Connect with us

Serba Serbi

BTS Meal McD Bikin Driver Ojol Malang Ini Antre 3 Jam Untuk 1 Orderan

Diterbitkan

,

BTS Meal McD Bikin Driver Ojol Asal Kota Malang Ini Antre 3 Jam
Kusprianto, seorang driver ojek online yang sedang menunggu antrean orderan paket menu BTS Meal di pelataran gerai McDonald's Sarinah Kota Malang (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – BTS meal McD berdampak negatif bagi kelancaran kerja para driver ojek online. Contohnya saja, driver ojek online (ojol) yang tampak sedang duduk lesehan ini.

Dia duduk sambil memangku kakinya di pelataran gerai McDonald’s Sarinah, Jalan Jenderal Basuki Rahmat Kota Malang, Rabu (9/6) siang.

Driver ojol itu bernama Kusprianto, 40. Dia menggunakan jaket ojol yang warnanya mulai luntur. Sepertinya jaket itu telah dia gunakan sejak awal ngojek pada tahun 2018 lalu.

Air mukanya tampak penuh harap menunggu operator McD memanggil namanya yang sedang mengantre orderan paket BTS Meal dari customernya.

Dia sesekali menengok ponsel pintar miliknya, entah apa yang dia tengok di situ. Karena sudah barang tentu dia tidak sedang menunggu orderan lainnya.

Sebagian masyarakat Indonesia hari ini memang sedang demam menu bertajuk BTS Meal. Hasil kolaborasi antara McDonald’s dengan boy band kenamaan BTS asal Korsel.

Kusprianto sudah berada di pelataran McD sejak pukul 11.30 WIB. Dia bersama ratusan driver ojol lainnya bergerombol di situ.

Mereka mau tidak mau harus melayani customer merayakan launching BTS Meal pada pukul 11.00 WIB.

Mulanya Kusprianto dan koleganya berkerumun. XNamun pihak Satgas Covid-19 hadir untuk mengatur antrean agar lebih tertib. Sehingga Kusprianto pun memilih menepi.

Dia rela mengantre selama tiga jam, sejak pukul 11.30 hingga 15.00 WIB, demi memenuhi hasrat customernya menikmati BTS Meal.

“Iya mas, saya ngantri dari jam setengah 12 sampai jam 3 ini. Orderannya satu orang asal Klayatan, dia order dua item BTS meal,” ujar Kusprianto kepada Kabarmalang.com, Rabu (9/6).

Kabar Lainnya : Devi Erlinda, Srikandi Gojek Tangguh Saat Pandemi.

Selama menunggu antrean, selama itu pula warga asal Kelurahan Mergosono Kota Malang itu tidak menerima orderan lainnya. Dia sementara ini hanya fokus menuntaskan orderan BTS Meal.

“Saya gak bisa cari orderan lain. Itu sudah ketetapan dari sana (perusahaan), gak bisa saya cancel. Meskipun dari customer sendiri juga gak bisa cancel,” terangnya.

‘Kalau saya cancel maka performa saya turun mas,” tambah Kusprianto dengan nada yang lirih.

Tetapi, dia menuturkan bahwa antrean BTS Meal ini sudah menjadi resiko dan dinamika profesinya. Toh dia tetap menikmatinya dan menjaga kepercayaan customer.

“Meskipun memang kalau hari biasa, kalau jam segini dari jam 12 siang sampai 3 sore saya bisa dapat maksimal 7 orderan. Baik dari orderan penumpang, makanan dan minuman,” ungkapnya.

Salah satu hal yang menjadi api semangat bagi Kusprianto untuk tetap berjibaku menjadi driver ojol adalah untuk membahagiakan keluarganya di rumah. Kalau harus menunggu orderan BTS Meal selama tiga jam, dia rela melakukannya.

“Ya untuk hasil ngojek bisa kita (keluarga) nikmati setiap hari, gak menunggu mingguan atau bulanan,” kata Kusprianto.

“Hasilnya untuk kebutuhan keluarga di rumah. Anak saya ada dua, yang satu SMP kelas 3, dan satunya masih kecil baru berusia satu setengah tahun,” tutupnya.(fat/yds)

Serba Serbi

Henry Soetio Pengusaha Malang Meninggal, Ini Profil Sang Bos Batubara

Diterbitkan

,

Henry Soetio Pengusaha Malang Meninggal, Ini Profil Sang Bos Batubara
Foto kebersamaan Gilang Crazy Rich Malang dengan mendiang Henry Soetio, pengusaha batu bara asal Kota Malang (Foto : Instagram @juragan99)

 

KABARMALANG.COM – Kabar duka menyelimuti dunia bisnis di Indonesia, karena salah seorang pengusaha batubara asal Kota Malang, Henry Soetio meninggal dunia, Senin (19/7) kemarin.

Crazy Rich Malang, Gilang Widya Pramana melalui akun instagramnya @juragan_99 menyampaikan bela sungkawa atas wafatnya Henry Soetio.

Gilang juga mengupload postingan duka cita tersebut pada Senin (20/7) kemarin, berupa foto-foto momen kebersamaan dengan Henry.

Gilang membumbui unggahan itu dengan caption, “Hancur hati ini berkeping-keping mendengar kabar kokoku meninggal dunia”

“Ya Allah aku bersaksi bahwa kokoku ini orang yang paling baik, orang yang paling tulus. Tempatkan kokoku di Tempat yang terbaik. Aminnn🙏🙏🙏😭😭😭”

Gilang sendiri mengaku sangat terkejut usai mendapat kabar meninggal dunianya Henry. Apalagi, Gilang mengenal Henry Soetio sebagai seorang pengusaha Malang yang teladan.

