Connect with us

COVID-19

Pemkot Malang Mengizinkan Wisuda Luring Dengan Protokol Kesehatan

Diterbitkan

,

Pemkot Malang Mengizinkan Wisuda Luring Dengan Protokol Kesehatan
Satgas covid-19 bersama Satpol PP Kota Malang saat membubarkan pelaksanaan wisuda di salah satu kampu swasta terkemuka (FOto : istimewa)

 

KABARMALANG.COMPemkot Malang telah mengizinkan pelaksanaan wisuda luring. Jumlah mahasiswa terbatas maksimal 200 orang. Sementara untuk pendamping sebanyak 400 orang.

Keputusan Pemkot Malang mengizinkan wisuda di perguruan tinggi ini tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Malang Nomor 13 Tahun 2021.

Yakni, tentang pelaksanaan wisuda dalam tatanan normal baru, produktif, aman covid-19 bagi perguruan tinggi negeri maupun swasta di Kota Malang.

“Kegiatan wisuda luring dapat terlaksana dengan memperhatikan protokol kesehatan. Serta, telah mengajukan izin kepada Ketua Satgas Covid-19 Kota Malang,” berikut bunyi surat edaran tersebut.

Dalam isi surat edaran juga mengatur tata cara foto wisudawan atau wisudawati dengan pendamping. Yakni di tempat yang telah disediakan oleh panitia.

Jumlah wisudawan luring juga terbatas yaitu sebanyak 200 mahasiswa. Sementara pendamping berjumlah maksimal 400 orang.

Pelaksanaan protokol kesehatan pencegahan covid-19 harus maksimal selama proses wisuda. Panitia juga harus melarang kehadiran anak di bawah umur 12 tahun. Serta warga lanjut usia di atas 60 tahun, karena rentan tertular penyakit.

“Dengan berlakunya surat edaran ini, maka SE Nomor 30 Tahun 2021 tentang pelaksanaan wisuda dalam tatanan baru tidak berlaku. Surat edaran Nomor 13 Tahun 2021 mulai berlaku pada 22 Maret 2021,” jelas isi dalam surat edaran tersebut.

Kabar Lainnya : UMM Tetap Selenggarakan Wisuda Luring di Masa Pandemi.

Wali Kota Malang Sutiaji membenarkan. Dia memang menelurkan keputusan berupa SE.

Surat ini mengatur dan mengizinkan pelaksanaan wisuda. Surat juga berlaku bagi perguruan tinggi negeri dan swasta Kota Malang.

“Kami yakin, perguruan tinggi akan taat mengikuti aturan yang ada. Prinsipnya, protokol kesehatan harus benar-benar terlaksana selama pelaksanaan wisuda,” ungkap Sutiaji, Rabu (24/3).

Menurut Sutiaji, ini sejalan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tingkat kelurahan. Sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2021.

Kemudian, Pemerintah Kota Malang harus memikirkan bangkitnya perekonomian masyarakat. Beberapa kelonggaran dari pemerintah pusat juga harus terakomodasi.

Misalnya, terkait hiburan malam, konser, dan kegiatan lain. Dengan catatan protokol kesehatan harus dijalankan.

“PPKM tetap jalan. Tetapi kami harus memikirkan kebangkitan ekonomi masyarakat. Apa lagi, Kota Malang merupakan kota pendidikan. Perguruan tingginya banyak diminati pelajar dari seluruh Indonesia,” tegas Sutiaji.

Sutiaji juga menjawab gagasan peserta wisuda dan pendamping menjalani swab antigen. Sutiaji rencananya akan berkoordinasi dengan ahli epidemologi. Khususnya terkait calon wisudawan asal daerah luar.

“Teknis akan kita koordinasikan dengan epidemologi,” akhirnya.(fir/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19

Operasi Gabungan Sasar Jalanan Di Depan Kelurahan Kedungkandang

Diterbitkan

,

Operasi Gabungan Sasar Jalanan Di Depan Kelurahan Kedungkandang
Operasi gabungan di Kelurahan Kedungkandang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Sejumlah petugas gabungan melakukan operasi yustisi PPKM Mikro, Sabtu (10/4). Tepatnya di depan kantor Kelurahan Kedungkandang, Kedungkandang, Kota Malang.

Operasi yustisi ini ingin mengurangi dan memutus rantai penyebaran wabah covid-19 di wilayah Kota Malang. Khususnya di wilayah Kedungkandang.

“Mari kita laksanakan operasi yustisi ini dengan penuh rasa tanggung jawab. Terutama bagi melanggar protokol kesehatan (prokes),” seru Pawas Polsek Kedungkandang, Iptu Fajar.

Operasi yustisi ini juga dalam rangka pengendalian penyebaran penularan covid-19 pada masyarakat. Setelah operasi, petugas membagikan masker gratis di Pasar Kedungkandang.

Sekitar 20 orang petugas gabungan terlibat dalam operasi. Di antaranya Pawas Polsek Kedungkandang Iptu Fajar.

Kemudian, Babinsa Kedungkandang Sertu Sukandar dan Serda Hery. Setelah itu 8 orang anggota Polsek Kedungkandang.

