Connect with us

Hukrim

Orang Terdekat Dominasi Pelaku Asusila Anak di Kabupaten Malang

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Malang terbilang cukup tinggi. Dalam kurun waktu 2017 sampai dengan 2019 tercatat ada 295 kasus yang ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang. Pelakunya mayoritas berusia dewasa dan merupakan orang dekat korban.

Data UPPA Satreskrim Polres Malang menyebut, dari total 79 kasus yang ditangani, 10 kasus merupakan tindak pidana pencabulan terhadap anak. Pada 2018 terjadi peningkatan, yaitu sebanyak 26 kasus dari 110 kasus yang ditangani. Sementara tahun 2019 dari 106 kasus 32 kasus merupakan pelecehan terhadap anak.

“Jika kita breakdown, usia pelaku dewasa lebih mendominasi. Seperti tahun 2018, dari 26 kasus pelecehan anak. Pelaku dewasa berjumlah 21 orang atau 80,76 persen, sementara pelaku anak hanya 5 persen saja. Pada tahun 2019, pelaku dewasa lebih banyak lagi yaitu 31 orang dari 32 kasus yang kita tangani,” terang Kasatreskrim Polres Malang AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, Jumat (7/8/2020).

Andaru kemudian lebih merinci secara detil latar belakang atau hubungan pelaku dengan korbannya. Pada tahun 2019, tetangga menduduki rangking teratas yaitu 14 orang atau 43,75 persen, disusul kemudian keluarga sebanyak 12 orang atau 37,5 persen, 3 guru, dan satu orang lain.

“Pada 2019 lebih menonjol pelakunya dari keluarganya sendiri sebanyak 12 orang. Jadi sebulah satu kasus yang melibatkan keluarga. Diluar itu, dilakukan tetangga 14 orang, guru tiga orang, dan satu orang lain. Sementara para 2018, enam pelaku adalah keluarga sendiri, dua orang lain, dan tetangga 11 pelaku,” beber Andaru.

Hal menarik terjadi pada tahun 2017, tidak ada pelaku pelecehan seksual terhadap anak berlatar belakang keluarga. Berdasarkan data penanganan kasus, mayoritas tindak kekerasan seksual terhadap anak dilakukan oleh teman dan tetangga.

Menurut Andaru, hal tersebut bukan berarti tindak kejahatan menimpa anak-anak yang dilakukan oleh keluarga tidak ada. “Kenapa 2017 tidak ada pelaku keluarga?. Bukan berarti kejahatannya tidak ada. Karena tahun berikutnya hingga 2020, ada repeat victimisation (pengulangan kasus). Bisa jadi signal positif para korban karena sudah berani speak up untuk melaporkan kasus yang dialami. Sehingga di tahun-tahun berikutnya bermunculan kasus yang dilakukan oleh keluarga,” tutur Andaru.

Menurut Andaru, penganalisaan melalui data kasus sampai dengan profil pelaku demi memudahkan pencegahan agar kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak di Kabupaten Malang bisa terhindarkan. “Menurut kami, permasalahan ini tidak bisa diselesaikan secara penegakkan hukum saja, secara represif. Perlu ada langkah preventif yang tentunya melibatkan pihak-pihak terkait,” kata Andaru. (rjs/fir)

Hukrim

Kapolresta Malang Kota Siap Antisipasi Balap Lari Liar

Diterbitkan

||

Oleh

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata

 

KABARMALANG.COM – Saat ini balap lari liar sedang marak terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Balap lari liar tersebut layaknya balap motor liar, yakni satu lawan satu, biasanya dilakukan dini hari/tengah malam.

Mereka beradu kecepatan dengan berlari ditengah jalan dengan banyak penonton.

Untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi di wilayah Kota Malang, Polresta Malang Kota akan mengintensifkan patroli keamanan di semua titik.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata meminta kepada masyarakat agar segera melaporkan bila melihat kegiatan tersebut.

“Terkait antisipasi balap lari liar, infokan saja ke kami, bila ada yang melihat. Petugas akan segera datang ke lokasi dan membubarkan kegiatan tersebut,” tegas Leo sapaan akrabnya, Jumat (25/09/2020).

Polisi siap memberikan tindakan tegas kepada para pelaku balap lari liar, apalagi sampai merugikan masyarakat.

“Pastinya akan kami proses, karena apa yang dilakukan mereka, sama sekali tidak mematuhi protokol kesehatan. Apalagi ada unsur perjudian didalamnya dan menganggu masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Ramadhan Nasution menambahkan jika pihaknya akan menggiatkan patroli dibeberapa titik di wilayah Kota Malang untuk antisipasi kegiatan balap liar.

Rama mengatakan walau saja di Kota Malang masih belum ditemui kegiatan serupa seperti yang terjadi di kabupaten, tetap akan dilaksanakan patroli.

