Connect with us

Hukrim

Sodomi Tetangga Sendiri Hingga 4 Kali, Kelainan Seksual Sejak SD

Diterbitkan

,

Sodomi Tetangga Sendiri Hingga 4 Kali, Kelainan Seksual Sejak SD
Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar bersama Kasatreskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Utomo saat konferensi pers kasus sodomi di Mapolres Malang, Kamis (28/1). (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Akibat pernah mengalami sodomi, remaja ini mengalami kelainan seksual. Dia pun akhirnya menjadi pelaku, dan memangsa tetangganya sendiri.

Remaja itu berinisial MAR, 18. Dia warga Desa Trenyang, Kecamatan Sumberpucung.

MAR masih duduk di bangku SMK. Sementara, korban yang juga tetangganya, berinisial GWC, 15. Korbannya masih kelas 2 SMP.

Tersangka melancarkan aksi sodomi dengan modus memenuhi kebutuhan korbannya. Ini demi mendekati korban yang menjadi mangsanya.

“Modusnya, tersangka berusaha memenuhi seluruh kebutuhan korban,” ungkap Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar saat konferensi pers di Mapolres Malang, Kamis (28/1).

Baca Juga : Pasangan Kelainan Seksual Ajak Anak Di Bawah Umur Threesome!.

Kesempatan tersangka memangsa tetangganya tiba. Korban meminta kamus bahasa Korea kepada tersangka. Tak ayal, tersangka memenuhi permintaan itu.

Kemudian, tersangka membuat siasat. Dia mengajak korban ke rumah tersangka. Lalu, melakukan sodomi kepada korban di situ.
“Tersangka mengajak korban ke kamarnya. Itu terjadi pada November 2020 lalu,” sambung Hendri.

Di situlah tersangka mulai melancarkan aksinya. Korban sempat menolak, tetapi ada upaya pemaksaan dari tersangka.

Setelah itu, perbuatan tersangka akhirnya terbongkar. Keluarga korban melaporkan tersangka ke Polsek Sumberpucung.

Aksi ini ketahuan karena tersangka tidak sekali melakukan sodomi. “Perbuatan semacam ini sudah terulang sebanyak 4 kali,” terang Hendri.

Baca Juga : Orang Terdekat Dominasi Pelaku Asusila Anak di Kabupaten Malang.

Menurutnya, tersangka itu mengaku trauma masa lalu. Ketika masih kecil, tersangka pernah menjadi korban serupa. Dia bertumbuh sebagai remaja homoseksual.

“Tersangka ini mengaku kelainan seksual sejak kelas 4 SD. Yakni suka sesama jenis. Hal itu terjadi setelah tersangka juga menjadi korban sodomi,” kata Hendri.

Sebelum mendekati korban, tersangka juga sempat mencari mangsa lain. Dia melakukan pendekatan kepada remaja lainnya. Namun upayanya itu tidak berhasil.

Baca Juga : Kekerasan Seksual Anak Hantui Kabupaten Malang.

Baca Juga : 30 Personel Diturunkan Cari Remaja Tenggelam di Gedangan.

Akibat perbuatannya, tersangka terjerat UU Perlindungan Anak. Dia kena pasal 82 juncto 76 E UU 23/2002.

Yakni, tentang perubahan UU 35/2014. Serta, pasal 292 KUHP tentang perbuatan cabul terhadap anak. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.(im/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Polisi Tangkap Pengedar Pil Koplo Ribuan Butir di Kota Malang

Diterbitkan

,

Polisi Tangkap Pengedar Pil Koplo Ribuan Butir di Kota Malang
Polsek Klojen merilis kasus narkoba jenis pil koplo (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Polisi Sektor Klojen Kota Malang berhasil tangkap pengedar pil koplo PR, 24 L, asal Sukun Kota Malang. Dia tertangkap dengan barang bukti 8000 pil koplo atau pil double L.

Kapolsek Klojen Kompol Nadzir Syah Basri membenarkan. PR mendapat pasokan ribuan pil koplo dari salah satu tahanan lapas di luar Kota Malang.

Polisi tangkap pengedar pil koplo itu saat sedang menjajakan barang haram tersebut pada Rabu (9/6) lalu di Kecamatan Sukun Kota Malang.

