Connect with us

Peristiwa

Hujan Terus Menerus, 11 Rumah di Desa Tumpakrejo Terendam Banjir

Diterbitkan

,

Hujan Terus Menerus, 11 Rumah di Desa Tumpakrejo Terendam Banjir
Foto situasi genangan air di Desa Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare. (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Hujan terus menerus membuat Kabupaten Malang kerap terserang bencana. Longsor Pujon belum selesai, sudah muncul bencana di Kalipare.

Tepatnya di Desa Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare. Wilayah itu, Kamis (5/2/2021) malam terserang banjir. Akibatnya, setidaknya ada 11 rumah terpantau terendam.

“Kawasan itu memang merupakan salah satu kawasan langganan banjir setiap tahun. Karena kawasannya membentuk cembung dan tidak ada aliran sungai,” ujar plt Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, Jum’at (5/2).

Sehingga, hujan terus menerus sudah pasti akan menggenangi Tumpakrejo. Tahun lalu, Pemerintah Kabupaten Malang sebenarnya sudah melakukan penyudetan.

“Tetapi kami belum tahu kenapa kok masih tergenang. Kini BPBD Kabupaten Malang tengah meneliti penyebabnya,” tuturnya.

Sementara itu, para korban yang rumahnya terendam banjir aman. Hari ini, mereka langsung melakukan evakuasi secara mandiri.

Semua menuju ke rumah saudara yang aman dari banjir. Baca Juga : Malang Siaga Banjir, BPBD Kabupaten Gandakan Kewaspadaan.

“Sebenarnya ejak tahun 2010 sudah kami sarankan pindah dari area tersebut, namun warga masih keukeuh untuk tetap di situ, “ ujar Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Bagyo Setiono.

Akibatnya kalau ada resiko seperti ini BPBD sulit membantu. Sehingga warga harus secepatnya evakuasi mandiri.

Karena itu, Bagyo menyarankan warga Desa Tumpakrejo membangun shelter. Sehingga, ada tempat evakuasi aman ketika banjir tiba.

“Mereka paham resiko banjir di wilayahnya kerap saat hujan. Sehingga saya harap mereka berinisiatif membangun tempat darurat evakuasi,” tutup Bagyo.(im/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Satu Lagi Ormas Adukan Video Sandiwara Penembakan Gus Idris

Diterbitkan

,

Anggota LSM Lingga usai membuat pengaduan ke Mapolres Malang. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Pengaduan terhadap video sandiwara penembakan Gus Idris tampaknya terus bermunculan. Hari ini, Sabtu (6/3) kembali ada laporan dari satu organisasi yang bernamakan LSM Lingga.

Ada sebanyak 5 orang yang melakukan pengaduan. Mereka juga datang ke ruang Satuan Intelkam Polres Malang.

Founder LSM Lingga, Muhammad Saiful Anwar membenarkan pengaduan itu. Menurutnya, dia mengadukan video tersebut karena menganggap itu penyesatan masyarakat.

“Masyarakat kita mayoritas dari pedesaan. Jadi tentu saja video itu menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat,” ungkapnya, Sabtu (6/3).

Kabar Lainnya : Pemuda Millenial Malang Selatan Polisikan Video Sandiwara Gus Idris.

Atas dasar itu, Saiful berharap pihak kepolisian bisa menindak pelaku pembuatan video itu. Sebab jika ada pembiaran, maka hal itu akan semakin membuat opini liar di masyarakat.

“Seperti kita tahu, masyarakat di pedesaan masih banyak orang belum paham literasi media sosial. Jadi masih banyak yang tidak paham kalau itu benar atau tidak,” ujarnya.

Ia mengaku bahwa fokusnya adalah untuk melakukan pengaduan itu. Karena ada unsur kesengajaan dalam proses pembuatan video sandiwara itu.

“Ironisnya itu produksi orang yang selama ini mengaku ulama. Nah, inilah yang kita nilai menyesatkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemuda Millenial Malang Selatan sudah mengadukan Gus Idris ke polisi. Isi pengaduannya pun sama. Yakni video penembakan Gus Idris dinilai menyesatkan.(Im/yds)

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Kecelakaan Truk Versus Motor Di Lawang Malang, Satu Meninggal

Diterbitkan

,

Kecelakaan Truk Versus Motor Di Lawang Malang, Satu Meninggal
Situasi saat kejadian kecelakaan. (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Kecelakaan truk versus motor terjadi di Lawang, Kabupaten Malang. Akibatnya, satu orang meninggal di jalan.

Korban bernama Sony Hendrawanto, 47. Dia warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Korban meninggal di Jalan Raya Dr. Cipto, Lawang. Kecelakaan truk versus motor ini terjadi Jum’at (6/3) kemarin. Yakni sekitar pukul 15.00 WIB.

Kabar Lainnya : Update, Truk Terombol 11 Mobil di Batu.

