Connect with us

Pemerintahan

Hujan Deras Gagalkan Panen, Harga Cabai Semakin Pedas Di Malang

Published

on

Hujan Deras Gagalkan Panen, Harga Cabai Semakin Pedas Di Malang
Transaksi cabai oleh pedagang dan pembeli di Pasar Kepanjen, Kabupaten Malang. (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Hujan deras gagalkan panen cabai. Masyarakat Kabupaten Malang pun harus puasa lombok.

Karena, harga cabai sudah sama pedasnya dengan rasanya. Harga cabai rawit di Kabupaten Malang rata-rata Rp 90 ribu.

Kabar Lainnya : Hujan Datang, Apel Batu Terancam Gagal Panen.

Kabid Perdagangan Disperindag Kabupaten Malang, Hasan Tuasikal membenarkan. Naiknya harga cabai itu akibat stok cabai minim.

“Sentra-sentra cabai seperti di Ngantang, Blitar, dan Kediri kabarnya banyak gagal panen,” ungkapnya, Kamis (4/3).

Lebih lanjut, penyebab gagal panen tersebut akibat cuaca. Yakni hujan deras yang gagalkan panen. Kenyataannya, hujan terjadi terus menerus akhir-akhir ini.

Hanya saja, stok cabai Kabupaten Malang masih terbilang aman. Cuma harganya saja yang melambung.

Kabar Lainnya : Musim Hajatan, Harga Cabai Semakin Pedas.

“Kini, kami tengah berkomunikasi mencari solusi. Supaya harga cabai ini bisa terkontrol,” ujarnya.

Sementara, Disperindag Kabupaten Malang pun tak berdaya. Disperindag juga tidak bisa operasi pasar. Karena, tidak ada gudang tertentu untuk cabai.

“Sementara, tidak mungkin ada oknum yang menimbun cabai. Karena, komoditas ini kan mudah busuk,” pungkasnya.

Beberapa petani Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang pun mengeluh. Padahal, wilayah ini adalah sentra cabai. Tetapi, sampai saat ini petani belum panen.

Kabar Lainnya : Gagal Panen, Harga Cabai Kota Batu Melambung Tinggi.

Di sana biasanya panennya bulan 5. Sedangkan untuk wilayah Blitar gagal panen cabai.(im/yds)

Advertisement

Terpopuler