“Bermula adanya laporan masyarakat tentang seringnya terjadi peredaran narkoba jenis pil koplo atau double L, di daerah Sukun,” ujar Nadzir kepada wartawan di kantor Polsek Klojen, Jumat (11/6).

Kabar Lainnya : Kelakuan Bejat, Kakek di Karangploso Cabuli Anak Tiri.

Selanjutnya polisi menggelar penyelidikan di salah satu kawasan di Kecamatan Sukun Kota Malang selama satu minggu lebih.

“Akhirnya pada Rabu (9/6) sekira pukul 22.00 WIB.  Pada saat itu, sudah kita curiga, di situ memang ada transaksi pil koplo sebanyak 2 ribu butir atau di dalam dua botol,” terangnya.

Polisi juga langsung mengamankan PR beserta barang bukti 2000 pil koplo serta uang sebesar Rp 850 ribu dari hasil penjualan pil koplo.

Tak berhenti di situ. Polisi juga menginterogasi tersangka. Awalnya tersangka menyangkal bahwa barang yang dia jual hanya 2000 pil koplo.

Namun polisi tak percaya begitu saja. Polisi kemudian melanjutkan penggeledahan di rumah tersangka yang terletak di Kelurahan Bandungrejosari Kota Malang.

“Di rumah tersangka, polisi menemukan ada 6 ribu butir pil koplo yang tersimpan di sana. Sehingga total barang bukti ada sebanyak 8 ribu butir pil koplo,” jelasnya.

Nadzir mengatakan bahwa tersangka yang berprofesi sebagai karyawan swasta itu sudah menjadi target operasi polisi selama setahun lebih.

“Akhirnya kami bisa menagkapnya pada 9 Juni 2021 kemarin. Tersangka bagian dari jaringan narkoba. Sehingga kami masih akan mengembangkan kasus ini,” tuturnya.

Dalam kasus ini, tersangka melanggar pasal 197 subsider 196  subsider 198 UU 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Tersangka terancam hukuman 12 tahun penjara.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Maling Motor Di Malang Town Square, Tipu Tukang Kunci Untuk Mencuri

Diterbitkan

,

Maling Motor Di Malang Town Square, Tipu Tukang Kunci Untuk Mencuri
Kapolsek Klojen Kota Malang, Kompol Nadzir Syah Basri saat rilis kasus curanmor (Foto: Fathi)

KABARMALANG.COM – Seorang maling motor beraksi di parkiran Mal Malang Town Square (Matos). Dia mengondol sebuah motor merek Honda Scoopy, pada Kamis (27/5) lalu.

Pelakunya berinisial BP, 23, seorang karyawan kafe di Dieng Kota Malang. Dia menjadi maling sepeda motor milik YF, seorang karyawan di Malang Town Square.

Kapolsek Klojen Kota Malang, Kompol Nadzir Syah Basri membenarkan. Nadzir kemudian menceritakan kronologi pencurian tersebut.

“Awalnya tersangka tiba di dalam parkiran Matos sekira pukul 17.00 WIB. Dia menggunakan sepeda motor Scoopy. Ketika parkir dia melihat ada sepeda motor scoopy yang parkir di sebelahnya,” ujar Nadzir, Jumat (11/6).

Kabar Lainnya : Maling Kotak Amal Beraksi di Tulungrejo, Nopol Motornya Terbongkar.

Dari situ munculah niat jahat BP untuk menggondol motor Scoopy itu. Karena motor tersebut tidak terkunci stang.  Kemudian ada juga karcis parkir yang tertinggal di jok samping motor itu.

Kemudian pelaku menuntun motor curiannya keluar dari parkiran Mal Matos. Saat menuntun motor curian itu, tidak ada kecurigaan sama sekali dari penjaga parkir. Karena dia sudah membawa karcis parkir.

“Tersangka kemudian membawa dan memarkir motor curian itu di sekitaran Taman Makam Pahlawan (TMP). Lokasinya tak jauh dari Mal Matos,” tuturnya.

Setelah itu, tersangka memanggil tukang kunci langganannya untuk membuat kunci duplikat motor itu. Di sini, dia memperdaya dan menipu tukang kunci itu.

