Connect with us

Serba Serbi

Tour Berkelana Malang, Panggung Dzawin Untuk Come Back Sebagai Komika

Diterbitkan

,

Komika Dzawin Nur Ikram on stage Berkelana Tour edisi Kota Malang (Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Komika Dzawin Nur Ikram come back di skena stand up comedy Indonesia dengan menggelar tur bertajuk Berkelana, sebuah refleksi ke-random-an.

Beberapa tahun terakhir memang Dzawin lebih terkenal sebagai youtuber yang suka naik gunung dan hobi jalan-jalan ke pelosok nusantara hingga mancanegara.

Sehingga, tur Berkelana ini dia jadikan sebagai pengingat baginya untuk kembali ke rumah yang telah membesarkannya, yakni panggung lawak tunggal.

Pamor Dzawin sendiri  mengemuka dan tenar sebagai komika setelah keluar sebagai juara tiga di ajang kompetisi SUCI 4 Kompas TV pada tahun 2014.

Dzawin juga pernah mengadu nasib Malaysia, tetapi bukan sebagai Pekerja Migran Indonesia. Di negeri jiran itu dia sukses merengkuh juara tiga kompetisi Maharaja Lawak Mega di tahun 2017.

Lantai dua Cafe Godbless Kota Malang, menjadi pijakan kedua bagi Dzawin untuk menyapa para penikmat stand up comedy pada Sabtu (12/6) malam.

Kota Malang memang menjadi kota kedua bagi Dzawin untuk melepas kangen berkomedi di tur Berkelana. Sebelumnya dia telah tuntaskan di Kota Ternate sebagai spot pertama Berkelana.

Sekitar 100 penonton yang hadir di show Berkelana Kota Malang berada dalam kendali penuh duo host Bobby Darwin  dan Ken Radhiq.

Sebelum Dzawin naik pentas, ada dua opener local heroes stand up Malang yakni Fajar Mukti dan Rifan Cebs yang memanaskan stage dengan letupan-letupan komedi.

Barulah giliran Dzawin tampil dengan durasi hampir satu jam lebih. Dia menghajar rahang penonton hingga pegal karena puas tertawa dengan materi dan gaya story tellingnya yang khas.

Dzawin masih tetap dengan pembawaan yang tengil dan suka meledek. Sudut pandangnya pun usil namun punya landasan yang kuat dalam beropini.

Dia hadir membawakan materi seputar pengalaman selama berplesir di berbagai daerah, seperti membahas mitos. Kemudian mengulik keresahan sebagai publik figur.

Tak luput juga dia mungungkit materi agama yang sensitif namun tetap renyah sebagai suguhan komedi. Hingga topik seputar relationship-nya yang tak kunjung menikah menuju usia kepala tiga.

Kelas Dzawin sebagai seorang pemanggung pun belum luntur, karena di beberapa titik penampilannnya dia masih bisa improve. Dari situlah bisa memecah tawa yang besar hingga akhir penampilan berujung klimaks.

“Berkelana ini sebenarnya kan gini, gue sebelumnya udah tour stand up terakhir itu  5 tahun lalu lah. Namanya tur Di Balik Tawa, itu juga gak selesai,” ujar Dzawin kepada wartawan, Minggu (13/6).

Melalui tur Berkelana, Dzawin ingin meyakinkan kepada khalayak bahwa dia juga masih seorang stand up comedy-an, bukan hanya sebagai youtuber pecinta alam.

“Nah terus kan gue jalan-jalan bikin konten youtube ya. Nama gue naik di youtube. Gue pingin stand up kali ini, untuk menaikan lagi bahwa gue ini bukan abang-abang gunung loh,” jelasnya.

Rangkaian tur ini berbeda, karena tanpa penyusunan list kota mana saja yang akan dia sambangi. Dia bahkan mendaku bahwa ini adalah world tour, karena tujuan selanjutnya adalah Istanbul, ibu kota Turki.

“Konsep tour ini sebetulnya awalnya bikin show doang, yaudahlah bikin tour. Bikin tournya ya terserah gue. Kalau biasanya dulu-dulu bikin tour itu kan kotanya ada list yang kita siapkan,” terangnya.