“Kaget luar biasa, ini saya takutkan ketika Pak Hendro sakit, dari awal sakit hingga akhirnya kejadian meninggal. Bener-bener kehilangan yang luar biasa,” ujar Gilang kepada Kabarmalang.com, Selasa (20/7).

Kabar Lainnya : Penipu Di Malang Bonyok Dihajar Massa, Gelapkan Mobil, Lari Dari Polisi.

Gilang mulai mengenal dan berinteraksi dengan Henry sejak tahun 2015. Sejak saat itu, Henry yang bos batubara itu juga sudah menganggap Gilang sebagai adiknya sendiri.

“Jadi sudah hampir 6 tahun kami berteman. Saya banyak belajar ilmu bisnis di Pak Henry. Pak Henry orang yang benar-benar panutan buat saya,” jelasnya.

“Jujur, karena sejak tahun 2015 saya ngefans dengan beliau, saya jadikan panutan. Dan bisa dekat seperti seorang adik itu suatu berkah bagi saya,” sambungnya.

Dalam kesaksiannya, Gilang menyebut Henry sebagai sosok yang walaupun kaya raya, namun begitu baik dan rendah hati kepada siapapun.

“Orangnya humble (rendah hati). Termasuk orang yang kaya tapi dia tidak pernah merendahkan orang lain, dan dia benar-benar jadi panutan saya, sosoknya sangat luar biasa,” tutup Gilang.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Masjid Jami’ Kota Malang Batasi Salat Idul Adha, Tiadakan Potong Kurban

Diterbitkan

,

Masjid Jami' Kota Malang Batasi Salat Idul Adha, Tiadakan Potong Kurban
Banner pemberitahuan peniadaan Salat Idul Adha 1442 Hijiriah telah terpasang di depan Masjid Jami; Kota Malang. (Foto:Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Masjid Jami’ Kota Malang tidak mengadakan Salat jamaah Idul Adha 1442 Hijriah untuk masyarakat umum pada Selasa (20/7) besok.

Ketua Takmir Masjid Jami’ Kota Malang, Mahmudi Muhid mengamini. Sebab, saat ini sedang dalam masa PPKM Darurat.

Mahmudi mengatakan pelaksanaan Salat Idul Adha hanya tergelar terbatas bagi kalangan internal takmir masjid.

”Mulai marbot dan karyawan takmir masjid, mungkin ada sekitar 75-100 orang saja,” ujar Mahmudi, Senin (19/7).

Dia menuturkan peniadaan salat Idul Adha ini, jadi ikhtiar dalam usaha bersama untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Semoga pandemi wabah ini bisa segera berlalu sehingga pelaksanaan ibadah bisa kembali berjalan normal,” tuturnya.

Pihak Masjid Jami juga meniadakan penyembelihan hewan kurban, karena kondisi pandemi yang belum mereda.

Dia menyarankan agar warga yang hendak berkurban di idul adha supaya menyalurkan kurbannya di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Malang.

”Sekali lagi, kami mohon maaf. Semoga wabah ini segera berlalu, caranya, warga beribadah dan berdoa dari rumah saja. Kita sama-sama saling jaga,” katanya

Dia juga menambahkan tradisi ceramah tetap tergelar lewat pengeras suara dan akan tersiar di radio-radio lokal.

Lalu, untuk takbiran keliling idul adha hanya akan ada 5 orang dari takmir masjid dari yang menyemarakkan.

”Jadi, meski tidak ada perayaan secara fisik (nyata), namun masih ada rengeng-rengengnya. Saya harap masyarakat tetap menyambut Idul Adha dengan suka cita. Beribadah dan berdoa dari rumah saja,” akhirnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Kunjungan Forkopimda Jatim di UM Pantau Serbuan Vaksinasi

Diterbitkan

,

Forkopimda Jatim mendatangi serbuan vaksinasi di Universitas Negeri Malang (istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Forkopimda Jatim mendatangi serbuan vaksinasi di Universitas Negeri Malang, Minggu (18/7).

Diketahui dalam kunjungan kerja tersebut turut serta Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Pangdan V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto dalam rangka meninjau pelaksanaan vaksinasi massal bertajuk ‘Serbuan Vaksinasi’ yang diselenggarakan oleh Korem 083 Baladhika Jaya.

Usai melakukan peninjauan vaksinasi di Universitas Negeri Malang, Pangdam V/Brawijaya menerangkan maksud dan tujuan Forkopimda Jatim melaksanakan kunjungan ke wilayah Malang.

“Kunjungan kami ke Universitas Negeri Malang dalam rangka melihat kelanjutan pelaksanaan vaksinasi di seluruh wilayah Jawa Timur,” ungkap Pangdam.

Diketahui sebelum melaksanakan peninjauan vaksinasi di UM, Forkopimda Jatim telah meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Koarmada II Surabaya yang juga berlangsung hari ini.

“Setelah tadi di Surabaya, tepatnya di Koarmada II, kemudian sekarang di Universitas Negeri Malang. Ini merupakan bentuk kerjasama dan sinergitas antara Forkopimda Provinsi Jatim, Kabupaten/Kota, dan civitas akademika Universitas Negeri Malang,” terangnya.

Pelaksanaan vaksinasi massal di Universitas Negeri Malang hari ini sangat diminati oleh masyarakat, melihat animo masyarakat yang memenuhi kuota pendaftaran vaksin sejumlah 5.000 peserta telah habis.

Untuk menghindari terciptanya kerumunan, pihak Universitas Negeri Malang membagi lokasi vaksinasi di dua tempat antara lain di Gedung Graha Cakrawala dan Lapangan Tenis Indoor. (carep-04/fir)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Penerimaan mahasiswa baru STIE KERTANEGARA MALANG

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com