Korban meninggal mengendarai Yamaha Mio N-3803-AAU. Sementara, truk yang menyenggolnya adalah Hino W-9759-UP. Sutarno, 56, warga asal Kabupaten Jombang adalah sopir truknya.

Kanit Laka Satlantas Polres Malang, Ipda Agus Yulianto membenarkan. Kecelakaan dengan korban meninggal berawal dari senggolan. Korban meninggal hendak mendahului truk Hino di depannya.

“Namun, motor korban meninggal kurang ke kanan. Sehingga, motornya tersenggol oleh truk Hino,” ungkapnya, Sabtu (6/3).

Kabar Lainnya : Nyabu, Pemuda Lawang Ditangkap.

Tak ayal, tubuh korban meninggal terpental begitu saja. Saat kejadian tersebut. Kepalanya mengalami cidera parah.

Sehingga korban meninggal di tempat kejadian. “Begitupun sepeda motor korban meninggal juga rusak berat,” ujarnya.

Kabar Lainnya : Positif Covid-19, Satu Warga Kota Malang Meninggal Dunia.

Warga sekitar dan pengendara langsung berhenti di sekitar lokasi. Warga juga mengerumuni korban meninggal. Serta, menutupkan kertas karton ke atas tubuhnya.

Warga dan pengguna jalan di lokasi korban meninggal karena kecelakaan

Warga dan pengguna jalan di lokasi korban meninggal karena kecelakaan. (Foto : Istimewa)

Karena, tubuh korban sudah tak utuh akibat kecelakaan tersebut. Warga juga menghubungi petugas polisi dari Unit Laka.

Setibanya di lokasi, petugas melakukan olah TKP. Petugas juga mengumpulkan keterangan dari para saksi.

Akibat kejadian itu, kerugian utamanya adalah korban meninggal. Sementara, kerugian materiil tidak seberapa.

“Petugas melarikan korban ke RSSA saat itu pula. Sedangkan sejumlah barang bukti masih kami amankan,” tutupnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Pemuda Millenial Malang Selatan Polisikan Video Sandiwara Gus Idris

Diterbitkan

,

Pemuda Millenial Malang Selatan Polisikan Video Sandiwara Gus Idris
Fordamas saat membuat pengaduan ke Polres Malang. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Organisasi Forum Pemuda Millenial Malang Selatan membuat pengaduan ke Polres Malang. Jumat (5/3) siang, mereka mengadukan Gus Idris.

Karena, video penembakan Gus Idris meresahkan. Beberapa waktu lalu, Gus Idris memang mengunggah konten. Dia menampilkan diri tertembak. Ternyata, itu hanya sandiwara.

Presidium Forum Pemuda Millenial Malang Selatan, Fahmi Aziz membenarkan. Dia membuat pengaduan itu karena video Gus Idris cs meresahkan. Video itu juga mengakibatkan simpang siur di tengah masyarakat.

“Video itu kan menayangkan seolah-olah Gus Idris tertembak. Pelakunya orang tidak dikenal. Tetapi kemudian setelah klarifikasi dia mengaku video itu tidak benar. Itu kan berarti prank,” ungkapnya usai membuat pengaduan di Mapolres Malang.

Fahmi menilai pembuatan video semacam itu tidak mendidik masyarakat. Kasus video prank seperti ini memang acapkali terjadi di dunia YouTube.

Kabar Lainnya : Geger Video Gus Idris Tertembak, Eh, Ternyata Akting Konten YouTube.

“Kami berharap, kepolisian bisa menyelidiki. Jika ada unsur pidana maka supaya segera ada penindakan,” pungkasnya.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar membenarkan adanya aduan. Dia juga sudah menerima pengaduan dari Fordamas terkait Gus Idris.

“Mereka menyatakan keberatan. Sebab, video itu sempat membuat keresahan di masyarakat,” ujarnya.

Atas dasar itu, Hendri mengaku akan melakukan penyelidikan. Penyidiknya sedang mencari fakta-fakta baru atas video Gus Idris.

“Kemungkinan ada orang-orang baru yang akan kami periksa. Yakni, orang-orang yang saat itu ada di tempat kejadian. Sementara ini, ada 6 orang yang kami periksa,” katanya.

 

Kabar Lainnya : Polres Malang Mendalami 6 Saksi Video Akting Penembakan Gus Idris.

Selanjutnya Hendri memaparkan hasil penyelidikannya yang terbaru. Dalam video, Gus Idris mengeluarkan darah.

Darah itu merupakan efek kapsul. Sebelumnya syuting, Gus Idris meminum kapsul itu. Gus Idris membelinya secara online.

“Kapsul itu menimbulkan efek keluar darah dari tubuh,” jelasnya.

Polisi pun menyelidiki akun yang pertama share video Gus Idris. Polres Malang bekerja sama dengan Cyber Crime Polda Jatim.

“Yang pasti, lokasi pengambilan video di Kecamatan Pacet, Mojokerto,” tutup Hendri.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com