“Kalau ini gak. Gue gak tau yang penting ada 10 kota. 10 kotanya belum gue tentuin. Abis Malang, selanjutnya Kota Istanbul udah jelas nih.
Setelah Istanbul langsung Jakarta nih berarti nomor-nomor sebelumnya yang belum ke isi ya gue tulis cancel,” sambungnya.

Sesuai dengan sub tajuk tur kali ini, yaitu sebuah refleksi ke-random-an, maka dari itu jalannnya tur kali ini bisa mengalir begitu saja, kadang bisa dengan yang plot yang tak terduga.

“Gue ingin tempat (show) yang sekalian gue jalan-jalan. Untuk nunggu waktu shownya ya gue jalan-jalan. Jadi tujuannya ya buat jalan-jalan sambil bikin show klo memang memungkinkan. Kalau gak yaudah gue jalan-jalan aja gitu,” akhirnya. (fat/fir)

Serba Serbi

Henry Soetio Pengusaha Malang Meninggal, Ini Profil Sang Bos Batubara

Diterbitkan

,

Henry Soetio Pengusaha Malang Meninggal, Ini Profil Sang Bos Batubara
Foto kebersamaan Gilang Crazy Rich Malang dengan mendiang Henry Soetio, pengusaha batu bara asal Kota Malang (Foto : Instagram @juragan99)

 

KABARMALANG.COM – Kabar duka menyelimuti dunia bisnis di Indonesia, karena salah seorang pengusaha batubara asal Kota Malang, Henry Soetio meninggal dunia, Senin (19/7) kemarin.

Crazy Rich Malang, Gilang Widya Pramana melalui akun instagramnya @juragan_99 menyampaikan bela sungkawa atas wafatnya Henry Soetio.

Gilang juga mengupload postingan duka cita tersebut pada Senin (20/7) kemarin, berupa foto-foto momen kebersamaan dengan Henry.

Gilang membumbui unggahan itu dengan caption, “Hancur hati ini berkeping-keping mendengar kabar kokoku meninggal dunia”

“Ya Allah aku bersaksi bahwa kokoku ini orang yang paling baik, orang yang paling tulus. Tempatkan kokoku di Tempat yang terbaik. Aminnn🙏🙏🙏😭😭😭”

Gilang sendiri mengaku sangat terkejut usai mendapat kabar meninggal dunianya Henry. Apalagi, Gilang mengenal Henry Soetio sebagai seorang pengusaha Malang yang teladan.

“Kaget luar biasa, ini saya takutkan ketika Pak Hendro sakit, dari awal sakit hingga akhirnya kejadian meninggal. Bener-bener kehilangan yang luar biasa,” ujar Gilang kepada Kabarmalang.com, Selasa (20/7).

Kabar Lainnya : Penipu Di Malang Bonyok Dihajar Massa, Gelapkan Mobil, Lari Dari Polisi.

Gilang mulai mengenal dan berinteraksi dengan Henry sejak tahun 2015. Sejak saat itu, Henry yang bos batubara itu juga sudah menganggap Gilang sebagai adiknya sendiri.

“Jadi sudah hampir 6 tahun kami berteman. Saya banyak belajar ilmu bisnis di Pak Henry. Pak Henry orang yang benar-benar panutan buat saya,” jelasnya.

“Jujur, karena sejak tahun 2015 saya ngefans dengan beliau, saya jadikan panutan. Dan bisa dekat seperti seorang adik itu suatu berkah bagi saya,” sambungnya.

Dalam kesaksiannya, Gilang menyebut Henry sebagai sosok yang walaupun kaya raya, namun begitu baik dan rendah hati kepada siapapun.

“Orangnya humble (rendah hati). Termasuk orang yang kaya tapi dia tidak pernah merendahkan orang lain, dan dia benar-benar jadi panutan saya, sosoknya sangat luar biasa,” tutup Gilang.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Masjid Jami’ Kota Malang Batasi Salat Idul Adha, Tiadakan Potong Kurban

Diterbitkan

,

Masjid Jami' Kota Malang Batasi Salat Idul Adha, Tiadakan Potong Kurban
Banner pemberitahuan peniadaan Salat Idul Adha 1442 Hijiriah telah terpasang di depan Masjid Jami; Kota Malang. (Foto:Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Masjid Jami’ Kota Malang tidak mengadakan Salat jamaah Idul Adha 1442 Hijriah untuk masyarakat umum pada Selasa (20/7) besok.

