Connect with us

COVID-19

Waspada Mutasi Covid-19 India, Pemkot Malang Minta Warga Waspada

Diterbitkan

,

Waspada Mutasi Covid-19 India, Pemkot Malang Minta Warga Waspada
Mural gerakan memutus rantai Covid-19 di Jembatan Kedungkandang Kota Malang (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Wali Kota Malang, Sutiaji meminta masyarakatnya untuk ekstra waspada terhadap mutasi virus Covid-19 dari negara India.

“Per 4 detik itu ada saja orang meninggal karena mutasi virus baru Covid-19 itu di India, harus waspada,” ujar Sutiaji, Selasa (27/4).

Kabar Lainnya : Walikota Malang Pesankan Waspada Bencana Kepada ASN.

“Oleh karena itu kenapa ada adendum larangan mudik. Karena kita tidak mau lagi kecolongan dan tidak main-main untuk mengatasinya (virus covid-19),” sambungnya.

Tak henti-hentinya Sutiaji mengajak warga Kota Malang untuk selalu taat terhadap prokes 5M covid-19.

“Kota Malang sekarang sedikit kami buka krannya, seperti sekolah tatap muka. Saya minta untuk semua bisa terus menjaga kedisiplinannya,” harap orang nomor satu di Pemkot Malang itu.

Kabar Lainnya : Positif Corona Bertambah, Sutiaji Minta Warga Tetap Waspada.

Karena kasus covid-19 di Kota Malang masih fluktuatif, Sutiaji meminta semua elemen masyarakat saling bahu-membahu memutus rantai penyebaran virus.

“Kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk prokes ya. Religi kita kuatkan dan upaya-upaya secara nyata harus kita lakukan juga. Jadi ini kita jalankan bersama dan bisa saling mengingatkan,” akhirnya.

Terpisah, Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif mengamini. Kasus harian covid-19 di Kota Malang masih ada, sekalipun fluktuatif.

“Kayak kemarin (25/4) kasus baru itu dua, sebelumnya kasus baru ada dua belas, jadi fluktuatif untuk kasus hariannya,” ujar Husnul,  Selasa (27/4).

Kabar Lainnya : GPK Harus Ekstra Sabar dan Telaten Dalam Melayani ABK.

Husnul mengatakan angka kematian karena covid-19 di Kota Malang beberapa hari ini berada di angka nol.

“Tapi kita masih tinggi antara 9,1 persen angka kematiannya, dari total yang terpapar dan total yang meninggal, itu angka kematian kita,” terang Humas Satgas Covid-19 Kota Malang itu.

Kabar Lainnya : Sutiaji Mutasi 35 Kepsek se-Kota Malang.

Husnul berpesan kepada masyarakat untuk taat prokes, terutama membatasi pergerakan. Menurutnya untuk saat ini gerakan di rumah saja adalah langkah yang efektif.

“Karena bagaimanapun juga, covid-19 menular, menyebar, dan terpapar kalau terjadi pergerakan dan pertemuan satu dengan yang lain,” tutupnya.

Senada, Dandim Kota Malang, Letkol Arm Ferdian Primadhona pun mengharap anggota Satgas Covid-19 Kota Malang makin intens.

Gabungan TNI Polri dan pemerintah di tingkat kecamatan kelurahan masih akan beroperasi untuk menekan penyebaran covid-19.

“Kami masih sangat intens menegakkan prokes. Supaya, covid-19 tertahan dan sebisa mungkin hilang di tingkat RT RW,” ujarnya kepada Kabarmalang.com.(fat/carep-04/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19

Penyekatan Mudik Kota Malang, Petugas Ketatkan Tol Madyopuro

Diterbitkan

,

Penyekatan Mudik Kota Malang, Petugas Ketatkan Tol Madyopuro
Petugas saat berjaga di penyekatan exit tol Madypuro. (Foto : Kodim 0833 Kota Malang)

 

KABARMALANG.COM – Penyekatan mudik di Kota Malang masih terus berjalan. Sabtu (8/5), petugas kembali mengetatkan penjagaan di exit tol Madyopuro.

Penyekatan mudik di Kota Malang ini menjadi misi utama selama libur lebaran. Sehingga, sejak awal persiapan penyekatan 6 Mei, petugas sudah membangun posko Ops Ketupat Semeru.

Pengamanan terpusat di pintu gerbang exit tol Madyopuro Kecamatan Kedunglandang Kota Malang.

Serka Setris, anggota Kodim 0833 Kota Malang, membenarkan. Dia bersama para pasukan pengamanan gabungan, sudah berjaga di lokasi penyekatan sejak pagi.

“Kami memantau dengan sif pagi sampai malam. Kemudian malam sampai pagi berganti sif lagi,” ujar Serka Setris, Sabtu pagi (8/5).

Penyekatan tersebut melibatkan sejumlah anggota TNI-Polri, Dinas Kesehatan, BPBD, Dinas Perhubungan dan Satpol PP.

Yaitu, Serka Setris, Sertu Gatot Muriyanto dan Serda Irianto dari jajaran TNI. Kemudian, 5 orang polisi dengan perwira Ipda Cahyo Nugroho.

Selanjutnya, dua ASN Dinas Kesehatan Kota Malang dengan pimpinan tim Erni. Kemudian, dua anggota BPBD dengan ketua tim Arifin juga ikut dalam penyekatan.

Setelah itu, dua anggota Dinas Perhubungan, ketua tim Sutiono. Serta, 5 orang anggota Satpol PP, ketua tim Rupita.

Serka Setris berharap masyarakat mematuhi penyekatan larangan mudik. Karena, kasus covid-19 masih mengancam dunia, termasuk Indonesia dan Kota Malang.

