Connect with us

Hukrim

Ratusan Miras Disita Petugas Gabungan di Kafe Jalan M Panjaitan Malang

Diterbitkan

,

Petugas Satpol PP saat menyita ratusan botol miras di kafe ko.boy (Satpol PP Kota Malang for Kabarmalang.com)

 

KABARAMALANG.COM – Petugas gabungan berhasil menyita ratusan botol minuman keras (miras) atau minuman beralkohol (minol) saat operasi gabungan.

Operasi gabungan menyasar kafe Ko.boy yang terletak di Jalan Mayjend Panjaitan, Kota Malang, Sabtu (1/5) malam.

Operasi itu terdiri dari jajaran Polresta Malang Kota sebanyak 30 personil, lalu Kodim 0833 ada 10 personil,  Denpom mengirim 5 personil, serta Satpol PP Kota Malang menerjunkan 60 personil.

Antonio Viera, Kasi Operasi Satpol PP Kota Malang membenarkan. Pihaknya sukses menyita sekitar 290 botol miras di kafe tersebut.

“Di jalan Mayjend panjaitan ada satu kafe yang baru, kami operasi minol di situ. Kami menemukan dari berbagai jenis minol, sekitar 290 botol, kami amankan di kantor,” ujar Antonio kepada Kabarmalang.com, Minggu (2/5).

Operasi gabungan mulai pukul 21.30 WIB. Semula petugas gabungan menyasar kafe-kafe di sepanjang Jalan Sudimoro. Lalu bergeser ke kafe ko.boy.

“Sebetulnya kafe ko.boy sudah kami datangi seminggu sebelumnya. Kami datang ada pelanggaran prokes, berkerumun dan batas jam operasional. Kemudian kami beri SE Wali Kota Nomor 14 itu,” bebernya.

“Kemudian semalam kami (petugas gabungan) datang dan mereka melanggar, dan setelah itu kami cek ada minol, sehingga kami sita sebagai barang bukti,” sambungnya.

Anton, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa pihak kafe mendapatkan sanksi untuk mengikuti sidang tindak pidana ringan (tipiring).

“Sanksinya nanti ikut sidang tipiring, saya belum tahu tanggal berapa nanti, yang jelas setelah lebaran,” jelasnya.

Ke depannya kafe tersebut masih boleh beroperasi, asalkan taat peraturan jam operasional, protokol kesehatan dan tidak menjual minol lagi.

“Mereka tidak boleh menjual minol, kalau ada temuan lagi, langsung kita segel selama 14 hari sesuai dengan aturan,” tegasnya.

Anton menuturkan bahwa dasar operasi gabungan tersebut sesuai Perda Nomor 5 tahun 2006 tentang pengawasan, pengendalian, dan pelarangan penjualan minol.

Lalu Perwal Kota Malang Nomor 30 tahun 2020, soal penerapan disiplin dan penegakan prokes sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid 19.

“Juga berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Malang Nomor 14 tahun 202, bahwa selama pandemi dan bulan puasa ada larangan berjualan minol,” akhirnya. (fat/fir)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Perawat Yang Terbakar Hidup-hidup Harus Operasi Plastik, Ini Kabarnya

Diterbitkan

,

Perawat Yang Terbakar Hidup-hidup Harus Operasi Plastik, Ini Kabarnya
RS Hasta Husada Kabupaten Malang, tempat korban perawat dibakar hidup-hidup menjalani perawatan. (Foto : Rjs)

 

KABARMALANG.COM – Kondisi Eva Sofiana Wijayanti, 33, perawat asal Kalipare Malang yang terbakar hidup-hidup, semakin membaik. Dia tidak lagi berada di IGD RS Hasta Husada.

Edi Wahyudi Humas RS Hasta Husada membenarkan. “Sudah mulai membaik. Sudah pindah di ruang rawat inap Garuda. Tidak ada gejala yang berlebih. Kondisi korban membaik berangsur pulih,” ujar Edi, Kamis (6/5).

Meski demikian, kasus perawat yang terbakar hidup-hidup ini menjadi atensi Hasta Husada. Sehingga, RS tersebut menurunkan dua dokter spesialis.