Ketua Takmir Masjid Jami’ Kota Malang, Mahmudi Muhid mengamini. Sebab, saat ini sedang dalam masa PPKM Darurat.

Mahmudi mengatakan pelaksanaan Salat Idul Adha hanya tergelar terbatas bagi kalangan internal takmir masjid.

”Mulai marbot dan karyawan takmir masjid, mungkin ada sekitar 75-100 orang saja,” ujar Mahmudi, Senin (19/7).

Dia menuturkan peniadaan salat Idul Adha ini, jadi ikhtiar dalam usaha bersama untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Semoga pandemi wabah ini bisa segera berlalu sehingga pelaksanaan ibadah bisa kembali berjalan normal,” tuturnya.

Pihak Masjid Jami juga meniadakan penyembelihan hewan kurban, karena kondisi pandemi yang belum mereda.

Dia menyarankan agar warga yang hendak berkurban di idul adha supaya menyalurkan kurbannya di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Malang.

”Sekali lagi, kami mohon maaf. Semoga wabah ini segera berlalu, caranya, warga beribadah dan berdoa dari rumah saja. Kita sama-sama saling jaga,” katanya

Dia juga menambahkan tradisi ceramah tetap tergelar lewat pengeras suara dan akan tersiar di radio-radio lokal.

Lalu, untuk takbiran keliling idul adha hanya akan ada 5 orang dari takmir masjid dari yang menyemarakkan.

”Jadi, meski tidak ada perayaan secara fisik (nyata), namun masih ada rengeng-rengengnya. Saya harap masyarakat tetap menyambut Idul Adha dengan suka cita. Beribadah dan berdoa dari rumah saja,” akhirnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Kunjungan Forkopimda Jatim di UM Pantau Serbuan Vaksinasi

Diterbitkan

,

Forkopimda Jatim mendatangi serbuan vaksinasi di Universitas Negeri Malang (istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Forkopimda Jatim mendatangi serbuan vaksinasi di Universitas Negeri Malang, Minggu (18/7).

Diketahui dalam kunjungan kerja tersebut turut serta Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Pangdan V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto dalam rangka meninjau pelaksanaan vaksinasi massal bertajuk ‘Serbuan Vaksinasi’ yang diselenggarakan oleh Korem 083 Baladhika Jaya.

Usai melakukan peninjauan vaksinasi di Universitas Negeri Malang, Pangdam V/Brawijaya menerangkan maksud dan tujuan Forkopimda Jatim melaksanakan kunjungan ke wilayah Malang.

“Kunjungan kami ke Universitas Negeri Malang dalam rangka melihat kelanjutan pelaksanaan vaksinasi di seluruh wilayah Jawa Timur,” ungkap Pangdam.

Diketahui sebelum melaksanakan peninjauan vaksinasi di UM, Forkopimda Jatim telah meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Koarmada II Surabaya yang juga berlangsung hari ini.

“Setelah tadi di Surabaya, tepatnya di Koarmada II, kemudian sekarang di Universitas Negeri Malang. Ini merupakan bentuk kerjasama dan sinergitas antara Forkopimda Provinsi Jatim, Kabupaten/Kota, dan civitas akademika Universitas Negeri Malang,” terangnya.

Pelaksanaan vaksinasi massal di Universitas Negeri Malang hari ini sangat diminati oleh masyarakat, melihat animo masyarakat yang memenuhi kuota pendaftaran vaksin sejumlah 5.000 peserta telah habis.

Untuk menghindari terciptanya kerumunan, pihak Universitas Negeri Malang membagi lokasi vaksinasi di dua tempat antara lain di Gedung Graha Cakrawala dan Lapangan Tenis Indoor. (carep-04/fir)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Penerimaan mahasiswa baru STIE KERTANEGARA MALANG

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com