Connect with us

Hukrim

Tukang Foto Kopi Pembunuh Majikan, Rekonstruksi Hasilkan 27 Adegan

Diterbitkan

,

Tukang Foto Kopi Pembunuh Majikan, Rekonstruksi Hasilkan 27 Adegan
Rekonstruksi pembunuhan foto kopi di Kelurahan Turen, Senin (22/2).

 

KABARMALANG.COM – Rekonstruksi pembunuhan majikan foto kopi di Turen terhelat, Senin (22/2). Sebanyak 27 adegan perampokan yang berakhir pembunuhan pun tergambar.

Pemeran rekonstruksi tentunya kedua tersangka pembunuhan. Yaitu NP, 17 dan R, 23.

Rekonstruksi tergelar di lokasi kejadian. Yaitu Kelurahan Turen, Kecamatan Turen.

Setelah rekonstruksi penyidik mendapati temuan baru. Yaitu, awal mula aksi penganiayaan NP kepada istri mantan majikannya, Ida Mulyani, 44.

Awalnya, Ida memergoki NP menghitung uang curiannya di toko.

“NP menghitung uangnya di depan kamar lantai 2. Lantas, tersangka menyayatkan cutter ke tubuh Ida,” ungkap Kanit I Tipidum Polres Malang, IPTU Ronny Margas usai rekonstruksi penganiayaan, Senin (22/2).

Sebelumnya, NP menganiaya bosnya dengan sayatan cutter. NP melakukannya setelah mencuri uang di toko foto kopi.

Awalnya, tersangka dan R mengambil uang korban. Dengan cara memasuki rumahnya melewati atap lantai 2. Ini terlihat dalam rekonstruksi.

“Setelah berhasil masuk, tersangka menuju toko di lantai satu. Kemudian dia mengambil uang senilai Rp 2,5 juta. Beserta materai sebanyak 300 buah,” ungkap Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar saat konferensi pers di Mapolres Malang, Jumat (19/2) lalu.

Kabar Lainnya : Pembunuhan di Blimbing, Tersangka Peragakan 22 Adegan.
Tukang Foto Kopi Pembunuh Majikan, Rekonstruksi Hasilkan 27 Adegan

Tersangka R saat menunjukkan adegan mematikan lampu sebelum NP merampok.

Selanjutnya, tersangka menuju kamar korban di lantai 2. Dia melukai istri korban. Spontan istri korban menjerit, hingga korban terbangun. Ini pun terlihat dari rekonstruksi.

“Tersangka berusaha kabur, namun korban menghalangi. Nah, saat itulah tersangka menyayatkan cutter. Tepat di telinga dan leher korban,” tutur Hendri.

Akibat perbuatan itu, korban kritis. Dia menjalani perawatan di RSSA Malang. Beberapa hari kemudian korban meninggal dunia.

“Sementara tersangka R berperan mematikan listrik rumah korban. Sehingga, NP leluasa menjalankan operasi di rumah korban,” ujarnya.

Tukang foto kopi ini nekad menganiaya karena dendam. Saat bekerja, bosnya Rudi Jauhari kerap mengejek kedua ortunya.

Istri Rudi, Ida Mulyani membantahnya. Menurut Ida suaminya tidak pernah mengatakan semacam itu.

“Saya rasa NP selalu diperlakukan dengan baik oleh suami saya. Tidak pernah membicarakan hal buruk pada tersangka atau orang tuanya. Dalam hal gaji kami pikir sudah layak, yakni Rp 65 ribu per hari,” terang Ida.

Sebaliknya, tukang foto kopi ini sering ketahuan mencuri. Dia dua kali ketahuan.

“Waktu itu pernah ketahuan suami saya. Tetapi langsung mengembalikan,” pungkasnya.(im/yds)

Hukrim

Polisi Tangkap Budak Sabu Di Malang, Ini Bahaya Zat Adiktif

Diterbitkan

,

Polisi Tangkap Budak Sabu Di Malang, Ini Bahaya Zat Adiktif
AJS, 35, tersangka pemakai sabu-sabu di Kota Malang (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Anggota polisi berhasil tangkap AJS, 35, budak sabu asal Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya di Lowokwaru Kota Malang. AJS kedapatan baru saja bertransaksi sabu-sabu.

Plh. Kapolsek Lowokwaru AKP Sutomo melalui Panit I Reskrim Polsek Lowokwaru Ipda Zainul Arifin membenarkan. Polisi menindak lanjuti laporan dan menangkap pelaku pukul 22.00 WIB.