Perawat Kena Siram BBM Di Malang, Wajah Dan Tubuhnya Luka Bakar

Korban Eva yang mengalami luka bakar di wajah dan tangannya. (Foto : Istimewa)

“Korban masih perawatan intensif di RS kami. Dokter yang menangani adalah spesialis anestesi dan bedah plastik,” ujarnya.

Dua dokter spesialis tersebut harus turun tangan karena lokasi luka bakar korban. Yakni luka wajah dan tangan serta sebagian tubuh korban.

“Luka bakarnya 32 persen. Dalam kategori juga tidak terlalu parah, masih bisa pengondisian dengan baik,” jelasnya.

Menurut Edi, Hasta Husada akan mengawasi perawatan korban dalam waktu kurang lebih dua pekan. Setelah kondisi Eva membaik, RS memungkinkan korban rawat jalan.

Dari situ, dokter juga akan menentukan jadwal dan bedah operasi plastik. Edi menegaskan, kondisi korban masih bisa terselamatkan.

“Untuk bisa pulih sangat memungkinkan. Yakni dengan metode bedah plastik dan perawatan lainnya,” ringkasnya.

Kabar Lainnya : Perawat Korban Pembakaran Di Kalipare Jadi Saksi Kunci Ungkap Pelaku.

Sementara itu, Polres Malang masih terus mendalami penyelidikan kasus perawat yang terbakar hidup-hidup ini. Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengamini.

“Anggota masih berada di lapangan sampai saat ini untuk mendalami motif dan penyebab. Karena korban tiba-tiba saja disiram bensin sampai terbakar,” ungkap Hendri terpisah.

Dia meyakini akan ada perkembangan dalam satu dua hari ke depan. Karena, kondisi korban kian stabil.

Sehingga, polisi bisa menggali keterangan dari korban. “Kondisi korban semakin membaik. Semoga kami bisa segera sinkronkan keterangan korban dengan hasil penyelidikan,” tambah Hendri.

Sampai saat ini, polisi masih mendapatkan sejumlah petunjuk dari hasil olah TKP. Misalnya kendaraan serta ciri-ciri fisik pelaku.

“Walau membaik dan sudah sadar, korban masih trauma. Sehingga penyidik kami cukup sulit mengambil keterangan dari korban,” jelasnya.

Polisi sudah berkoordinasi dengan keluarga korban. Supaya, famili Eva yang melakukan pendekatan untuk mengungkap fakta-fakta baru penyelidikan.

Hendri sendiri enggan berspekulasi soal motif pelaku. Apakah itu motif dendam, asmara, ekonomi atau lainnya.

“Masih sangat mentah, kami tidak mau menduga-duga dulu. Setelah ada keterangan korban, baru kami bisa buat kesimpulan,” akhirnya.(rjs/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Perawat Korban Pembakaran Di Kalipare Jadi Saksi Kunci Ungkap Pelaku

Diterbitkan

,

Perawat Korban Pembakaran Di Kalipare Jadi Saksi Kunci Ungkap Pelaku
Penyidik Satreskrim Polres Malang saat olah TKP kejadian perawat dibakar hidup-hidup di Kalipare. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Eva Sofiana Wijayanti, 33, perawat klinik Bunga Husada Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, yang jadi korban pembakaran, adalah kunci pengungkapan kasus.

Polres Malang pun menetapkan Eva sebagai saksi mahkota untuk mengungkap siapa pelaku pembakaran. Karena kuat dugaan korban mengetahui identitasnya.

“Korban adalah saksi kunci, tetapi kondisinya tidak memungkinkan untuk memberi keterangan. Karena korban masih di ruang ICU,” kata Kapolres Malang AKBP Hendri Umar melalui Kasatreskrim Polres Malang AKP Donny Kristian Baralangi, Rabu (5/5).

Kabar Lainnya : Perawat Kena Siram BBM Di Malang, Wajah Dan Tubuhnya Luka Bakar.

Menurut Donny, korban baru menjalani operasi karena luka bakar tersebut. Paska operasi, korban harus menjalani perawatan di ruang ICU.

Sehingga korban sebagai saksi mahkota, masih terlarang berinteraksi dengan orang lain. Hanya dokter ataupun perawat yang bisa berinteraksi dengannya.

“Karena berada di ruang ICU, kami belum bisa minta keterangan korban. Semoga korban cepat pulih,” bebernya.