Bahkan, varian covid-19 yang menghancurkan India sekarang mulai masuk di Indonesia. Sehingga, Serka Setris berharap segala protokol dapat memberi panduan masyarakat.

Supaya, masyarakat terhindar dari paparan covid-19 maupun variannya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Antisipasi Truk Isi Pemudik, Petugas Geledah Boks Angkutan Di Malang

Diterbitkan

,

Antisipasi Truk Isi Pemudik, Petugas Geledah Boks Angkutan Di Malang
Petugas gabungan saat memeriksa isi kendaraan yang melintas di pos penyekatan exit tol madyopuro (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Petugas gabungan siap antisipasi adanya kendaraan atau truk isi pemudik ilegal saat melintas di pos penyekatan exit tol Madyopuro Kota Malang.

Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Yoppy Anggi Krisna membenarkan. Dia akan antisipasi dan ekstra siaga memeriksa isi truk yang berisi pemudik.

“Kita (polisi) akan periksa KTP yang ada di dalam kendaraan tersebut, maupun mobil box yang sudah termodifikasi,” tegas Krisna, sapaan akrabnya, Jumat (7/5).

Krisna juga mengatakan akan melakukan penindakan jika ada temuan kendaraan yang sengaja termodifikasi untuk membawa pemudik ilegal.

“Penindakannya berupa kita arahkan kendaraan tersebut untuk putar balik, tidak boleh masuk ke arah Kota Malang,” bebernya.

Karena, pemerintah pusat telah melarang aktivitas mudik lebaran pada tanggal 6 hingga 17 Mei 2021.

Bagi yang ingin melakukan perjalanan pada masa itu, harus memenuhi sejumlah syarat seperti surat kesehatan dan surat kerja.

Kabar Lainnya : Perhatikan, Ini 20 Titik Penyekatan Malang Raya Yang Berlaku Besok.

AKP Suwarno, Kanit Turjawali Polresta Malang sepakat. Dalam dua hari masa larangan mudik ini belum ada temuan kendaraan yang membawa pemudik ilegal.

“Sementara belum ada, mudah-mudahan tidak ada. Namun kami tetap waspada, baik kendaraan truk maupun  pribadi terus kami antisipasi adanya pemudik ilegal,” terangnya.

“Tahun lalu ada yang modus mudik pakai truk yang tertutup terpal, itu jadi antisipasi kami. Kita pelajari termasuk boks-boks kendaraan akan kita buka,” sambungnya.

Suwarno menambahkan sejak ada penyekatan di exit tol madyopuro. Volume jumlah kendaraan yang melintas di tol tersebut mengalami penurunan daripada saat sebelum larangan mudik.

Ia mengibaratkan situasi penyekatan kendaraan di Malang Raya seperti telur ceplok. Kabupaten Malang adalah putih telurnya, sedangkan Kota Malang adalah kuning telur, karena di tengah.

“Penyangganya adalah kabupaten, sementara kita ada di kota. Kita memantau, mungkin masih ada kendaraan yang lolos di Kabupaten, akan kita penyekatan dan pengimbangan di pos Madyopuro,” akhirnya.

Sejumlah petugas gabungan mengamankan pos penyekatan exit tol Madyopuro. Mulai dari Polisi Militer, Koramil, Polresta Malang Kota, Dishub, Dinkes dan BPBD. Pengamanan terbagi dalam tiga shift.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Operasi Yustisi Akhir Pekan Sasar Jalan Raya Bandulan Malang

Diterbitkan

,

Operasi Yustisi Akhir Pekan Sasar Jalan Raya Bandulan Malang
Petugas gabungan di Jalan Raya Bandulan saat memasangkan masker kepada pengendara. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Operasi yustisi jelang akhir pekan terakhir sebelum lebaran menyasar Jalan Raya Bandulan.

Tim gabungan dari Polsek dan Koramil Sukun bersama Kelurahan Bandulan, menyasar kawasan RT 02 RW 02 Bandulan.

Babinsa Bandulan Pelda Nur Achwan dan Sertu Ludi membenarkan. Operasi yustisi jelang akhir pekan ini semakin intensif menuju lebaran.

“Operasi ini dalam rangka penegakan PPKM mikro di Kota Malang. Ini sejalan juga dengan larangan mudik dan penegakan prokes,” ujar Nur Achwan, Jumat (7/5) pagi tadi.

Kabar Lainnya : Perhatikan, Ini 20 Titik Penyekatan Malang Raya Yang Berlaku Besok.

Tim gabungan menggelar operasi mulai pukul 09.00 WIB. Semua anggota operasi berjaga di depan kantor kelurahan Bandulan Jalan Raya Bandulan.

Ada 15 orang yang menjadi anggota operasi yustisi ini. Yakni, Lurah Bandulan Dian Sonyalia Catturina, Anggota Polsek Sukun, Bhabinkamtibmas Bripka Guruh.

Kemudian, Anggota Bakesbangpol, Jarnoko, dua staf kecamatan dan 4 staf kelurahan. Operasi yustisi berlangsung dengan menghentikan kendaraan.

Terutama, warga masyarakat yang tidak mengenakan masker. Di sana, anggota operasi menegur pengendara.

Setelah itu, kelurahan dan kecamatan membagikan masker gratis bagi masyarakat yang tidak memakai masker.

Harapannya, operasi ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Kemudian, operasi tersebut juga menjadi pendorong penurunan kasus covid-19 di Kota Malang.

Apa lagi,berbagai kasus baru varian covid mulai muncul di Indonesia. Dengan mengingatkan tentang pentingnya prokes, tim operasi berharap warga semakin waspada.

“Mari sama-sama berusaha menjaga diri dan keluarga, serta orang-orang yang kita cintai. Ini bukan tentang diri kita saja, tetapi juga keluarga, teman dan kolega di sekitar kita,” akhirnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com