klaster UMKM dalam bazaar ini. Hanya ada satu klaster dari luar Malang, yaitu tenant telur asin dari Pasuruan.

Sementara, lima tenant lainnya merupakan UMKM asli Malang Raya. Pertama, tenant produk andalan Kota Malang yang paling terkenal, kripik tempe dari Sanan.

Kedua, tenant permen dari Madyopuro. Ketiga, tenant tahu dari Gedog Wetan, Turen Kabupaten Malang.

Setelah itu, tenant empat adalah susu dari Pujon Kabupaten Malang, dan tenant cendol dawet dari Karangploso Kabupaten Malang.

Bazaar ini digelar dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Kemudian, transaksi berlangsung secara cashless.

Menurut Sutiaji gelaran bazaar ini tepat sasaran. Karena, BRI yang juga sponsor Liga 1 Indonesia ini memilih para pelaku UMKM binaan yang berkembang mulai dari nol.

Sehingga dapat menjadi ajang pembuktian sinergi apik antara pemerintah, BUMN dan UMKM.

Bahwa, usaha kecil bisa sukses menjadi produk riil UMKM yang menjadi pondasi ekonomi kota.

“Ini sektor ekonomi riil yang bersentuhan dengan masyarakat. Pelakunya masyarakat, jajanan ini juga yang menikmati masyarakat,” ringkasnya.

“UMKM ini akan banyak berputar di ekonomi masyarakat. Maka kami sangat memberikan apresiasi,” tambahnya.

Pemimpin Wilayah BRI Malang, Prasetya Sayekti, mengamini. Gelaran bazaar ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menggerakkan roda perekonomian masa pandemi.

“Ini keseriusan BRI untuk penguatan dan pemberdayaan UMKM masyarakat. Kami ingin memberikan edukasi,” tutupnya.(carep-04/yds)

Advertisement

Terpopuler