Kabar Lainnya : Pembakar Perawat Kalipare Seorang Pria, Ini Kronologinya.

Donny membenarkan, bahwa penanganan kasus telah masuk penyelidikan Satreskrim Polres Malang. Sebelum ini, Polsek Kalipare yang kali pertama menangani kasus tersebut.

Selama proses penyelidikan, lanjut Donny, polisi sudah meminta keterangan beberapa orang. Jumlahnya ada empat saksi.

“Empat saksi, sudah kami mintai keterangan, mereka anak pemilik klinik, rekan korban, tetangga dan suami korban. Tentunya akan ada saksi lain yang kami minta keterangan,” ucap Donny.

Kabar Lainnya : Cerita Saksi Pembakaran Perawat, Ini Video Testimoninya.

Seperti berita Kabarmalang.com sebelum ini, seorang perawat menjadi korban pembakaran hidup-hidup. Seorang pria misterius menyiramkan BBM ke wajah dan tubuh korban.

Kemudian, pelaku itu menyulutkan korek kepada korban. Alhasil, korban terbakar hidup-hidup.

Eva mengalami sejumlah luka di sekujur wajah, kepala dan tubuhnya. Sampai berita ini terbit, Eva masih menjalani perawatan intensif IGD Hasta Husada.(rjs/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Perkosa Dan Rampas Harta Wanita Open BO, Ini Dalih Pelaku Asal Malang

Diterbitkan

,

Perkosa Dan Rampas Harta Wanita Open BO, Ini Dalih Pelaku Asal Malang
Jajaran Polsek Lowokwaru saat menggiring Irawan, tersangka kasus pemerasan dan pemerkosaan PSK di Kota Malang (Foto:Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Kapolsek Lowokwaru, Kompol Fatkhur Rokhma mengatakan bahwa dalih Irawan Yulianto, 24, perkosa dan rampas harta wanita open BO karena terlilit hutang.

“Tersangka sehari-hari pekerjaannya swasta di salah satu instansi. Dalihnya karena terlilit hutang, dia ingin melunasi dengan cara tersebut,” ujar Fatkhur kepada wartawan di Mapolsek Lowokwaru, Senin (3/5).

Kabar Lainnya : Cari Pelampiasan Seks Gratis, Pria Ini Perkosa Dan Peras Harta Open BO.

Fatkhur mengatakan bahwa tersangka sudah berkeluarga dan sudah memiliki satu anak. Profesi tersangka adalah seorang pekerja swasta.

Fatkhur menambahkan sejak awal tersangka sudah merencanakan perkosa dan rampas harta wanita open BO berinsial NH, 29. Karena tersangka mengetahui tarif NH sebesar Rp 450 ribu.

“Sebenarnya tersangka sudah merencanakan sejak awal, karena dia sudah membawa tali dan pisau,” terang Fatkhur.

“Tersangka merencanakannya setelah ada yang menagih utang. Sehingga dia punya pikiran dan jalan untuk melakukan itu,” sambungnya.

Sebelum ini, Kabarmalang.com memberitakan bahwa Polsek Lowokwaru Kota Malang menangkap Irawan Yulianto, 24, asal Pakisaji Malang.

Ia tersangka kasus pemerasan dan pemerkosaan seorang wanita open BO berinisial NH, 29. Irawan melancarkan aksinya pada Jumat (23/4) sore di sebuah guest house di Kota Malang.

Saat itu tersangka memeras korban dan membawa kabur ponsel dan uang korban. Tersangka juga memerkosa korban.

Kemudian, keesokan harinya pada Sabtu (24/4) sore, korban melihat tersangka berada di sebuah konter ponsel yang ada di Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang.

Si korban lalu melapor Polsek Lowokwaru, dan bersama anggota Reskrim Polsek Lowokwaru mendatangi lokasi konter dan menciduk tersangka.

 

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan kepada  tersangka. Tersangka lalu mengakui semua perbuatannya tersebut dan menyerahkan diri kepada kepolisian.

Akibat perbuatannya tersebut, tersangka melanggar Pasal 368 ayat (1) dan atau Pasal 285 KUHP. Dengan ancaman hukuman penjara selama dua belas tahun.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com