Saat itu Jumat (9/7) lalu, polisi mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa ada transaksi sabu di parkiran mobil Cafe Sawah Jalan Sudimoro Kelurahan Mojolangu Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

“Kami (polisi) melakukan penggeledahan  kepada pelaku dan menemukan barang bukti 1 bungkus plastik klip kecil yang berisi sabu-sabu. Pelaku simpan di jaket sebelah kiri,” ujar Zainul, Kamis (15/7).

Pelaku berprofesi sebagai pekerja swasta, dan tinggal di daerah Mojolangu Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Saat itu pelaku membawa  sabu-sabu seberat 0,5 gram.

Bukti sabu-sabu dari tersangka. (Foto : Istimewa)

Polisi pun akhirnya tangkap budak sabu itu di Lowokwaru Kota Malang. Polisi juga langsung menggiring pelaku ke Mapolsek Lowokwaru untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Zainul mengatakan bahwa pelaku sudah berulang kali menggunakan sabu-sabu.

“Mengakunya memang ini bukan kali pertama, tetapi untuk terakhir kali kapan ia tidak bisa menyampaikan,” terangnya.

Zat Adiktif Adalah Zat Yang Dapat Menimbulkan Kecanduan.

Pelaku mengaku hanya menggunakan sabu itu untuk diri sendiri, dan tidak menjualnya. Pelaku membutuhkan doping stamina, karena beratnya beban di tempatnya bekerja.

Ini merupakan bukti zat adiktif adalah zat yang dapat menimbulkan kecanduan.

Selanjutnya, polisi tidak berhenti di penangkapan AJS saja. Polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut, karena bukan tidak mungkin ada pelaku lain yang terlibat.

“Kasusnya memang masih dalam pengembangan kami, dan sedang dalam proses penyelidikan,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya, pelaku melanggar pasal 112 UU nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. AJS terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Kedua Belah Pihak Berdamai, Bos The Nine Akhirnya Bebas

Diterbitkan

,

Kedua Belah Pihak Berdamai, Bos The Nine Akhirnya Bebas
Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Masih ingat Jefrie Permana, 36, Bos The Nine? Sebelumnya dia menjadi tersangka penganiayaan karyawatinya sendiri yakni Mia, 38.

Kini status Jefrie telah bebas murni dari kepolisian.

Sebab pihak Polresta Malang Kota telah mengeluarkan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan). Sehingga Jefrie telah bebas sejak Rabu (7/7) lalu.

“Mengajukan itu di hari Sabtu, masih kita proses di hari Senin, gelar pekara di hari Rabu minggu kemarin tanggal 7 (Juli),” ujar Budi kepada media, Kamis (15/7).

Kabar Lainnya : Penganiayaan Di Kelab Malam, Kapolresta : Tidak Ada Yang Kebal Hukum.

Adanya gelar perkara dari SP3 itu, pihak internal dan eksternal yang menghadirinya. Budi menuturkan ketika SP3 telah muncul, maka sudah tidak ada penangguhan tersangka.

Buher, sapaan akrabnya, menerangkan beberapa alasan terkait keputusan Polresta Malang Kota mengeluarkan SP3 dalam perkara tersebut.

“Kita harus melihat dulu tentang kepastian hukum. Kepastian hukum itu hanya dua, P21 dan SP3,” terangnya.

“Terjadi perdamaian antara keduabelah pihak, antara si pelapor dalam hal ini korban dengan tersangka. Sehingga diajukanlah surat perdamaian kepada Polresta,” jelasnya.

“Dalam proses surat perdamaian tersebut, yang bersangkutan diambil keterangan mencabut keterangan sebelumnya, itu yang perlu kita garis bawahi,” sambungnya.

Kabar Lainnya : Bos The Nine Tersangka, Ini Komen Sarkas Warganet.

Menurut Buher, hal itu berdasar pada Pasal 184 KUHAP terdapat keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan keterangan tersangka.

“Satu alat bukti ini sudah gugur, hilang. Karena korban mencabut keterangannya. Sehingga kami penyidik berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum, satu alat bukti sudah gugur,” ucapnya.

“Kami harus mengirim berkas kepada JPU bahwa keterangan korban dalam hal ini pelapor sudah ada pencabutan,” lanjutnya.

