Connect with us

COVID-19

Kampung Tangguh Semeru Jalan Mawar Diresmikan Kapolresta Dandim

Diterbitkan

,

Kampung Tangguh Semeru Jalan Mawar Diresmikan Kapolresta Dandim
Dandim 0833 Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona dalam peresmian Kampung Tangguh Semeru Jalan Mawar. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Satgas Covid-19 Kota Malang meresmikan Kampung Tangguh Semeru, Jumat (5/2). Dua pejabat Satgas sekaligus Forpimda Kota Malang hadir.

Yaitu, Kapolresta Makota Kombespol Leonardus Simarmata Serta, Dandim 0833 Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona.

Peresmian terhelat di Jalan Mawar Gang I, RW 14, Kelurahan Lowokwaru. Leo, sapaannya, mengatakan kehadiran Kampung Tangguh Semeru penting.

Karena, Kota Malang masih peringkat lima kasus aktif Jatim. Apalagi, mobilitas warga di Kota Malang cukup tinggi.

Sehingga, Kota Malang kasus positifnya tinggi, melebihi daerah lainnya. Sehingga, Leo mengapresiasi pendirian Kampung Tangguh Semeru Jalan Mawar.

“Saat ini para tokoh masyarakat dan agama harus saling mengingatkan. Panduan prokes 5M pun wajib tersebar ke masyarakat,” ujar Leo.

Baca Juga : Lewat PPKM, Pemkot Malang Terapkan Prokes 5M.

5M yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Serta, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Saya sampaikan jangan lupa untuk selalu memakai masker. Ini salah satu alat pertahanan diri menekan covid-19,” ujar Leo di Jalan Mawar.

TNI Polri juga telah melaksanakan pembagian masker. Sasarannya di titik keramaian Kota Malang.

Baca Juga : Forpimda Kota Malang Siapkan 50 Ribu Masker Gratis Selama PPKM.

Ferdian pun menambahkan, penyebaran covid-19 masih masif. Dalam peresmian Kampung Tangguh Semeru, Ferdian memberi pesan penting.

Kami harap semua agar selalu menjaga imun tubuh. Kota Malang sedang PPKM jilid 2. Kami minta agar  masyakat ikut mendukung. Guna menekan angka persebaran covid-19 di Kota Malang,” tandas Ferdian.

Selain itu, pemerintah memiliki program vaksinasi covid-19. Tetapi, banyak beredar disinformasi atau hoaks tentang vaksin.

Lewat Kampung Tangguh, Ferdian yakin masyarakat tangguh informasi. “Sehingga, warga tidak gampang termakan disinformasi atau hoaks,” ujarnya di Jalan Mawar.

Turut hadir antara lain Kompol Sutantyo, Kabagops Polresta Malang Kota. Kompol Barkah, Kasat Binmas Polresta Malang Kota.

Kemudian, Kapolsek Lowokwaru Kompol Fatkhur Rokhman. Danramil 0833/05 Lowokwaru Kapten Inf Slamet Riyanto.

Selanjutnya, Camat Lowokwaru, Joao Maria Gomes Decarvalho. Perwakilan Puskesmas Lowokwaru. Serta relawan Kampung Tangguh Semeru RW.14 Kel. Lowokwaru.(carep-04/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19

Forpimda Kota Malang Silaturahmi Ulama, MUI Siap Dukung Pemerintah

Diterbitkan

,

Forpimda Kota Malang Silaturahmi Ulama, MUI Siap Dukung Pemerintah
Forkopimda Kota Malang dalam silaturahmi bersama ulama. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Forpimda Kota Malang menggelar silaturahmi bersama para ulama. Forkopimda dan tokoh agama Kota Malang hadir dalam acara di Gedung Bersama Lantai 4 Kota Malang, Rabu sore (5/5).

Narasumber dalam forum ini Wali Kota Malang Sutiaji. Ketua Majelis Ulama Indonesi (MUI) Kota Malang KH Baidowi Muslich juga datang.

Sutiaji hadir bersama Kapolresta Kombes Pol Leonardus Simarmata dan Dandim 0833 Letkol Arm Ferdian Primadhona.

Sutiaji berterima kasih atas kebersamaan, kolaborasi dan bagi tugas antara ulama umaro yang sudah terbangun selama ini.

“Silaturohim menjadi anjuran agama. Akan tetapi ketika nanti akan membawa kemudaratan yang membawa kepada kerusakan. Dan mafsadah di depan mata kita, silaturohim bisa melalui media-media yang lain,” ujarnya.

PT KAI sudah datang silahturohim audiensi dengan Pemkot. Ternyata sudah punya lonjakan penumpang yang luar biasa karena curi start.

“Itu prediksi sudah 7 juta yang mudik. Maka, bagaimana sikap-sikap kita, sampaikan kepada masyarakat. Bahwa tetap kita pakai protokol covid, mereka harus mengisolasikan diri dulu,” tambah Sutiaji.

Ferdian Primadhona pun mengamini. Silaturahmi dengan ulama ini penting. Karena, ulama adalah salah satu key opinion leaders.

“Ulama adalah panutan masyarakat. Sehingga, selain upaya kami di lapangan, kami pun berharap dukungan ulama untuk mendorong penerapan prokes,” tandas Ferdian.

Sementara itu Ketua MUI Kota Malang KH Baidlowi Muslich mengamini. Dalam kesempatan silaturahmi kali ini, dia mendoakan agar wabah virus corona segera musnah.

“Pemerintah kami telah membuat berbuat berbagai kebijakan di dalam pandemi ini. Tidak lain semua itu adalah untuk kepentingan masyarakat bangsa dan negara kami,” tandasnya.

“Kami dari para ulama dan umaro mengikuti apa yang telah menjadi kebijakan dari pemerintah kami,“ ujarnya.

“Demikian juga pada pelaksanaan ibadah baik itu salat jumat, salat teraweh maupun salat ied yang akan datang. Hal itu semua adalah menyesuaikan dengan keadaan yang sekarang ini terjadi,” doa Baidlowi Muslich.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Penyekatan Sampai Tingkat Desa, Pos Satgas Wajib Curiga Pendatang

Diterbitkan

,

Penyekatan Sampai Tingkat Desa, Pos Satgas Wajib Curiga Pendatang
Bupati Malang, HM Sanusi. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Selain penyekatan di perbatasan wilayah Kabupaten, Pemkab Malang juga menyiapkan Pos Satgas sampai tingkat desa.

Hal itu, sebagai upaya untuk memperketat lagi antisipasi adanya pemudik dari luar daerah yang masuk ke wilayah Kabupaten Malang.

“Di masing-masing desa sudah kami beri sekat ya. Jadi kemungkinan kecil yang akan mudik nanti,” jelas Bupati Malang, Sanusi, Kamis (6/5) pagi.

Secara umum, penyekatan sampai tingkat desa ini sama dengan PPKM mikro. Tetapi, Pos Satgas memiliki fungsi sendiri-sendiri.

Selain itu, Pos Satgas juga menjadi jaring pengamanan wilayah desa. Sehingga, Pos Satgas bisa menjadi benteng pertama terhadap kejahatan yang marak jelang Lebaran.

“Jadi nantinya, mungkin ada warga yang datang ke wilayah tersebut. Kalau curiga itu datang dari luar daerah, harus wajib lapor ke Kecamatan dan Puskesmas. Setelah itu nanti akan ada swab antigen,” akhirnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat mengamini. Dia juga mempertegas penyediaan Pos Satgas di setiap desa tersebut.

Menurut Wahyu, fungsi Pos Satgas itu untuk melakukan penyekatan juga dan pengecekan. Yaitu pekerja migran yang datang dari luar daerah tempat mereka bekerja.

“Kalau pulang dari Jakarta nanti lewat jalur darat ke Kabupaten Malang itu yang susah kami deteksi,” tandas Wahyu.

“Lah kalau kecolongan kami minta di desa Pos Satgas desa bisa ngecek di sana. Kalau ada yang masuk, segera laporan ke kami. Biar tidak ada peningkatan di kemudian hari,” tutupnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Pemkab Malang Klaim TKI Yang Karangtina di Safe House Aman

Diterbitkan

,

Pemkab Malang Klaim TKI Yang Karangtina di Safe House Aman
Area Safe House Kabupaten Malang untuk karantina TKI di Kecamatan Kepanjen. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COMPemkab Malang klaim TKI yang karantina di safe house, aman dan tercukupi. Bupati Malang, Sanusi membenarkan klaim itu.

Dia mengatakan semua kebutuhan TKI yang sedang menjalani karantina di sana tercukupi dengan baik.

“Kebutuhan makan kita sediakan di sana. Wifi juga ada,” ujarnya, Rabu (5/5).

Tetapi, terdapat pertanyaan terkait kenyamanan para TKI yang karantina. Karena, safe house hanya memiliki 54 ruangan.

Sementara, jumlah TKI yang karantina mencapai 118 orang. Tetapi, Sanusi menjamin safe house di Kepanjen Kabupaten Malang tersebut masih cukup.

Setiap 1 ruangan itu sudah menjadi 2 ruangan dengan sekat. Sehingga, Pemkab Malang klaim TKI di sana sudah tercukupi.

“Jadinya cukup kalau menampung 100 orang. Begitu pun pasien yang positif covid-19 di sana, ditempatkan di lantai atas,” tutup Sanusi.

Sementara itu, pantauan Kabarmalang.com, sejumlah TKI asal Kabupaten Malang tampak berolahraga.

Mereka terlihat beraktivitas di safe house, Block Office Pemerintah Kabupaten Malang, Kecamatan Kepanjen, Rabu (5/5) pagi.

Namun, saat Kabarmalang.com mencoba melihat situasi Safe House tersebut lebih dekat, petugas penjaga melarang wartawan mendekat.

Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja (Penta) Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Malang, Rahmat Yuniman mengaku tidak tahu pasti teknis perawatan dan fasilitas untuk para TKI di sana.

“Kalau saya menilai sih kayaknya baik-baik saja. Para TKI tampaknya juga betah di sana,” tuturnya.

Sebelum ini, 118 TKI pulang ke Kabupaten Malang. Tetapi, mereka harus menjalani karantina dulu sebelum pulang ke rumah masing-masing.

Mereka harus terlebih dulu tinggal di Safe House selama 3 hari. Per hari Selasa (5/5) kemarin, terhitung ada 118 TKI yang sudah tiba di Kabupaten Malang.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com