Tersangka mengaku motor tersebut adalah miliknya. Sehingga, tukang kunci itu tidak merasa curiga terhadap tersangka.

Tersangka kemudian kembali lagi ke parkiran Mal Matos untul mengambil motor miliknya. Kemudian, dia kembalikan motor miliknya ke kos.

“Setelah dari kos, tersangka lalu kembali lagi ke TMP pakai jasa ojek online. Di situ dia mengambil motor curiannya yang telah ada kunci duplikat dan bisa nyala,” terangnya.

Pada malam harinya, tersangka langsung menjual motor curian itu ke seorang penadah berinisial AYD, 23, melalui media sosial dengan harga Rp 4,5 juta.

“Ya AYD ini juga tahu kalau itu barang curian. AYD terpaksa membeli karena alasannya buat kerja gitu dan keperluan kerja. AYD ini pekerjaannya swasta dan AYD ini berasal dari Jalan Kebon Jeruk Kota Malang,” tutur dia.

Di hari yang sama Polsek Klojen mendapatkan laporan dari korban. Polisi langsung menyelidiki melalui rekaman CCTV dan memburu tersangka maling motor.

Keesokan harinya pada Jumat (29/5) malam, polisi berhasil meringkus BP dan AYD di dua tempat yang berbeda di Kota Malang.

Dalam hal ini, BP terancam pasal 363 KUHP tentang pencurian motor. Dia terancam hukuman penjara maksimal 7 tahun.

Sementara itu, AYD terancam pasal 480  KUHP karena terbukti sebagai penadah. Ancaman hukumannya minimal penjara 5 tahun.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Kekerasan Terhadap Wanita Di Turen Malang, Ini Kabar Terbaru Dari Polisi

Diterbitkan

,

Kekerasan Terhadap Wanita Di Turen Malang, Ini Kabar Terbaru Dari Polisi
Potongan gambar penganiayaan wanita di Turen yang viral di media sosial Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Kekerasan terhadap wanita yang terekam CCTV di Turen, Kabupaten Malang, menuai kecaman warga.

Kabar terbaru dari kepolisian, aksi kekerasan terhadap wanita itu memang berlokasi di Turen. Tepatnya, di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Turen, Kecamatan Turen.

Lokasi penganiayaan terhadap wanita itu berada di depan ruko sebelah selatan perempatan lampu lalu lintas Pasar Turen.

Di situ, terdapat sejumlah toko dengan paving yang sama dengan lokasi dalam CCTV. Kapolsek Turen, Kompol Suko Wahyudi membenarkan.

“Benar, kejadiannya Jumat malam di lokasi tersebut. Tetapi baru viral Senin. Kami pastikan pelaku bukan orang Turen,” ujar Suko kepada wartawan, Selasa (8/6).

Kabar Lainnya : Pria Aniaya Wanita Di Turen Malang, Video ‘Ndengkul’ Terekam CCTV!

Dia mengatakan, penganiayaan terhadap wanita ini kabarnya adalah konflik rumah tangga. Keduanya memiliki hubungan suami istri.

Pelaku pria berinisial AHD. Dia juga tinggal ngekos di kawasan Sananrejo Turen. Sementara, korban penganiayaan terhadap wanita, adalah SDP.

Usai video viral di media sosial, Polsek Turen telah bergerak penyelidikan. Polisi memeriksa TKP kejadian.

Kabar Lainnya : Penganiayaan Wanita Di Turen Malang Jadi Viral, Ini Keterangan Polisi.

Petugas juga mendatangi tempat kos pelaku penganiayaan terhadap wanita tersebut. Hasil penyelidikan memastikan laki-laki tersebut tidak lagi berada di Turen.

“Dari keterangan saksi, kami mendatangi lokasi kosnya. Dia pulang ke Klaten Jawa Tengah,” ringkasnya.

Memang, sampai saat ini belum ada laporan kejadian penganiayaan terhadap wanita tersebut. Tetapi, polisi akan memanggil korban untuk mendapatkan keterangan.

“Kalau dari olah TKP dan saksi, kemungkinan hubungan rumah tangga tidak harmonis. Namun, motif pertengkaran itu sendiri masih penyelidikan,” akhirnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com