Rama memberikan pesan kepada masyarakat untuk tidak ikut-ikutan kegiatan tersebut.

“Saat ini masih pandemi Covid-19. Lebih baik kita ikuti protokol kesehatan, sesuai apa yang dianjurkan pemerintah. Bila kami temukan kegiatan itu saat patroli, pasti akan kami tindak dan kami bubarkan langsung,” tegasnya. (fat/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Suket Teki Permudah Urus SKCK di Polres Malang

Diterbitkan

||

Oleh

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar saat meluncurkan Suket Teki di Polres Malang, Kamis (24/9/2020). (Foto: Imron Haqiqi).

KABARMALANG.COM – Bagi masyarakat Kabupaten Malang yang ingin mengurus SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) dan Surat Keterangan Kehilangan kini lebib mudah.

Pasalnya Polres Malang meluncurkan aplikasi berbasis online untuk mengurus kedua surat tersebut bernama Suket Teki.

Suket Teki merupakan akronim dari Surat Keterangan Catatan Kepolisian dan Surat Keterangan Kehilangan.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan kehadiran layanan terbaru itu merupakan inisiatif dari satuan intelijen dan Keamanan Polres Malang. Tujuannya untuk memudahkan layanan masyarakat Kabupaten Malang yang berada di wilayah hukum Polres Malang.

“Saya apresiasi setinggi-tingginya kepada Sat Intelkam, yang berinisiatif membuat inovasi terbaru dalam pembuatan SKCK dan Surat Keterangan Kehilangan online. Nantinya, mulai hari ini dilaksanakan di jajaran Polres Malang,” kata AKBP Hendri Umar dalam apel peluncuran Suket Teki di lapangan Satya Haprabu Mapolres Malang, Kamis (24/9/2020).

Untuk mendukung aplikasi tersebut, Polres Malang menyediakan mobil operasional untuk memberi pelayanan SKCK dan Surat Keterangan Kehilangan di suatu wilayah Kabupaten Malang.

“Misalnya hari ini di Desa Tambakrejo, Kecamatan Ampelgading mengajukan untuk membuat SKCK dan Surat Keterangan Kehilangan, maka mobil ini meluncur ke sana. Selebihnya nanti akan stand by di tempat-tempat keramaian seperti Kepanjen dan Singosari,” tuturnya.

Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Malang, Iptu Muhammad Riza Rahman menjelaskan, Suket Teki bakal beroperasi setiap hari. Bahkan, Hari minggu juga akan memberikan layanan kepada masyarakat.

“Kalau Polres yang lain hanya menghadirkan layanan perpanjangan SKCK saja, Suket Teki ini kami rangkai dalam pelayanan pembuatan SKCK baru. Hari minggu kita tetap beroperasi,” singkatnya. (ron/rjs)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Janjikan Samurai, Warga Pujon Kuras Korban hingga 18 Miliar 

Diterbitkan

||

Oleh

Dua tersangka penipuan yang tertangkap

 

KABARMALANG.COM – Atim Hariyono dan Sugeng Sutrisno warga Desa Ngroto Kecamatan Pujon Kabupaten Malang akhirnya tertangkap oleh jajaran Polres Batu setelah berhasil memperdayai korbannya selama 4 tahun dan berhasil menguras uang hingga mencapai Rp. 18 Miliar.

Dua laki-laki tersebut memperdayai korban dengan cara menjanjikan bahwa mereka bisa mencarikan sebilah samurai asli jeoang dan memiliki nominal harga yang bisa mencapai triliunan rupiah.

“Namun sebelumnya harus ada ritual khusus dan pembiayaan sehingga dari situlah tersangka mulai menguras harta korban,” tutur Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama pada Rabu siang (23/09/2020).

Harvi juga menerangkan bahwa dari stigma yang ditanamkan itulah akhirnya korban bersedia terus membiayai proses ritual tersebut karena khawatir tidak mendapatkan keuntungan.

Lebih lanjut, Harvi mengungkapkan bahwa dari ungkap kasus tindak kejahatan ini, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa puluhan ATM dan buku rekening berbagai bank, bukti resi transfer sejak tahun 2016, perangkat ritual seperti dupa, barang antik, keris, buku ritual dan doa, 1 unit mobil avanza, dan 1 unit mobil taft serta lainnya.

Harvi juga menambahkan dari kasus ini kedua tersangka dijerat pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman hukuman pidana maksimal 4 tahun.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus menerangkan bahwa pelapor sebenarnya bukan dari korban sendiri namun dari anak korban. “Bahkan hingga saat terakhir dia masih percaya, anaknya yang curiga itulah yang melaporkan,” ujarnya.

Jeifson bahkan menerangkan ketika Atim Hariyono tertangkap, tersangka mengaku tidak pernah mandi. “Bahkan ketika hendak dimandikan ia juga tidak mau karena takut ilmunya luntur,” tukasnya. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com