Connect with us

COVID-19

Forpimda Kota Malang Siapkan 50 Ribu Masker Gratis Selama PPKM

Diterbitkan

,

Dandim 0833 Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona saat membagikan masker gratis. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Forpimda Kota Malang menggratiskan 50 ribu masker selama PPKM. Kamis (4/2), Dandim dan Kapolresta Makota pun membagikannya.

Sasaran Forpimda Kota Malang kali ini adalah Pasar Blimbing. Karena, pasar termasuk titik keramaian di Kota Malang.

“Kami sudah siapkan 50 ribu masker. Setiap hari kami akan bagikan 5000 masker. Sasarannya tempat keramaian,” ujar Kapolresta Makota, Kombespol Leonardus Simarmata.

Baca Juga : Kapolresta dan Dandim Bagikan Masker Gratis di Stasiun Kotabaru.

Pembagian masker terhelat sejak pukul 09.00 WIB. Kapolresta tidak sendirian. Dia bersama Dandim Kota Malang, Letkol Arm Ferdian Primadhona.

Sembari berjalan, Dandim dan Kapolresta menyusuri pasar. Setiap pedagang mendapat masker gratis.

Sejumlah poster imbauan juga mengiringi pembagian masker. Misalnya, poster bertuliskan ojo lali cuci tangan rek.

Jajaran Polresta dan Kodim pun turut aktif membagikan masker. Selain pedagang, Forpimda juga memberikan masker kepada pembeli.

Beberapa warga masih terlihat tidak menggunakan masker. Sehingga, Forpimda menegur dan langsung memberi masker gratis.

Dandim juga menegaskan ini langkah penting sosialisasi prokes. Harapannya, langkah Forpimda bisa menekan penyebaran covid-19 di Kota Malang.

“Kami akan tetap bagikan masker gratis selama 10 hari. Terhitung mulai 1 sampai 10 Februari. Kami akan kawasan 5 kecamatan di Kota Malang,” tambah Ferdian.(carep-04/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19

Forpimda Kota Malang Silaturahmi Ulama, MUI Siap Dukung Pemerintah

Diterbitkan

,

Forpimda Kota Malang Silaturahmi Ulama, MUI Siap Dukung Pemerintah
Forkopimda Kota Malang dalam silaturahmi bersama ulama. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Forpimda Kota Malang menggelar silaturahmi bersama para ulama. Forkopimda dan tokoh agama Kota Malang hadir dalam acara di Gedung Bersama Lantai 4 Kota Malang, Rabu sore (5/5).

Narasumber dalam forum ini Wali Kota Malang Sutiaji. Ketua Majelis Ulama Indonesi (MUI) Kota Malang KH Baidowi Muslich juga datang.

Sutiaji hadir bersama Kapolresta Kombes Pol Leonardus Simarmata dan Dandim 0833 Letkol Arm Ferdian Primadhona.

Sutiaji berterima kasih atas kebersamaan, kolaborasi dan bagi tugas antara ulama umaro yang sudah terbangun selama ini.

“Silaturohim menjadi anjuran agama. Akan tetapi ketika nanti akan membawa kemudaratan yang membawa kepada kerusakan. Dan mafsadah di depan mata kita, silaturohim bisa melalui media-media yang lain,” ujarnya.

PT KAI sudah datang silahturohim audiensi dengan Pemkot. Ternyata sudah punya lonjakan penumpang yang luar biasa karena curi start.

“Itu prediksi sudah 7 juta yang mudik. Maka, bagaimana sikap-sikap kita, sampaikan kepada masyarakat. Bahwa tetap kita pakai protokol covid, mereka harus mengisolasikan diri dulu,” tambah Sutiaji.

Ferdian Primadhona pun mengamini. Silaturahmi dengan ulama ini penting. Karena, ulama adalah salah satu key opinion leaders.

“Ulama adalah panutan masyarakat. Sehingga, selain upaya kami di lapangan, kami pun berharap dukungan ulama untuk mendorong penerapan prokes,” tandas Ferdian.

Sementara itu Ketua MUI Kota Malang KH Baidlowi Muslich mengamini. Dalam kesempatan silaturahmi kali ini, dia mendoakan agar wabah virus corona segera musnah.

“Pemerintah kami telah membuat berbuat berbagai kebijakan di dalam pandemi ini. Tidak lain semua itu adalah untuk kepentingan masyarakat bangsa dan negara kami,” tandasnya.

“Kami dari para ulama dan umaro mengikuti apa yang telah menjadi kebijakan dari pemerintah kami,“ ujarnya.

“Demikian juga pada pelaksanaan ibadah baik itu salat jumat, salat teraweh maupun salat ied yang akan datang. Hal itu semua adalah menyesuaikan dengan keadaan yang sekarang ini terjadi,” doa Baidlowi Muslich.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Penyekatan Sampai Tingkat Desa, Pos Satgas Wajib Curiga Pendatang

Diterbitkan

,

Penyekatan Sampai Tingkat Desa, Pos Satgas Wajib Curiga Pendatang
Bupati Malang, HM Sanusi. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Selain penyekatan di perbatasan wilayah Kabupaten, Pemkab Malang juga menyiapkan Pos Satgas sampai tingkat desa.

Hal itu, sebagai upaya untuk memperketat lagi antisipasi adanya pemudik dari luar daerah yang masuk ke wilayah Kabupaten Malang.

“Di masing-masing desa sudah kami beri sekat ya. Jadi kemungkinan kecil yang akan mudik nanti,” jelas Bupati Malang, Sanusi, Kamis (6/5) pagi.

Secara umum, penyekatan sampai tingkat desa ini sama dengan PPKM mikro. Tetapi, Pos Satgas memiliki fungsi sendiri-sendiri.

Selain itu, Pos Satgas juga menjadi jaring pengamanan wilayah desa. Sehingga, Pos Satgas bisa menjadi benteng pertama terhadap kejahatan yang marak jelang Lebaran.

“Jadi nantinya, mungkin ada warga yang datang ke wilayah tersebut. Kalau curiga itu datang dari luar daerah, harus wajib lapor ke Kecamatan dan Puskesmas. Setelah itu nanti akan ada swab antigen,” akhirnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat mengamini. Dia juga mempertegas penyediaan Pos Satgas di setiap desa tersebut.

Menurut Wahyu, fungsi Pos Satgas itu untuk melakukan penyekatan juga dan pengecekan. Yaitu pekerja migran yang datang dari luar daerah tempat mereka bekerja.

“Kalau pulang dari Jakarta nanti lewat jalur darat ke Kabupaten Malang itu yang susah kami deteksi,” tandas Wahyu.

“Lah kalau kecolongan kami minta di desa Pos Satgas desa bisa ngecek di sana. Kalau ada yang masuk, segera laporan ke kami. Biar tidak ada peningkatan di kemudian hari,” tutupnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Pemkab Malang Klaim TKI Yang Karangtina di Safe House Aman

Diterbitkan

,

Pemkab Malang Klaim TKI Yang Karangtina di Safe House Aman
Area Safe House Kabupaten Malang untuk karantina TKI di Kecamatan Kepanjen. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COMPemkab Malang klaim TKI yang karantina di safe house, aman dan tercukupi. Bupati Malang, Sanusi membenarkan klaim itu.

Dia mengatakan semua kebutuhan TKI yang sedang menjalani karantina di sana tercukupi dengan baik.

“Kebutuhan makan kita sediakan di sana. Wifi juga ada,” ujarnya, Rabu (5/5).

Tetapi, terdapat pertanyaan terkait kenyamanan para TKI yang karantina. Karena, safe house hanya memiliki 54 ruangan.

Sementara, jumlah TKI yang karantina mencapai 118 orang. Tetapi, Sanusi menjamin safe house di Kepanjen Kabupaten Malang tersebut masih cukup.

Setiap 1 ruangan itu sudah menjadi 2 ruangan dengan sekat. Sehingga, Pemkab Malang klaim TKI di sana sudah tercukupi.

“Jadinya cukup kalau menampung 100 orang. Begitu pun pasien yang positif covid-19 di sana, ditempatkan di lantai atas,” tutup Sanusi.

Sementara itu, pantauan Kabarmalang.com, sejumlah TKI asal Kabupaten Malang tampak berolahraga.

Mereka terlihat beraktivitas di safe house, Block Office Pemerintah Kabupaten Malang, Kecamatan Kepanjen, Rabu (5/5) pagi.

Namun, saat Kabarmalang.com mencoba melihat situasi Safe House tersebut lebih dekat, petugas penjaga melarang wartawan mendekat.

Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja (Penta) Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Malang, Rahmat Yuniman mengaku tidak tahu pasti teknis perawatan dan fasilitas untuk para TKI di sana.

“Kalau saya menilai sih kayaknya baik-baik saja. Para TKI tampaknya juga betah di sana,” tuturnya.

Sebelum ini, 118 TKI pulang ke Kabupaten Malang. Tetapi, mereka harus menjalani karantina dulu sebelum pulang ke rumah masing-masing.

Mereka harus terlebih dulu tinggal di Safe House selama 3 hari. Per hari Selasa (5/5) kemarin, terhitung ada 118 TKI yang sudah tiba di Kabupaten Malang.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com