Connect with us

Hukrim

Pembunuh Juragan Foto Kopi Di Turen Malang Divonis 1 Tahun

Diterbitkan

,

Pembunuh Juragan Foto Kopi Di Turen Malang Divonis 1 Tahun
Jagal kasus TKP toko foto kopi Turen Malang, NP saat rekonstruksi kasus pembunuhan. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Pembunuh juragan foto kopi di Turen Malang sudah terima vonis. Pelaku pembunuhan, NP, 17, mendapat vonis penjara 1 tahun.

NP sejatinya tersangka utama pembunuh juragan foto kopi, Rudi Jauhari. Korban ini warga Kelurahan Turen, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

Sementara, NP adalah mantan karyawannya. NP membunuh korban pada 26 Januari lalu.

Kabar Lainnya : Tukang Foto Kopi Pembunuh Majikan, Rekonstruksi Hasilkan 27 Adegan.

Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen sudah memberi putusan. NP mendapatkan vonis hukuman 1 tahun saja.

Data sipp.pn-kepanjen.go.id terdakwa mendapatkan vonis 1 tahun.

Kabarmalang.com mencoba mengkonfirmasi PN Kepanjen. Humas PN Kepanjen, Reza Aulia membenarkan informasi vonis tersebut.

“Tetapi, untuk lebih jelasnya silakan datang ke PN Kepanjen. Karena sangat terbatas kalau hanya melalui telepon,” ucapnya lewat sambungan telepon, pada Rabu (17/03).

Lebih lanjut, JPU kasus tersebut, Misael Tambunan juga membenarkan. Hasil putusan NP, vonis 1 tahun penjara.

“Memang benar tuntutan 8 tahun. Vonis 1 tahun oleh PN Kepanjen,” ringkasnya.

Namun, Misael memiliki beberapa pertimbangan atas putusan hakim tersebut. Sebab, dia menuntut terdakwa dengan pasal 339 KUHP. Yakni tentang pembunuhan yang disertai pidana lainnya.

“Dalam pasal itu hukuman maksimal setidaknya vonis 20 tahun. Karena pelaku anak maka ancamannya setengah pidana,” sambungnya.

Namun, dia tidak mengetahui pasti alasan hakim. Sampai akhirnya, memberikan vonis kepada tersangka hanya 1 tahun.

“Kalau kami menuntut terdakwa 8 tahun penjara. Karena dia menghilangkan nyawa seseorang serta dengan penganiayaan. Yakni dengan cutter, dan berlanjut dengan penjarahan,” tegasnya.

Alhasil, JPU keberatan terhadap putusan hakim. Sehingga, dia mengajukan banding terhadap keputusan tersebut.

“Bahwa pada vonis tersebut, jaksa telah menyatakan banding. Dengan alasan putusan oleh hakim tidak mencerminkan rasa keadilan,” tambahnya.

Kabar Lainnya : Lampiaskan Dendam, Tukang Foto Kopi Sayat Mantan Bos Sampai Tewas.

Dia berharap, hakim pengadilan tinggi akan memberi vonis adil. Yakni sesuai dengan tuntutan penuntut umum.

Tetapi, fakta lain keluarga korban sudah memaafkan pelaku.

“Mungkin itu menjadi alasan hakim untuk vonis 1 tahun. Namun, bagi kami itu tidak memcerminkan keadilan. Karena terdakwa sudah menganiaya korban dengan keji,” akhirnya.(im/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Operasi Pekat Polres Malang Ungkap 1896 Kasus, Bekuk 1998 Tersangka

Diterbitkan

,

Operasi Pekat Polres Malang Ungkap 1896 Kasus, Bekuk 1998 Tersangka
Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar dan Kasatreskrim Polres Malang, AKP Donny Kristian Bara’langi saat konferensi pers hasil operasi Pekat Semeru 2021. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COMPolres Malang beserta Polsek jajarannya berhasil mengungkap 1.896 kasus selama 10 hari, yakni mulai 22 Maret hingga 2 April 2021 dalam program operasi Pekat Semeru 2021.

Dari ribuan kasus itu, Polres Malang menangkap 1.998 tersangka, dan 199 di antaranya sudah masuk bui.

“Sedangkan 457 tersangka masuk kasus pidana ringan, dan 291 menjalani pembinaan, di antaranya karena bawah umur,” ungkap Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar dalam rilis Operasi Pekat di markas Polres Malang, Kamis (8/4).

Kabar Lainnya : Amankan 44 Unit Kendaraan, Polres Malang Kota Ungkap Jaringan Curanmor.

Kasus yang berhasil terungkap dalam operasi itu mayoritas adalah kasus premanisme. Jumlahnya mencapai 1.016 kasus.

“Tersangka yang kami amankan dalam kasus itu (premanisme) yaitu sebanyak 1057 tersangka,” tuturnya.

Kabar Lainnya : Walikota Sutiaji Rapatkan Jajaran Untuk Kendalikan Virus Covid-19.

Sedangkan kasus yang lain yakni judi, minuman keras, prostitusi, pornografi, dan narkoba.

“Ratusan barang bukti berhasil kami aman dalam semua kasus ini, seperti kartu remi, sajam, minuman keras, alat perangkat dingdong, serta narkoba jenis sabu dan pil double L,” ringkasnya.

