Connect with us

Peristiwa

Nelayan Tenggelam Di Waduk Selorejo Kabupaten Malang

Diterbitkan

,

Nelayan Tenggelam Di Waduk Selorejo Kabupaten Malang
Penyisiran tim penyelamat, warga dan petugas untuk mencari jenazah nelayan yang tenggelam di Waduk Selorejo. Pukul 14.00 WIB, Jumat (20/8), jenazahnya ditemukan. (foto : istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Nelayan bernama Kusdiono, 50, tewas tenggelam di Waduk Selorejo, Dusun Rejoso, Desa Sumberagung, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jumat (20/8) hari ini.

Sebelum ini, dia sempat tenggelam dan hilang pada pagi. Petugas baru menemukan jenazah warga Dusun Sidorejo, Desa Mulyorejo, Ngantang, sekitar pukul 14.00 WIB.

Kepala Dusun Sidorejo, Rudianto membenarkan. Menurutnya, nelayan ini tenggelam di Waduk Selorejo jam 05.00 WIB.

“Sekitar jam 03.40, nelayan lain masih melihat Kusdiono sedang memasang jaring perangkap ikan. Tetapi, sekitar pukul 05.00 WIB, dia tidak terlihat lagi,” ujar Rudianto, Jumat sore kepada wartawan.

Kabar Lainnya : Fetish Mukena Viral Di Malang, Ini Pernyataan Resmi Polisi.

Pukul 5 pagi, nelayan lain hanya melihat perahunya terapung-apung tanpa awak di atas waduk. Sehingga, para nelayan berasumsi bahwa Kusdiono tenggelam.

“Cuma ada perahunya saja yang terlihat. Perkiraan, tenggelam,” katanya.

Sontak saja, masyarakat nelayan langsung menghubungi pemangku desa setempat. Polisi, SAR dan aparat terkait pun langsung meluncur ke Waduk Selorejo.

PPMR Rescue Mako 2 Pujon, tim relawan dan warga sekitar menyisir lokasi hilangnya korban sejak pukul 07.00 WIB.

Petugas dan tim penyelamat baru bisa menemukan jenazah korban tenggelam pukul 14.00 WIB. Sehingga, total waktu pencarian adalah 7 jam.

Dari pantauan petugas penyelamat, jenazahnya tersangkut jangkar perahu.

Menurut Rudianto, Kusdiono kesehariannya memang mencari ikan di Waduk Selorejo.

Tetapi, sebelum peristiwa nahas terjadi, Rudianto menerima info bahwa kondisi kesehatan Kusdiono sedang turun.

Bahkan, sanak famili korban tenggelam ini juga sudah melarang Kusdiono untuk tidak memasang jaring ke waduk.

Namun, dia tetap berangkat, hingga akhirnya peristiwa ini nahas terjadi.

“Keluarganya bilang kalau Kusdiono mengalami pegal di bagian tangan. Mereka juga sempat minta korban untuk tak berangkat,” tutupnya.

Petugas membawa jenazahnya ke rumah duka untuk pengebumian.(carep-04/yds)

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih