Connect with us

Pemerintahan

HUT 107 Tahun Kota Malang, Usung Semangat Dan Salam Tugu Tirta

Diterbitkan

,

HUT 107 Tahun Kota Malang, Usung Semangat Dan Salam Tugu Tirta
 Dirut Perumdam Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas memberikan pengarahan kepada jajarannya, Kamis (1/4). (Foto : Humas Tugu Tirta)

 

KABARMALANG.COM – Jargon ‘Salam Tugu Tirta’ berkumandang bersama dengan HUT 107 tahun Kota Malang.

Siapa kita? Insan Pelayanan Prima! Siapa kita? Kami bangga, kami cinta Tugu Tirta!

Itulah pekikan Dirut Perumdam Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas dalam pengarahan jajarannya, Kamis (1/4).

Dia menegaskan ini bertepatan dengan HUT 107 tahun Kota Malang.

Muhlas berharap ini bisa menambah semangat seluruh karyawan dan karyawati perusahaan. Supaya terus termotivasi bekerja keras, cerdas dan tulus dalam memberikan pelayanan terbaik.

“Kami ingin membangun karakter perusahaan ini berdasarkan individu di dalamnya. Kita ingin seluruh individu menekankan semangat positif agar menjadi kekuatan bersama,” tuturnya.

Dia juga menegaskan, perubahan identitas menjadi Perumdam Tugu Tirta membawa semangat perubahan lebih baik bagi perusahaan dan pelanggan.

Untuk menjamin ketersediaan air minum bagi pelanggan, Tugu Tirta pantang kendur dan tak mengenal libur. Tugu Tirta mengaku siap merespon tuntas pelayanan publik.

“Kami bersama, berjuang untuk berkembang,” harap Muhlas.

Kabar Lainnya : Perumda Tugu Tirta Dapatkan Bantuan dari Gubernur Jatim Atasi Krisis Air.

Perubahan dari PDAM menjadi Perumda Air Minum Tugu Tirta berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Malang Nomor 11 Tahun 2019.

Tetapi, perubahan ini tak sebatas peralihan nama dan identitas semata. Lebih dari itu, cakupan kegiatan usaha perusahaan kini menjadi lebih luas.

Ke depan, Tugu Tirta bisa mengoptimalkan potensi kegiatan usaha lainnya. Tentunya, Tugu Tirta tidak mengesampingkan pelayanan prima kepada pelanggan sebagai prioritas.

Usaha lain dalam bidang penyediaan dan pengelolaan air, antara lain pelatihan manajemen sumber daya air minum.

Kemudian, Tugu Tirta juga siap pelatihan penyediaan sarana dan prasarana air minum.

Begitu juga, Tugu Tirta mampu melaith penyediaan sarana prasarana teknologi dan informasi, penyediaan air minum dalam kemasan, dan bentuk usaha lainnya.

Muhlas bersama Direktur Teknik Ari Mukti dan Direktur Administrasi dan Keuangan M Syaifudin Zuhri menekankan slogan ‘senyum, sapa, sambung seduluran selawase’ kepada seluruh jajarannya.

“Tidak ada istilah mantan di Tugu Tirta. Sehingga suatu hari jika sudah tidak di sini, maka sewaktu-waktu kita bisa bereuni,” tuturnya.

“Semangat kekeluargaan dan menjaga silaturahmi ini kita tingkatkan, tentunya agar dalam keseharian kita semakin semangat bekerja dan melayani,” akhirnya.(carep-04/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19

Wajibkan Masker, Aparat Kedungkandang Tegur Pelanggar Di Lesanpuro

Diterbitkan

,

Wajibkan Masker, Aparat Kedungkandang Tegur Pelanggar Di Lesanpuro
Petugas di Lesanpuro saat memberi teguran dan mendata pelanggar prokes. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Pelaksanaan operasi yustisi Kota Malang tergelar pagi tadi, Sabtu(17/4).

Operasi ini menegakkan disiplin dan penertiban prokes wajib masker di wilayah Kelurahan Lesanpuro Kecamatan Kedungkandang.

Panit Lantas Polsek Kedungkandang Ipda Dandu Iswanto, memimpin apel persiapan operasi pukul 08.30 WIB. Sementara, pasukan gabungan terdiri dari TNI Polri dan jajaran Pemkot Malang.

Titik operasi adalah di depan kantor Kelurahan Lesanpuro kedungkandang.

Ipda Dandu Iswanto mewakili Kapolsek Kedungkandang. Kemudian, Bati Bhakti TNI Pelda Sri Purwanto mewakili Danramil.

Lurah Lesanpuro Suwandi hadir bersama SekLur Nico Dadik Prayoga. Termasuk Kasi Trantib Lesanpuro Lilik.

Babinsa Lesanpuro Serda Syamsuri, Bhabinkamtibmas Lesanpuro Aiptu Abdul Hadi dan Satpol PP Kota Malang juga standby di lokasi.

Kabar Lainnya : Sikat HP Teman, Kawanan Remaja Lesanpuro Ditangkap Polisi.

Tim gabungan menyisir pengguna jalan yang melintas di depan Kelurahan Lesanpuro Jalan Ki Ageng Gribig Kecamatan Kedungkandang.

“Kegiatan operasi gabungan ini bertujuan menegakkan disiplin dan menertibkan prokes wajib masker,” ujar Bati Bhakti TNI Pelda Sri Purwanto.

Petugas memakai sejumlah aturan untuk mendasari operasi. Misalnya Inpres No.6, perda No.2 tahun 2020, Pergub No.53 tahun 2020 dan Perwali No.30 tahun 2020.

Operasi yustisi melakukan penindakan dan pembagian masker kepada masyarakat dan pengendara roda dua dan empat.

Pukul 10.00 WIB, Operasi yustisi dan pembagian masker selesai. Total pelanggaran tidak memakai masker 15 orang dan tidak pakai helem 10 orang.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Sepekan Paska Gempa, Bantuan Di Majang Tengah Dampit Belum Turun

Diterbitkan

,

Sepekan Paska Gempa, Bantuan Di Majang Tengah Dampit Belum Turun
Warga Dusun Majang Tengah Warak saat membersikan material salah satu rumah warga setempa yang ambruk akibat gempa bumi. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Bantuan pemerintah terhadap korban terdampak gempa bumi Malang pekan lalu lambat. Sebagian masyarakat menilai pemerintah lamban.

Karena, hingga saat ini, satu pekan berselang bantuan nyata dari pemerintah, baik pusat maupun daerah belum juga turun.

Sementara selama ini, bantuan seperti sembako dan logistik bangunan mayoritas dari donatur swasta.

“Belum ada bantuan, baik sembako maupun semen untuk perbaikan rumah kami,” ungkap salah satu anggota Pemuda Karang Taruna Perak, Desa Majang Tengah, Agus Sutrisno, Sabtu (17/4).

Kabar Lainnya : BMKG Siapkan Gempa Buatan Simulasi Tsunami.

Walaupun, kebutuhan makan bagi masyarakat yang berada di tenda pengungsian masih aman. Menurut Agus, kebutuhan makan warga tercukupi dari dapur umum PMI Kabupaten Malang, Kementerian Sosial.

“Lalu bagaimana dengan kebutuhan perbaikan rumah kami? Ya kita mencari donatur dari kenalan-kenalan kami,” sambungnya.

“Alhamdulillah cukup kalau untuk perbaikan rumah yang rusak ringan. Nah, untuk warga yang berada di pengungsian ini kasihan,” katanya.

Sementara itu, Sektetaris Desa Majang Tengah, Nurhayati mengatakan bahwa kebutuhan semen yang masuk ke desa memang sudah ada. Hanya saja, mayoritas bersumber dari dermawan donatur swasta.

“Ada ratusan sak semen yang sudah masuk ke kami, dari berbagai donatur, dan sudah kami distribusikan ke dusun-dusun di Desa Majang Tengah yang terdampak gempa bumi,” ujarnya.

Namun, Nurhayati membenarkan bahwa bantuan dari pemerintah secara resmi belum ada.

“Belum ada yang masuk. Kita masih melakukan pendataan,” pungkasnya.

Sebelum ini, jumlah kerusakan akibat gempa bumi di Kabupaten Malang per 16 April 2021 mencapai 6.619 rumah.

Sebanyak 1.491 di antaranya rusak berat, 1.922 rusak ringan, dan 2.306 rusak ringan.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

PWI Malang Raya Galang Bantuan Gempa, Fokus Perbaiki Rumah Ibadah

Diterbitkan

,

PWI Malang Raya Galang Bantuan Gempa, Fokus Perbaiki Rumah Ibadah
PWI Malang Raya membuka posko bantuan, terutama untuk perbaikan rumah ibadah di lokasi terdampak gempa. (Foto : PWI Malang Raya)

 

KABARMALANG.COM – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya galang bantuan untuk membantu korban gempa bermagnitudo 6,1 yang terjadi pada Sabtu (10/4) lalu.

Kegiatan penggalangan dana tersebut bertajuk ‘Keep Fighting Kabupaten Malang’. Ini merupakan bentuk kepedulian PWI Malang Raya atas musibah gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Malang.

Ketua PWI Malang Raya, Cahyono mengatakan, aksi sosial penggalangan bantuan ini untuk meringankan para korban gempa bumi di Kabupaten Malang.

“Kami ingin ikut berpartisipasi membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa di Kabupaten Malang,” ucapnya, Jumat (16/4).

Menurut Cahyono, penggalan bantuan untuk korban gempa tersebut merupakan rasa kemanusiaan yang timbul secara spontanitas dari para wartawan yang bertugas di wilayah Malang Raya.

Karena mereka juga ikut merasakan derita para korban gempa tersebut. “Penggalangan bantuan itu seyogyanya dalam bentuk barang, bukan uang,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Cahyono, PWI Malang Raya melakukan galang bantuan. Nantinya, PWI akan dapat membenahi Rumah Ibadah yang rusak akibat gempa bermagnitudo 6,1 SR tersebut.

“Berdasarkan hasil musyawarah dengan pengurus PWI Malang Raya, kami sepakat melakukan perbaikan rumah ibadah,” terangnya.

Untuk waktu kegiatannya, tambah Cahyono, dirinya saat ini masih melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk kesiapan materialnya.

“Untuk waktunya kita masih nunggu, yang jelas dalam waktu dekat ini,” tukasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data BPBD Kabupaten Malang (15/4), dampak gempa bermagnitudo 6,1 tersebut menyebabkan 5.924 unit rumah warga mengalami kerusakan.

Sedangkan, untuk bangunan tempat ibadah ada sebanyak 192 unit yang mengalami kerusakan.

Jumlah total kerusakan tersebut tersebar di 29 dari 33 kecamatan di wilayah Kabupaten Malang.(fir/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com