Kabar Lainnya : Vaksinasi Covid-19 Kota Batu Masih Belum Pasti Maret.

Hendri mengklaim, jumlah kasus yang berhasil terungkap dalam operasi pekat itu menduduki peringkat kedua terbanyak setelah Polrestabes Surabaya.

“Atas dasar ini, kami (Polres Malang) mengucapkan terimakasih kepada jajaran Satreskrim, Satreskoba, dan Polsek Jajaran Polres Malang,” akhirnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Razia Gabungan Lapas 1 Malang, Sita Puluhan Barang Terlarang

Diterbitkan

,

Razia Gabungan Lapas 1 Malang, Sita Puluhan Barang Terlarang
Razia gabungan kepada penghuni lapas 1 Malang (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Lapas 1 Malang melaksanakan razia geledah gabungan bersama kepolisian, TNI,  dan BNN, Selasa (6/4) malam. R.B Danang Yudiawan, Kalapas Kelas I Malang membenarkan.

Razia gabungan dan penggeledahan menyasar blok hunian Lapas 1 Malang.

“Sinergitas yang luar biasa, dukungan Pak Dandim, Pak Kapolresta, Kepala BNN, dan Kepala UPT PAS se-Kota Malang,” ujar Danang, Rabu (7/4).

Tim gabungan mulai razia pukul 19.00 WIB. Petugas memburu semua barang atau cairan yang dilarang berada di dalam lapas.

Dari situ para petugas berhasil menyita puluhan barang terlarang. Yakni 6 handphone, 4 charger, dan 13 sajam.

“Lalu 18 sendok, 26 korek api, 1 gas portable, 2 music box, dan 8 set kartu remi,” tambahnya.

Meski demikian, petugas tidak menemukan narkoba saat razia.

Saat razia, tim menuju blok-blok dengan panduan Anggota Lapas. Petugas mendatangi blok tahanan.

Kemudian, petugas razia menyampaikan maksud dan tujuan kepada warga binaan lapas.

Selanjutnya petugas razia mengeluarkan penghuninya dan melakukan penggeledahan.

Agenda razia geledah gabungan tersebut bagian rangkaian menuju hari ulang tahun Pemasyarakatan, pada (27/4) nanti.

“Kita akan terus bersinergi  untuk itu. Terima kasih juga kepada rekan media yang ikut mengontrol kinerja kita,” terangnya.

Danang mengatakan razia gabungan bertujuan agar masyarakat Kota Malang dan para penghuni lapas 1 Malang bisa aman dan terjamin.

“Misi kami agar Lapas 1 Malang zero halinar dan bebas dari cairan yang berbahaya di dalam kamar atau blok hunian,” akhirnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Dua Polsek Polres Malang Tidak Bisa Lakukan Penyidikan

Diterbitkan

,

Dua Polsek Di Kabupaten Malang Tidak Bisa Lakukan Penyidikan
Wakapolres Malang, Kompol Kompol Himawan Setiawan. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Sebanyak dua Polsek di wilayah hukum Polres Malang sejak Rabu (1/3) kemarin sudah tidak lagi bisa melakukan penyidikan tindak kejahatan.

Kedua polsek Polres Malang itu yakni Polsek Ngajum dan Pagak. “Itu keputusan Kapolri, turun pada hari Rabu kemarin,” ungkap Wakapolres Malanh, Kompol Himawan Setiawan, Kamis (1/3).

Alasannya, menurut Himawan, karena jumlah laporan polisi (LP) tindak kriminal selama satu tahun tidak lebih dari 10 LP sebagaimana standarisasi Polri.

“Saat ini, kedua Polsek ini hanya menjaga Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat),” imbuh Himawan.

Sementara jika ada tindak kriminal pada dua Polsek itu, maka penanganannya langsung jajaran Polres Malang.

“Untuk mengawasi itu (tindak kriminal), kita tetap menaruh personel tindakan pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) di dua Polsek tersebut,” katanya.

Sebagai informasi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan keputusan bahwa tidak semua polsek dapat melakukan penyidikan.

Kabar Lainnya : Kapolri Apresiasi Anggota Polresta Malang Kota Yang Makamkan 70 Jenazah Covid-19.

Hal itu sesuai Keputusan Kapolri Nomor Kep/613/III/2021 tentang Penunjukan Kepolisian Sektor Hanya untuk Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat pada Daerah Tertentu (Tidak Melakukan Penyidikan).

Di Indonesia, terhitung ada 1.062 Polsek yang tidak bisa melakukan penyidikan. Sedangkan di Jawa Timur sebanyak 209 Polsek.

Di antaranya adalah Polsek di wilayah hukum Polres Malang.

Menurut beberapa sumber, setidaknya ada 2 alasan Kapolri mengeluarkan keputusan tidak semua Polsek bisa melakukan penyidikan itu.

Pertama karena banyak Polsek yang berdekatan dengan Polres, sehingga penyidikan lebih baik ditangani Polres. Kedua akibat faktor wilayah yang relatif aman.(im/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Ucapan HUT Kota Malang Ke 107
Advertisement Iklan Ucapan HUT Kota Malang Ke 107

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com