Selanjutnya, 5 orang anggota Satpol PP Kota Malang, 1 orang Bakesbangpol, anggota staf Kelurahan Kedungkandang dan Linmas.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Pemkot Izinkan Salat Tarawih, Masjid Kota Malang Harus Ketatkan Prokes

Diterbitkan

,

Pemkot Izinkan Salat Tarawih, Masjid Kota Malang Harus Ketatkan Prokes
Masjid Agung Jami Malang (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Jelang Ramadan sebentar lagi, Pemkot Malang izinkan salat tarawih di masjid. Asalkan jamaah dan takmir menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Wali Kota Malang, Sutiaji membenarkan. Pemkot izinkan pelaksanaan salat tarawih dengan prokes karena sedang masa pandemi covid-19.

“Salat tarawih saya perbolehkan, tetapi memakai protokol Covid-19. Hari-hari ini meski ada penurunan, tetapi kita harus tetap waspada ada kenaikan kasus covid-19,” ujar Sutiaji, Jumat (9/4).

Sutiaji mengatakan akan menelurkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang terkait teknis dan prokes ibadah salat tarawih di masjid.

“Teknisnya masih akan kami atur dan belum ada kajian dan minggu ini akan ada kejelasan (teknis pelaksanaan) melalui SE,” tambahnya.

Takmir Masjid Agung Jami Malang, Mahmudi mengiyakan. Dia merasa lega karena boleh salat tarawih di masjid.

Masjid Agung Jami pun siap menyambut para jamaah tarawih selama bulan ramadhan nanti dengan penerapan prokes.

“Jadi kami sudah siap (protokol kesehatan covid-19), tetap kami menggelar salat tarawih,” ringkasnya.

Mahmudi juga telah menyiapkan Satgas Covid-19 Jami.  Tugasnya mengawasi penerapan prokes saat ibadah shalat tarawih nanti.

“Kami sudah ada dari remaja masjid dan santri pondok. Jumlahnya sekitar 30 orang. Mereka yang mengawasi protokol kesehatan covid-19,”  bebernya.

Masjid Agung Jami bakal menerapkan sejumlah prokes saat ibadah salat tarawih. Misalnya, jamaah wajib menggunakan masker, lalu penyediaan bilik sterilisasi.

“Selanjutnya para jamaah juga harus membawa sajadah sendiri dan berwudhu dari rumah,” tambahnya.

Mahmudi menuturkan bahwa kapasitas jamaah salat tarawih juga akan ada pembatasan menjadi seribuan jamaah saja.

“Biasanya jamaah sampai 2 ribu sampai 3 ribu lebih. Kami minta imamnya nanti bacaannya tidak terlalu panjang sehingga tidak terlalu lama,” akhirnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Salat Tarawih Saat Pandemi, Boleh Asal Terapkan Prokes Ketat

Diterbitkan

,

Salat Tarawih Saat Pandemi, Boleh Asal Terapkan Prokes Ketat
Kepala Kemenag Kabupaten Malang, Musta'in, foto diambil sebelum pandemi covid-19. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Kepala Kemenag Kabupaten Malang, Musta’in wanti-wanti masyarakat menjaga protokol kesehatan ketika salat tarawih saat pandemi.

Dia mengatakan, ibadah salat tarawih saat pandemi harus tetap menggunakan masker, cuci tangan, dan menjaga jarak.

“Sesuai rilis Menteri Agama, pelaksanaan ibadah salat tarawih kuotanya kalau bisa terbatas hanya 50 persen,” ungkapnya, Jum’at (9/4).

Sementara untuk pelaksanaan kultum dan kuliah subuh tidak boleh lebih dari 15 menit.

“Salat tarawih harus terbatas waktunya untuk mengantisipasi adanya kerumunan dan potensi penularan covid-19,” tuturnya.

Dia juga melarang masyarakat melaksanakan buka bersama atau sahur on the road. Artinya, buka bersama dan sahur tetap berjalan di rumah masing-masing.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar senada dengan Musta’in. Dia mewajibkan masjid maupun musala mengisi jamaah salat tarawih sejumlah 50 persen dari total kapasitas.

“Misalnya saat salat tarawih di masjid, kapasitasnya 500 orang, maka hanya 50 persen saja yaitu 250 orang. Itu pun dengan prokes, itu mutlak harus terlaksana dengan benar-benar ketat,” ringkasnya.

Karena itu, Hendri akan membuat Program Mantab (Malang Aman Sehat Taat Beribadah) selama Ramadan dan Idul Fitri 2021.

“Insya Allah hari Senin (12/4) saya me-launching program Polres Malang dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan,” tuturnya.

Salah satu program tersebut adalah melaksanakan dan memastikan pengamanan salat tarawih berjamaah sesuai prokes.

Dia juga menegaskan salat tarawih tidak melebihi aturan 50 persen kapasitas masjid maupun musala.

“Kami juga akan menggandeng ulama-ulama untuk menerangkan imbauan Kamtibmas,” paparnya.

“Mungkin setelah salat subuh atau tarawih juga akan ada programnya juga, yaitu program berbagi kepada sesama,” akhirnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Ucapan HUT Kota Malang Ke 107
Advertisement Iklan Ucapan HUT Kota Malang Ke 107

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com