Buher mengutarakan bahwa keadilan harus berlaku bagi korban dan keluarganya. Karena telah bersedia untuk berdamai, tidak boleh ada pemaksaan dari penyidik kepolisian.

“(Mia) akhirnya mau berdamai, terus kami (polisi) dari pihak penyidik memaksakan ? Berarti kami tidak berazaskan pada proses pidana yang cepat murah dan berkeadilan,” katanya.

Dalam criminal justice system, terdapat suatu proses peradilan yang cepat, murah dan berkeadilan, lanjut Buher. Kepolisian telah melakukan proses itu.

Kabar Lainnya : Serangan Balik, The Nine Kawal Dugaan Penggelapan Ex Karyawatinya.

Pihak pelapor telah mencabut laporan dan seluruh keterangannya yang lampau. Maka hal itu menggugurkan salah satu alat bukti yang menandakan bahwa perkara itu tidak cukup bukti.

“Ada Pasal 109 KUHAP menyatakan bahwa, perkara itu SP3 dengan alasan tidak cukup bukti, bukan tindak pidana dan demi hukum. Kami melakukan SP3 dengan alasan tidak cukup bukti,” jelas Buher.

Di samping itu, pihak Jefrie juga telah mencabut laporan kasus penggelapan uang oleh Mia.

“Mereka berpendapat ada pencabutan terhadap kasus 170. Terhadap dua perkara 374 dan 368. Itu mereka sepakat mencabut,” imbuhnya.

“Artinya, kalau kita meneruskan, kan alangkah konyolnya penyidik ini mengirim berkas yang sudah dicabut oleh si pelapornya.Keterangannya dicabut kan sudah tidak sah,” tutup Buher.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Operasi Sikat Semeru, Polresta Makota Bekuk 51 Tersangka dan 6 Motor

Diterbitkan

,

Operasi Sikat Semeru, Polresta Makota Bekuk 51 Tersangka dan 6 Motor
Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto saat rilis Operasi Sikat Semeru 2021 di halaman Mapolresta Malang Kota (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Polresta Malang Kota menggelar operasi kewilayahan sikat semeru 2021 selama 12 hari. Yakni sejak 28 Juni 2021 hingga 9 Juli 2021 lalu.

Operasi tersebut untuk penanggulangan kejahatan curas, curat, curanmor, premanisme, pungli, street crime, dan penyalahgunaan sajam, senpi, dan bahan peledak.

Kapolrest Malang Kota, AKBP Budi Hermanto mengamini. Tujuannya untuk menciptakan kondusifitas kamtibmas di wilayah Kota Malang di tengah masa pandemi Covid-19.

“Dari jajaran Satreskrim Polresta Malang Kota dan Polsek, ada ungkap 79 laporan polisi,” ujar Budi kepada media di Mapolresta Malang Kota, Rabu (14/7).

Kabar Lainnya : Kecelakaan Di Gadang Malang, Pemuda 19 Tahun Terlindas Truk Fuso.

79 laporan tersebut terdiri dari kasus curat, curas, curanmor, penyalahgunaan sajam, dan premanisme.

“Dari 79 laporan polisi tersebut, ada 51 tersangka yang polisi amankan dan proses. 51 tersangka itu, 12 di antaranya memang telah masuk dalam daftar target operasi sikat semeru,” sambungnya.

Buher, sapaan akrabnya, merinci 51 tersangka tersebut. Yakni tersangka kasus pencurian dengan pemberatan ada 18 orang. Lalu ersangka kasus pencurian dengan kekerasan ada 6 orang

“Tersangka kasus pencurian sepeda motor, ada 10 orang. Tersangka kasus penyalahgunaan senjata tajam jumlahnya 1 orang. Serta tersangka kasus premanisme sebanyak 16 orang,” tambahnya.

Kabar Lainnya : Viral Di Malang, Ketukan Misterius Pintu Rumah Saat Tengah Malam.

Dari 51 tersangka itu, ada 30 persen atau 15 orang adalah residivis yang memang berkali-kali melakukan tindak pidana dan beraksi di wilayah Malang Raya.

Polisi pun mengamankan beberapa barang bukti. Seperti enam sepeda motor, empat ponsel, dan senjata tajam.

“Kita lihat di sini ada beberapa barang bukti baik dari sajam, ponsel kunci leter T. Termasuk golok dan clurit yang tersangka gunakan selama melakukan kejahatan,” tutupnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Penerimaan mahasiswa baru STIE KERTANEGARA MALANG

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com